Apa Itu Air Mata Buaya? Pengertian dan Contoh Kasusnya

air mata buaya adalah
pixabay.com

Apa Itu Air Mata Buaya – Mungkin anda sering mendengar orang yang berkata dengan istilah air mata buaya yang biasanya dimanfaatkan oleh orang untuk berpura-pura dalam kesedihan. Pengertian dari air mata buaya itu sendiri adalah emosi yang hanya berpura-pura atau palsu pada seorang yang munafik dimana dia hanya pura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata tidak dari hatinya atau air mata palsu. Istilah ini asalnya dari sebuah anekdot kuno bahwa buaya itu menangis untuk menarik perhatian dari mangsanya atau menangis untuk mangsa yang telah mereka terkam. Kisah ini bermula menyebar di dalam cerita perjalanannya Sir John Mandeville di abad ke empat belas.

Di dalam buku Mandeville bercertia mengenai seekor buaya yang pura-pura tidak makan daging. Tapi suatu ketika buaya itu membunuh seorang anak laki-laik. Aneh tapi nyata, buaya itu mengeluarkan air mata ketika memakan anak laki-laki itu. William Shakespeare memakai istilah ini di dalam naskah sandiwaranya yaitu Tagedi Othello pada tahun 1603. Kalimat dari naskah itu sebagai berikut:

“Iblis!, Iblis!. Apabila bumi ini dikerumuni dengan tangisan para wanita, tetesan yang jatuh itu adalah buaya. Pergi dari pandanganku!”

Dalam faktanya, buaya memang menangis ketika memakan mangsanya. Bukan sebab dia merasa iba, menyesal atau sedih karena memakan buruannya. Namun, buaya menangis sebab ketika dia memakan buruannya, kelenjar air mata buaya tertekan dan air matanya pun keluar seperti sedang menangis. Padahal sebenarnya dia lagi bahagia dengaan memakan buruannya yang lezat.

Contoh Kasus atau Peristiwa Air Mata Buaya

Belum lama ini contoh dari istilah air mata buaya ini menjadi ramai dibicarakan. Ya benar. Istilah itu muncul dengan heboh ketika seorang pejabat daerah DKI Jakarta non Muslim yang menjadi tersangka dalam kasus penistaan Agama Islam dan di sidang di pengadilan negeri. Dia menaingis di hadapan hakim dan ada seperti sandiwara dengan menghadirkan saudara angkatnya yang berkerudung lalu memeluknya. Padahal dalam Islam saudara angkat itu termasuk bukan mahram atau haram untuk disentuh. Ya semoga saja si bapak penista ini diberikan hidayah agar mulutnya bisa dijaga dan tidak menyakiti orang-orang disekitarnya atau di Indonesia pada umumnya.

Advertisements

Kommen