Advertisements
6 Hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf Klaten

6 Hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf Klaten

6 Hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf Klaten

Assalamualaikum. Kali ini saya akan berbagi cerita yang sangat-sangat berkesan. Yaitu ketika saya mengikuti acara 6 hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf Klaten. Oh ya, Sebelumnya yang belum mengenal saya bisa baca artikel saya di sini.

Cerita yang akan saya sampaikan ini terjadi ketika saya masih kuliah kira-kira waktu semester 4 pada bulan Agustus 2015. Waktu itu saya tahu info dari instagram pak Jamil Azzaini beliau mengupload gambar sebuah program yang sangat menarik yang berjudul 6 Hari Jadi Pengusaha. Saya pun tertarik untuk mengikuti acara tersebut. Bagi yang belum mengenal beliau bisa baca disini.

Langsung melakukan pendaftaran saat itu juga. Pesertanya terbatas kurang lebih waktu itu hanya untuk 30an peserta. Sebelum acara saya coba untuk survei lokasi. Berangkat dari Jogja menggunakan sepeda motor menuju Klaten yang belum pernah saya kunjungi.

Dibantu Google Map (Aplikasi Navigasi) keesokan harinya berangkat menuju Klaten kurang lebih untuk sampai Kab. Klatennya sekitar 45 menit. Sesampai sudah masuk Klaten, saya terus menelusuri petunjuk yang di berikan oleh Google Map.

Sudah berada di titik tujuan sesuai dengan yang ada di Google Map tapi keberadaan lokasi pesantren malah tidak terlihat sama sekali yang ada hanya perumahan-perumahan desa. Qadarallah ketika saat mencari rantai motor saya ada masalah sampai motor berhenti mendadak.

Untung saja kecepatan motor tidak tinggi. Saya kira rantainya putus tapi setelah di cek rantainya hanya lepas. Setelah memasang kembali rantai perjalanan mencari pesantren dilanjutkan. Sempat tanya sana sini akhirnya Alhamdulillah saya bisa sampai tujuan. Setelah tahu lokasi dan medan saya kembali pulang ke Jogja.

Pertama Kalinya Memasuki Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf

pesantren AbA
Sumber: abapesantrenwirausaha.wordpress.com

Setelah sebelumnya mempersiapkan perbekalan untuk mengikuti kegiatan selama 6 hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf atau lebih dikenal dengan nama Perwira Aba. Berangkat menggunakan motor sendiri singkat cerita sampai di tujuan dengan selamat. Sesampai di sana saya diarahkan menuju asrama untuk menyimpan barang-barang.

Bangunan pesantren cukup luas ada masjid, dapur, raung makan, ruang pertemuan dan asrama khusus untuk ikhwan (laki-laki).Suasananya cukup nyaman untuk sekelas pesantren yang tidak memungut biaya alias gratis. Para peserta dari berbagai kota ada yang sudah berada di lokasi dan ada juga yang belum datang.

Saya dengan peserta lainnya saling berkenalan. Ternyata yang mengikuti acara ini tidak hanya anak muda saja. Ada yang sudah menikah, karyawan, profesional, bahkan yang masih SMA juga ada.

Mengenal Lebih Pesantren AbA

Mengenal Lebih Pesantren Aba
Sumber: cdc.mipa.uns.ac.id

Bagi anda yang belum tahu Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf adalah ponpes yang dibina oleh trainer sekaligus motivator nasional yaitu Jamil Azzaini. Pesantren ini fokus untung melahirkan para pengusaha-pengusaha baru. Semua santri kebanyakan dari keluarga yang kurang mampu.

Para santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan agama serta pengetahuan-pengetahuan tentang bisnis. Visi pondok pesantren ini memiliki visi untuk mencetak pembisnis hebat layaknya sahabat Nabi yaitu Abdurahman bin Auf. Ponpes Wira Usaha Abdurrahman bin Auf ini terletak di dusun Tlangu, Bulan, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah.

Video Profil Pesantren Abdurahman bin Auf Klaten

6 Hari yang Tak Terlupakan

6 hari yang tak terlupakan
Sumber: Pixabay.com

Selama 6 hari dari hari pertama kegiatan yang dilakukan full mulai dari bangun jam 3 pagi lalu shalat tahajud. Setelah itu mandi dan makan, shalat duha, terus dilanjutkan dengan materi sampai jam 5 sore. Malam harinya diisi dengan kajian-kajian islam.

Kegiatannya selama 6 hari itu begitu terus memang terasa lelah tapi mengasyikkan. Ada yang mengisi materi tentang mindset berbisnis. Permainan-permainan yang bertujuan untuk merubah sikap dan pikiran kita dalam berbisnis. Diajari tentang akuntansi sederhana yang aplikatif untuk menunjang bisnis.

Belajar tentang sales. Dan yang paling menarik dari direktur sekaligus pembina pondok yaitu pak Jamil Azzaini tentang materi motivasinya. dan materi-materi bisnis lainnya.

Outbound di Sekolah Alam

Sehari sebelum program acara selama 6 hari selesai. Para peserta diajak outbound ke Sekolah Alam Bengawan Solo (SABS). Uniknya kami menuju sana menggunakan mobil kereta kelinci atau sepur kelinci. Merupakan pengalaman pertama saya menaiki mobil tersebut. Kurang lebih 20 menit untuk mencapai sekolah alam bengawan solo.

mobil odong-odong
Sumber: Otopacu.com

Sesampai di SABS rombongan peserta di ajak ke lapangan untuk pemanasan sebelum memulai outbound. Permainan-permainan yang kita mainkan cukup seru untuk melatih kerja sama dan kepercayaan antar peserta. Setelah outbound kita istirahat dan makan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh pendiri Sekolah Alam Bengawan Solo yaitu pak suyudi.

Beliau bercerita tentang sejarah awal mulanya didirikan sekolah alam tersebut. Setelah materi selesai kami pun berangkat pulang menuju ke ponpes.

Makan Malam Bersama di Resto Ayam Pakuan Klaten

Ayam Pakuan
Sumber: ayampakuan.com

Setelah seharian kita bermain di Sekolah Alam Bengawan Solo. Malam harinya kami diajak oleh pengurus pondok makan malam di ayam pakuan. Kami menuju sana menggunakan sepeda motor dan juga ada mobil dari pondok. Restoran Ayam Pakuannya baru dibuka dan pengelolaannya diserahkan ke ponpes Aba.

Ketika itu kami kedatangan salah satu pemateri yaitu Coach Anthon pemilik dari bengkel mobil Anugerah Prima Motor Klaten. Beliau bersama keluarganya makan bersama kami. Kami pun makan bersama di sana. Setelah selesai para peserta ada yang langsung pulang. Tapi saya kembali lagi ke pondok.

Itulah pengalaman saya ketika mengikuti acara 6 hari jadi pengusaha di Pondok Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf. Terimakasih.

Advertisements

1 thought on “6 Hari di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf Klaten

Kommen