Advertisements

6 Hari di Pesantren Madinatul Quran Jonggol

Selang beberapa bulan dari acara 6 hari jadi pengusaha di Pesantren Wirausaha Abdurahman bin Auf. Salah seorang pesertanya mengadakan acara serupa selama 6 hari juga di Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Nama acaranya juga sama yaitu 6 hari jadi pengusaha. Acara ini berlangsung dari tanggal 21-26 Desember 2015.

Berangkat bersama pembisnis property syariah

6 Hari di Pesantren Madinatul Qur'an Jonggol
Sumber: Pixabay.com

Awal dapat info ada acara ini saya langsung daftar. Karena waktu itu sedang semangat-semangatnya belajar tentang kewirausahaan. Sampai awal mau berangkat bingung juga berangkat dengan siapa. Di Bogor ada saudara juga jauh dari Jonggol. Tapi, setelah panitia membuat grup whatsapp ada peserta yang dari Jogja yang menawarkan tumpangan untuk pergi bersama menuju Jonggol.

Namanya adalah Pak Nanang beliau memiliki bisnis di bidang property syariah. Orangnya sangat ramah dan baik. Kami berangkat dari Jogja berlima bersama saya, Pak Nanang, adik pak Nanang, peserta dari Solo, dan satu peserta dari Jogja.

Perjalanan Menuju Jonggol

jonggol
Sumber: hipwee.com

Kami memulai perjalanan dari Jogja pada waktu sore hari melewati jalur Magelang. Di Magelang berhenti sejenak untuk shalat lalu elanjutkan perjalanan. Jalur yang kami tempuh melalui jalur utara. Masuk ke jalan tol Cipali, Tol yang baru di resmikan. Sebelmnya kami mengalami keacetan sebelum memasuki tol Cipali di daerah Brebes.

Kami terjebak kurang lebih sekitar 1-2 jam di sana. Kami sampai masuk Bogor menjelang subuh. Sebelum ke Pesantren Madinatul Qur’an kami mengunjungi ke pembuat acaranya dahulu di dekat radio Radja Bogor untuk memandu menuju ke pesantren di Jonggol.

Nama pembuat acara itu adalah Pak Dedi Gunawan. Beliau memiliki beberapa bisnis ada yang pelatihan berbasis android, ios dan jaringan. Salah satu perusahaannya yang terkenal yaitu IDN ( ID Networkers) yang berdiri sejak tahun 2008. Dari rumah pak Dedi menuju Jonggol kurang lebih sekitar 1,5 jam.

Pesantren Madinatul Qur’an Jonggol

logo pondok pesantren madinatul quran
Sumber: youtube.com

Bagi yang belum tahu tentang Pesantren Madinatul Qur’an Jonggol. Pondok Pesantren Madinatul Qur’an merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang berusaha untuk menghidupkan nilai-nilai Islam sesuai manhaj salafus shalih. Pondok ini selain dibekali dengan ilmu Islam para santrinya juga dibekali dengan berbagai keterampilan kewirausahaan di bidang agrobisnis.

Setelah lulus dari pesantren para santri diharapkan nantinya menjadi huffadz al qur’an yang terampil berbahasa arab dan menjadi bibit da’i yang alim di masa yang akan datang, dan juga mempunyai keterampilan agar mampu mandiri untuk menopang dakwah yang akan mereka sebarkan.

Para Pemateri 6 Hari Jadi Pengusaha MQ

6 hari di pesantren madinatul quran

Selama 6 hari, kami kedatangan 12 pemateri dari berbagai latar belakang bisnis. Ada Developer Mobile Apps, usaha training jaringn, kontruksi bangunan, ekspor, bisnis online, dan ada juga seniman grafis typhography.
Berikut para pematerinya :

1. Widhi Mutaqqin
Beliau menjabat sebagai CEO Expose Academy, CEO Expose-3D ( PT. Expose Trivisium). Beliau juga memiliki publishing house bernama ZAHRAN, dan sebagai mobile game developer. Beliau menyampaikan materi dengan tema ” Start a buisness in a creative industry “

2. Lhuqita Fazry
Beliau merupakan founder dari Fazrilabs Media Indonesia dan juga memiliki PT. Sahoot Indonesia Pratama. Beliau menyampaikan materi temanya “Android Mobile Monetization with Mobile Ads”

3. Dedi Gunawan
Selain beliau yang mengadakan acara 6 hari jadi pengusaha di Jonggol. Beliau juga mengisi materi juga dengan tema “Cara Mudah Memulai Membangun Usaha IT”

4. Ardy Seto Priambodo
Mas Ardy ini adalah seorang drone dan quadcopter specialist. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Memulai Usaha dari Hobi”. Jadi, beliau ini hobinya utak atik drone beliau juga dapat pundi-pundi rupiah dari hobunya itu.

5. Brian Arfi Faridhi
Mas Brian adalah founder & CEO PT. Shoop International E-Commerce, Co-founder & CEO PT. Dhezign Online Solution, Co-Founder & Advisor di pernikmuslim.com, Co-Founder tutor.co.id. Selain seabreg jabatan yang beliau emban. Beliau juga merupakan Juara Wirausaha Muda Mandiri dan Juara Bubu Award, Mobile App Utility.

6. Indra Pratowo
Beliau memiliki usaha yang bernama Zamil Engineering and Contruction, Oil Gas and Contruction Service Learning Center dan juga penulis buku belajar SAP2000

7. Wahyu Putra

Beliau adalah CTO/Founder dari Startup Digital Indonesia, CEO Shoelestari “Custom Handmade Shoes”. Memberikan materi dengan tema ” Mengatur Bisnis Secara Mudah dengan Businees Model Canvas”

8. Hamdani Abu Fudhail

Merupakan ketua dari komunitas IT Support Dakwah, CEO PT Startup Digital dan CEO RedCamel Project. Memberikan materi dengan tema “How to Develop Startup & Communities”.

9. Reza Iqbal

Merupakan Co Founder PT Salnatera Teknolog, Co Founder Jagad Kabin, Software Developer dan pengembang Ensiklopedia Hadits Kitab 9 Imam Android & IOS

10. Nursyamsu Mahyuddin

Bapak yang satu ini adalah ketua KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia). Presiden Direktur PT Nudira, dan Owner dari Nusagri Group. Beliau menyampaikan materi dengan tema ” Cara Mudah dan Aman Memulai Bisnis Ekspor”

11. Andita Sely Bestoro

Mas Andita merupakan SEO & Digital Marketing Expert Distilled, CEO Digital Media Plus, Marketing Planning dan Analysis Officer, Amazon Publisher, dan Google Adsense Publisher. Menyampaikan materi dengan tema “Cara Mudah Bisnis Online”

12. Alib Isa

Mas Alib Isa adalah seorang seniman grafis typhography, owner kacamata studio, dan founder sekaligus presiden dari Nasjem.

Para peserta yang hadir kurang lebih sekitar 40an orang. Para peserta berasal dari berbagai daerah yang paling jauh ada dari Padang. Latar belakang para peserta juga bermacam-macam. Bahkan, ada yang omzetnya sebulan sekitar 1 miliar. Jadi, yang mengikuti acara ini tidak hanya orang yang ingin tahu atau baru akan memulai bisnis tapi juga para senior yang sudah terjun menjalankan bisnis juga ada. Seperti ketika acara di Klaten.

Selain materi tentang bisnis sehabis sholat ashar kami juga mendengarkan kajian dari Syaikh Kamal Muhammad Yahya Annajjar (Native). Ada satu lagi asatidz yang akan menyampaikan materi kajian akan tetapi beliau berhalangan hadir. Beliau adalah Ust. Fauzan Shalih, S.T, Lc, Ma yang merupakan pengasuh dari ponpes MQ.

Sekian cerita pengalaman saya ketika di Jonggol. Terimakasih.

Advertisements

Kommen