Advertisements

Contoh Cerpen Cinta Romantis, Sedih, Cinta Segitiga dan Cinta Islami

Contoh Cerpen – Cerpen cinta merupakan salah satu jenis cerpen yang mengangkat tema percintaan sebagai inti dari cerita. Seperti yang sudah diketahui cerpen merupakan akronim dari “cerita pendek”. Artinya, cerpen adalah berbagai jenis cerita pendek yang umumnya adalah narasi kejadian fiktif. Keberadaan cerita pendek ini tergolong memiliki isi yang padat. Hal ini wajar tentunya mengingat suatu cerita yang memuat pendahuluan, masalah, hingga penyelesaian harus disusun dalam suatu cerita yang cukup pendek.

Berbagai cerita pendek juga diketahui sebagai cerita yang paling singkat dari jenis tulisan fiksi lainnya. Oleh sebab itu, cerpen pun menjadi banyak diminati di kalangan masyarakat. Minat pada cerpen yang meningkat ini kemudian menyebabkan semakin banyak jenis cerpen yang dikembangkan. Tentunya jenis cerpen cinta tidak mungkin ketinggalan.

Cerpen cinta sendiri dibagi lagi menjadi beberapa karakteristik lain. Ada jenis cerpen cinta romantis, cerpen cinta sedih, cerpen cinta segitiga, cerpen cinta pertama, dan cerpen cinta islami. Pastinya ada penasaran bukan dengan masing-masing contoh dari cerpen tersebut? Oleh sebab itu, pada bagian selanjutnya akan diberikan contoh masing-masing jenis cerpen di atas sebagai informasi untuk anda. Simak contohnya berikut ini.

Contoh Cerpen Romantis

contoh cerpen romantis
luthfan.com

Pagi pagi benar alarm di kamarku berbunyi. Bunyi alarm milikku memang menarik, suara gendang bertabuh kencang yang aku percaya ampuh membangunkanku setiap harinya. Penting untukku untuk tidak bangun terlambat pagi ini. Alasannya sederhana, hari ini adalah hari pertama aku masuk kuliah.

Mahasiswa baru pada umumnya harus melalui program pengenalan (ospek), namun karena aku sakit dan dirawat di rumah sakit satu minggu kemarin maka aku pun tidak dapat mengikuti program pengenalan tersebut. Hal ini membuatku khawatir mengenai apa yang harus kulakukan di hari pertama aku masuk kuliah ini.

Aku memutuskan untuk bangun lebih awal, untuk menyediakan waktu lebih mencari tahu kelas dan lingkungan sekitar kampus sebelum mulai kuliah. Setelah selesai bersiap dan semua kebutuhan kuliah dipastikan tidak ada yang tertinggal, aku pun berangkat ke kampus. Aku mengendarai sepeda motor yang telah menemaniku sejak SMA ini.

Kampusku memiliki parkiran motor yang cukup luas, hal ini aku sadari ketika aku sampai di kampus dan kemudian mencari tempat untuk memarkirkan motorku. Tempat parkir dengan mudah aku temukan, mungkin karna waktunya pun masih tergolong sangat pagi dan parkiran cukup kosong. Parkiran di kampusku ada di sebuah gedung berlantai 5. Sehingga ketika aku memutuskan memarkirkan motor di lantai 3, aku perlu menuruni tangga untuk keluar dari gedung parkir ini.

Terlalu sepi ternyata tangga gedung parkir di pagi hari. Aku memutuskan untuk mempercepat langkah kaki menuruni tangga dan tiba tiba terhenti karena ada seseorang yang menaiki tangga dari arah bawah. Karena terkejut aku pun berteriak. Seseorang tadi yang ternyata seorang laki-laki langsung meraih kedua wajahku dan berkata “hey tenang, kenapa berteriak?”

Setelah memfokuskan penglihatan sejenak, kusadari ternyata laki-laki ini sangat tampan parasnya. Aku menjauhkan wajahku dari rengkuhan tangannya dan tidak menjawab. Hanya melewatinya di sisi tangga untuk melanjutkan menuruni tangga. Jika boleh diakui, memang laki-laki tampan yang spontan menyentuh wajahku tadi membuat perasaan aneh pada jantungku. Jantung ini berdegup kencang karena tatapan matanya, sentuhan tangannya, dan suaranya yang mengalihkan waktuku sesaat itu.

Sambil berjalan menuju kelas yang masih aku cari, pikiranku tetap mengarah pada kejadian barusan. Lalu aku berangan angan, “mungkinkah aku bertemunya kembali?” Saat masih berangan angan, aku pun sampai di depan kelasku. Aku terburu buru membuka pintu, karena aku tahu aku sudah terlambat akibat sempat menyasar mencari ruang kelas ini. Pintu kelas kubukan dan laki-laki itu ternyata ada di sana. Aku berteriak dalam hati “dia teman sekelasku?” Mungkin kisahku dengannya masih terus berlanjut mulai dari sini.

Cerpen Cinta Sedih

Cerpen Cinta Sedih
luthfan.com

Setelah melalui beberapa hari tanpa kabar darinya, aku pun akhirnya sampai di kota ini. Denpasar merupakan kota di mana dia, laki-laki itu pergi dengan izin melanjutkan pekerjaannya. Lalu bagaimana bisa sampai seperti ini? Bagaimana bisa tak ada satu pun kabar darinya selama beberapa hari, tepat setelah dia menyatakan akan kembali dan membawa hubungan kami ke jenjang pernikahan?

Hal ini tidak biasanya terjadi. Laki-laki yang memintaku menjadi isterinya bukan laki-laki tidak bertanggung jawab yang akan meninggalkanku tanpa penjelasan. Aku pun tidak bisa menerima kenyataan. Kuputuskan menemuinya di kota ini. Padahal memang sudah ada rencanaku untuk mengunjungi kota ini, sesuai sarannya terakhir kami berbicara.

Aku khawatir bukan hanya karena hubunganku yang terancam kandas, melainkan aku khawatir tentang keselamatannya. Tidak ada tanda dan pesan sama sekali, sebelum mendadak dirinya menghilang tanpa kabar. Hari pertama aku sampai di sini, tujuan pertamaku adalah kantor tempatnya bekerja.

Kantor tempat calon suamiku bekerja ini tampak masih beraktivitas tanpa ada tanda-tanda kehilangan. Aku mencoba memasuki kantor tersebut. Aku menemui penerima tamu di depan dan menyebutkan namanya untuk bertemu. Penerima tamu itu terlihat kaget mendengar aku menanyakan keberadaannya. Dia berkata, “mba mencari mas Adi? mba belum tahu ya?”

Situasi seperti ini sungguh tidak aku sukai. Suatu situasi di mana aku tahu akan ada suatu berita tidak mengenakkan yang akan aku dengar, namun aku tidak bisa menghindari berita ini. Aku menjawab, “belum tahu apa mba? memang ada apa ya?”

Penerima tamu di kantor tersebut kebingungan untuk menjawab. Setelah beberapa saat dia bertanya, “mba hubungannya dengan mas Adi apa ya? apa mba mau bertemu dengan pihak kantor saja yang lebih berwenang untuk menjelaskan?”

Aku mengangguk pelan, bingung dengan keadaan. Kuikuti langkah penerima tamu tersebut yang mengantarkan aku ke sebuah ruangan bertuliskan HRD. Setelah masuk, aku dipersilahkan duduk dan kemudian seorang wanita menghampiriku. Wanita itu bertanya, “mba kerabat dari mas Adi ya? perkenalkan mba aku Inta HRD kantor ini.”

“Aku tunangan Adi mba. Adi kenapa ya? Adi di mana?” tanyaku tidak dapat lagi membendung kekhawatiran ini. Pihak dari kantor itu menjawab “mas Adi termasuk beberapa karyawan yang menjadi korban dalam kecelakaan kerja mba. beberapa hari ini kami telah mencoba menghubungi keluarga mas Adi tapi belum ada jawaban. saat ini mas Adi dalam keadaan koma mba. kami bisa mengantarkan mba menuju ke rumah sakit sekarang.”

Aku terkejut dan menangis, tidak bisa menerima kenyataan ini. Beberapa pihak kantor mengajakku pergi ke rumah sakit. Adi tidur terlelap di ruang ICU. Adi koma. Aku diperbolehkan masuk untuk menemuinya. Aku menyentuh tangannya dan menangis tersedu melihat keadaan Adi. Tapi tidak ada jawaban, tidak ada suara Adi yang menenangkan keadaan hatiku yang tidak karuan ini.

Tidak beberapa lama, terdapat pergerakan tangan Adi. Matanya pun membuka dan melihat ke arahku. Setetes air mata keluar dari matanya. Aku ikut menangis. Aku terisak, “Adi…”

Wajahnya tersenyum, sekali lagi Adi mengarahkan matanya padaku dan mendadak menutupnya kembali. Berbagai mesin mulai berbunyi. Dokter dan tim medis datang dan aku tidak bisa lagi berpikir jernih. Apa yang terjadi dengannya?

Dokter pun keluar dan menyampaikan Adi telah tiada. Dia pergi meninggalkanku dengan senyumnya. Dia pergi membawa cintaku hanya untuknya. Raga adi telah pergi, namun jiwanya tetap ada di sini di dalam hatiku.

Cerpen Cinta Segitiga

Cerpen Cinta Segitiga

Hari ini aku pertama kali masuk ke sekolah sebagai siswa pindahan. Karena tanggung jawab pekerjaan ayahku, keluarga kami pindah dari Bandung ke Jakarta. Sekolahku di Jakarta cukup dekat dari rumah. Sehingga pagi ini pun aku sampai di sekolah cukup cepat. Menemui Tata Usaha, aku pun akhirnya mengetahui kelasku yang baru.

Saat bel tanda masuk kelas berbunyi, aku pun diajak perwakilan TU menemui wali kelasku untuk diantar ke kelas dan diperkenalkan. Aku kemudian diarahkan untuk duduk dengan seorang bernama Ayu. Wanita yang cantik dan sepertinya cukup populer di sekolah. Dibandingkan denganku, tentu aku hanyalah wanita biasa yang tidak memiliki gaya yang unik untuk menjadi populer.

Aku mencoba memulai percakapan dengannya, dan ternyata Ayu anak yang ramah. Ayu pun berjanji akan menemaniku berkeliling sekolah saat istirahat nanti. Waktu istirahat pun tiba dan Ayu menepati janjinya menemaniku berkeliling. Tiba tiba ada seorang siswa laki-laki yang mendekat dan memanggil Ayu. “Eh Deni. Mau kemana?” sapa Ayu. Wajah Ayu sesaat terlihat malu sambil berbicara. “ke kantin Yu.” Jawab lelaki itu padanya. “Kita ke kantin juga yuk?” ajak Ayu padaku. Aku mengangguk mengiyakan.

Selama di kantin, Ayu mengenalkanku pada temannya bernama Deni. Deni ternyata adalah sahabat Ayu sejak kecil. Menurut penglihatanku Ayu terlihat menyukai Deni lebih dari teman. Terlihat Ayu sedikit berbeda dalam bertindak ketika ada di sekitar Deni. Memang Deni cukup menarik untuk wanita manapun. Namun, tidak pernah aku sangka bahwa Deni malah lebih tertarik untuk berbincang bincang padaku. Deni menanyakan dari mana aku pindah dan alasan aku pindah. Hal ini tentu saja tidak mengenakkan untukku dan Ayu.

Setelah istirahat, aku dan Ayu kembali ke kelas dan Ayu mulai berbeda sikapnya juga padaku. Sepertinya Ayu cemburu karena Deni sangat memperhatikanku di kantin tadi. Aku pun berkata menenangkan Ayu, “Yu kamu nggak marah sama aku kan?” Ayu menjawab, “kamu suka nggak sama Deni?” Jawabku padanya, “nggak Yu. Bagaimana bisa suka baru juga bertemu beberapa saat.” Ayu pun kembali tersenyum setelah mendengar penjelasanku. Hampir saja aku hampir kehilangan teman pertamaku, hanya karena cinta segitiga yang tidak jelas.

Cerpen Cinta Pertama

Cerpen Cinta Pertama

Aku baru berusia tiga belas tahun saat aku jatuh cinta dengan anak laki-laki empat atau lima tahun lebih tua dari aku. Ini adalah perasaan yang paling membahagiakan dan aku masih belum bisa mengatasinya, seperti yang mereka katakan saat wanita jatuh cinta, dia tidak akan pernah bisa jatuh cinta lagi, meski saat itu aku remaja, tapi aku masih memiliki kenangan yang jelas tentang anak laki-laki itu dan bagaimana perasaan aku terhadapnya.

Aku adalah seorang remaja yang cerdas, ceria, dan lucu, yang menjalani hidup dan menjalani hidup sepenuhnya, ketika tiba-tiba kehidupan berubah untuk aku. Aku telah mengarahkan mata aku kepadanya saat pertama kali tiba di taman koloni dan dia sedang mengobrol dengan teman-temannya. Aku menemukannya sangat tampan, rambut keriting, cokelat gelap dan mata cokelatnya yang besar dan gelap! Aku terpana! Meskipun sekarang saat aku menengok ke belakang, aku menertawakannya hanya sebagai tergila-gila belaka, tapi aku tidak tahu mengapa aku merasakan hubungan instan dengannya, saat dia melihat ke mataku, hatiku berkibar dan aku biasa merasa sangat gugup dan bersemangat pada saat itu di waktu yang sama.

Anak laki-laki ini sangat tinggi dan adil dan memiliki rambut terindah dan kumis yang sangat cerdas dan setiap kali aku melihatnya, aku menjadi lemah berlutut. Dulu aku menghabiskan waktu bersamanya, tapi aku tidak pernah bisa mengumpulkan cukup keberanian untuk berdiri di depannya dan berbicara dengannya. Aku terlalu kecil dan terlalu naif untuk memikirkannya! Hal-hal berlanjut dengan cara ini selama beberapa bulan dan tidak ada yang terjadi sampai suatu hari ketika dia tersenyum padaku! Bayangkan pangeran aku menawan tersenyum padaku, akhirnya dia memperhatikan aku, dan aku harus memberitahu Anda, itu adalah senyum terindah yang pernah aku lihat!

Ayah aku dipindahkan ke kota lain dan aku harus melakukan perjalanan sendirian, karena ayah aku telah mengatur pendaftaran sekolah di kota itu dan aku harus pergi. Aku dapat memiliki hubungan yang indah dengan anak laki-laki yang namanya tidak aku kenal. Tidak tahu sampai sekarang apakah itu cinta pertamaku?

Cerpen Cinta Islami

Cerpen Cinta Islami

Sejak kecil aku memiliki teman bernama Taufiq. Temanku ini sangat pintar dan cerdas, sehingga akupun menaruh hati padanya. Tidak pernah terbayangkan padaku bagaimana jika suatu hari bukan Taufiq yang menjadi suamiku dan imamku. Aku hanya tahu aku ingin menjadi pendamping hidupnya selamanya.

Sayangnya, hubungan pertemananku dan Taufiq sempat terputus karena jarak yang memisahkan. Taufiq berkuliah ke luar kota dan aku tetap di Jakarta. Masa waktu kuliah, Taufiq jarang kembali ke rumah. Bahkan menurut cerita tetangga yang kudengar Taufiq telah menjadi sangat betah di daerah tempat di kuliah sekaligus memperdalam ilmu agama.

Suatu hari di liburan semester, tidak sengaja aku bertemu dengan Taufiq saat pulang kuliah. Dia tetap tampan dan menawan dan hatiku masih bergetar dibuatnya. Aku tersenyum padanya, namun Taufiq seperti ragu membalas senyumku. Dia hanya mengangkat tangannya menyapaku sesaat. Apakah Taufiq sudah punya pacar ya? pikirku,

Beberapa bulan sejak kejadian itu, aku menerima desas desus bahwa setelah wisuda Taufiq akan ta’aruf dengan seorang wanita. Tidak diketahui siapa wanita itu. Kemungkinan besar adalah temannya di masa kuliah. Sungguh hatiku hancur mendengarnya. Aku telah lama menyimpan perasaan padanya, namun kali ini perasaanku benar benar harus dihentikan karena Taufiq akan menjadi suami orang. Berhari ari aku mengurung diri di kamar.

Hingga suatu hari ibu mengetok pintu kamarku dan meminta aku membersihkan diri dan keluar menemui tamu di rumah. Aku menuruti ibu, karena takut dianggap tidak sopan oleh tamu. Saat keluar, aku terkejut karena di ruang tamuku ada Taufiq dengan orang tuanya. Apa yang akan mereka lakukan di rumahku? Ternyata wanita yang diajak ta’aruf oleh Taufiq adalah aku.

Alhamdulillah..

Sungguh luar biasa kuasa Allah. Bahkan ketika aku tidak mengiranyia, Allah memberikan apa yang aku idamkan selama ini. Aku resmi menjadi istri Fajar dan cinta kami pun dibangun perlahan lahan. Karna cinta tidak harus membutuhkan waktu yang lama.

Demikianlah tadi 5 contoh cerpen cinta yang mungkin anda ingin ketahui. Setiap cerpen cinta, pastinya hangat di hati. Namun, tidak dapat dipungkiri cerpen cinta pun dapat membawa perasaan menjadi sedih. Oleh karena itu, cerpen cinta selalu dikaitkan dengan batas yang sangat tipis antara kebahagian juga kesedihan. Selamat merasakan dua perasaan saat mencintai tersebut melalui cerita-cerita di atas!

Advertisements