Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan, Hewan, dan Lingkungan

Dalam artikel ini  akan membahas contoh teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi merupakan tulisan yang berbentuk hasil laporan mengenai observasi (pengamatan) yang telah dilakukan. Teks laporan hasil observasi ini sangat penting untuk mengumpulkan informasi-informasi yang berhasil dikumpulkan selama dilakukannya pengamatan. Penulisan dari teks laporan hasil observasi ini memiliki aturan khusus yang harus diikuti.

Struktur Laporan Hasil Observasi

Struktur Laporan Hasil Observasi

Berikut ini aturan penulisan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
Struktur dari teks laporan hasil observasi paling tidak harus memuat tiga bagian, sebagai berikut:

  • Bagian Definisi Umum
  • Bagian Deskripsi Isi
  • Bagian Deskripsi Manfaat

Aturan Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Aturan Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Selanjutnya, penulisan teks laporan hasil observasi ini pun memiliki aturan lainnya seperti aturan kebahasaan. Aturan-aturan kebahasaan tersebut antara lain mencakup daftar berikut ini:

  1. Ditulis sebagai hasil dari pengamatan (observasi) atau studi penelitian yang baru dan terkini
  2. Ditulis karena bersifat universal
  3. Ditulis untuk membahas objek tunggal
  4. Ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti yang diatur dalam KBBI.
  5. Ditulis tanpa adanya bagian penutup dari sisi penulis.

Setelah mengetahui beberapa aturan dalam penulisan teks laporan hasil observas, berikut ini beberapa contoh teks laporan hasil observasi yang dibuat dengan tema tumbuhan, hewan, dan juga lingkungan.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan Mawar

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan

Berikut ini adalah contoh teks laporan hasil observasi tentang tumbuhan mawar:

Mawar dalam Ilmu biologi adalah bunga yang termasuk dalam anggota keluarga Rose. Nama botani dari bunga mawar adalah Rosa. Bunga Mawar adalah spesies bunga abadi yang sangat populer untuk tumbuh di kebun rumah. Sudah terdapat banyak macam dari bunga Mawar yang diperbanyak dan dikembangbiakan untuk mendapatkan warna dan harumnya bunga-bunga Mawar ini.

Bunga Mawar yang indah ini memang memiliki kecenderung mudah untuk dihibridisasi. Pertumbuhan bunga mawar berbentuk seperti semak-semak bunga yang tumbuh tegak, yang jika tumbuh dalam jumlah banyak memberikan kesan yang manis, indah, juga klasik bagi penikmatnya.

Keberadaan bunga Mawar adalah bunga yang paling dikenal. Apa yang melatarbelakangi kepopuleran bunga Mawar ini? Latar belakangnya adalah karena bunga Mawar umumnya ditanam sebagai tanaman hias murni. Bunga Mawar sebagai tanaman hias ini sangat menarik pecinta tumbuhan.

Walaupun begitu, bunga Mawar juga sering ditanam untuk keperluan komersial. Salah satu penanaman bunga Mawar yang ditanam untuk keperluan komersial adalah bunga Mawar yang ditanam untuk menjadi bibit parfum. Kebanyakan bunga Mawar mekar dengan tampilan bunga berwarna-warna indah, misalnya berwarna merah tua, pink, ataupun putih.

Tidak jarang juga saat ini bunga Mawar banyak dikembangkan menjadi warna-warna lain.
Bunga Mawar juga populer dengan keunikan pertumbuhannya yang dapat menyusut dari tinggi sebelumnya yaitu sekitar 2,00 meter (6,50 kaki). Tanaman ini adalah jenis bunga yang banyak menjadi penarik yang hebat untuk kupu-kupu, lebah dan burung.

Oleh karena itu, bagi anda yang ingin memiliki kebun dengan banyak kupu-kupu, lebah, dan burung maka tanamlah bunga Mawar di pekarangan anda.

Varietas bunga Mawar yang populer dikalangan pecinta bunga-bungaan adalah bunga Mawar jenis Knock Out, Kordana Series, Iceberg, Mister Lincoln dan Double Knock Out.

Bunga Mawar tersebut cenderung membutuhkan perawatan dalam tingkat yang normal atau sedang, sehingga Anda pun perlu memastikan bahwa Anda memiliki kebutuhan tanah, matahari, pH, dan air yang cukup untuk tanaman ini. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan Anda memiliki tanaman yang sehat dan juga kuat.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Hewan Gajah

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Hewan

Berikut ini adalah contoh teks laporan hasil observasi tentang hewan gajah :

Lihat dulu yuk tingkah lucu anak gajah berikut bikin gemess!

Singa yang memiliki jantung dan paru-paru yang cukup kecil merupakan hewan yang tergolong sebagai hewan yang bukanlah pelari cepat. Kecepatan maksimum seekor singa berlari adalah 60 kilometer per jam. Singa juga diketahui tidak memiliki stamina untuk mempertahankan kecepatan ini lebih dari 100 – 200m.

Itulah sebabnya mengapa singa mengandalkan penguntitan mangsanya dan jarang menerkam mangsa sampai mereka berada dalam jarak 30m. Terkecuali jika mangsa sedang menghadap ke depan dan tidak dapat melihat pemangsanya.

Singa menguntit mangsanya, meski perilaku penyergapan telah mulai direncanakan. Hal ini terjadi terutama pada siang hari saat mengintai mangsa dirasakan lebih sulit. Dari 1.300 perburuan yang diamati di Serengeti, 48% hanya melibatkan satu singa, 20% melibatkan dua singa, dan sisanya melibatkan singa dalam kelompok mulai dari tiga ekor hingga delapan ekor.

Singa betina merupakan aktor yang melakukan sebagian besar perburuan, dan Singa jantan yang ikut serta berburu biasanya tetap tinggal bersembunyi sampai pembunuhan dilakukan. Singa yang berburu berpasangan dan kelompok memiliki tingkat keberhasilan sampai 30%. Sedangkan Singa yang berburu sendiri di siang hari memiliki tingkat keberhasilan 17 – 19%, namun Singa yang berburu dalam kelompok pada malam hari dianggap sebagai kucing yang ramah.

Sebagian besar perburuan yang sukses di malam hari adalah perburuan yang melawan binatang buruan tunggal. Salah satu alasan tingkat keberhasilan perburuan singa yang relatif rendah adalah karena singa tidak mempertimbangkan arah angin saat berburu; Mereka sering mendekati mangsa dari arah angin yang kencang, sehingga menyadarkan mangsa akan keberadaannya dan pergi kabur.

Kedua, singa umumnya jarang mengubah jalur serangan malah memilih meninggalkan jalur. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan dimana seekor singa yang meleset dari sasarannya pada putaran pertama, biasanya akan meninggalkan pengejaran.

Perburuan impala dan mangsa berukuran sedang secara signifikan lebih mungkin berhasil bila singa tidak menguntit mangsanya melainkan mengejar mereka segera setelah deteksi. Kebalikannya berlaku untuk spesies mangsa berukuran kecil. Namun, singa lebih cenderung menguntit impala dan spesies berukuran sedang dan menguntit mangsa berukuran kecil.

Studi tentang taktik berburu kelompok oleh singa menjelaskan mengenai rencana dasar yang serupa dalam proses perburuan. Ketika kelompok singa tersebut melihat mangsa, sebuah perburuan sering diprakarsai oleh singa tunggal yang melihatnya, yang kemudian oleh singa lainnya direspons dengan melihat ke arah yang sama (satu-satunya bentuk “komunikasi” singa) yang jelas dan telah dibuktikan kesuksesannya dalam proses perburuan. Singa kemudian mengepung dan meluncurkan serangan pada mangsa tersebut, hingga mendorong mangsa ke arah yang lain yang menyergap dari posisi penutup mereka.

Menurut pengamatan, singa sering tapi tidak secara eksklusif mengikuti pola berburu yang sama dan membagi singa menjadi beberapa peran seperti pengintai kiri, tengah & posisi sayap kanan. Singa yang berburu dalam peran pilihan mereka memiliki tingkat keberhasilan kelompok sebesar 9%.

Begitu berada dalam jangkauan mangsa yang lebih kecil, singa menggunakan kaki mereka untuk menampar bagian belakang hewan di kakinya atau menjatuhkannya dari keseimbangan kemudian menyeretnya ke bawah. Gigitan pada leher mangsa tersebut dapat dengan cepat membunuh hewan itu.

Pada mangsa yang lebih besar, singa akan mendekati hewan pada suatu sudut, melompat ke atasnya dan menggunakan beratnya sendiri untuk menggiring hewan ke tanah. Singa kemudian akan menggigit tulang belakang dalam upaya untuk memutuskan sumsum tulang belakang saat mereka melakukannya.

Setelah jatuh, mereka menggigit tenggorokan atau bagian atas hidung dan mulut mangsanya untuk mencekiknya, posisi ini pun dilakukan untuk menghalangi mereka keluar dari tanduk yang bisa melukai singa itu.

Ketika banyak persediaan makanan, singa menjorok ke dalam gerak perpindahan yang radiusnya dekat. Pada saat ini, rata-rata singa jantan menelan sekitar 15% dari berat badan mangsa. Makanan dibagikan dengan cukup serakah. Singa terkecil dan paling lemah sering kalah dari orangtuanya yang kelaparan bahkan tidak akan berbagi dengan keturunan mereka sendiri.

Singa biasanya mulai makan dengan membuka perut dan memakan isi perut dari mangsanya. Kebanyakan singa akan memakan jantung, hati dan ginjal mangsa, tapi tidak banyak singa yang membuka tengkorak untuk mengonsumsi kepalanya.

Singa pun telah tercatat pernah memakan manusia. Di mana pun singa ditemukan, pasti pernah tercatat kasus dimana singa memangsa manusia sebagai makanan. Kasus singa memakan manusia yang terkenal adalah dua ekor singa jantan yang membunuh 28 orang Indian dan “puluhan” orang Afrika di Tsavo, Kenya, pada akhir abad ke-19 dan satu singa jantan yang membunuh 48 manusia di Ankole, Uganda, pada 1920-an. Korban terbesar yang pernah terjadi adalah dari sekelompok singa yang memangsa 2.000 orang di distrik Njombe, Tanzania, antara tahun 1932 dan 1947.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Lingkungan Sekolah

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Lingkungan

Berikut ini adalah contoh teks laporan hasil observasi tentang lingkungan sekolah:

Kami mengunjungi tiga sekolah disbilitas swasta Sekolah untuk anak-anak dengan ketidakmampuan mendengar ini tergolong luar biasa dari sisi rasio guru per siswa yang tinggi dan keterampilan guru yang kami amati. Salah satu anak yang kami amati bernama “Tomas”, dia menunjukkan perkembangan yang lambat sejak masa kanak-kanak dan masih selalu berjuang di sekolah. Di sekolah terakhirnya, dia sangat tidak bahagia. Di sekolah baru ini, kepuasannya baru mulai terlihat dengan baik.

Ruang kelas Tomas berisi 8 anak, meskipun hanya 4 yang hadir saat kami sedang mengamati pembelajaran. Ternyata keempat siswa yang lain desang berada di ruangan yang berdekatan namun dengan pengajaran dari guru lain. Guru di ruang Tomas mengajarkan setiap siswa secara individual dengan waktu selama sekitar 10 menit, lalu berpindah dan mulai mengajar ke siswa lain.

Selama sang guru menghampiri setiap siswa, guru secara berkala memeriksa apakah siswa yang lain masih belajar dan tidak melakukan aktifitas lain yang menyimpang dari pembelajaran. Guru kelas ini memiliki kesabaran dan toleransi yang besar terhadap tingkah laku Tomas yang sering meninggalkan tempat duduknya dan membuat gerakan menari atau melompat sedikit dan mengganggu pembelajaran. Akan tetapi guru sesekali memberikan Thomas peringatan untuk mendengarkan pembelajaran dan menunggu guru menjelaskan pada teman-temannya dahulu.

Fokus penting dari pengamatan yang saya lakukan di sekolah adalah keberadaan taman bermain. Di sekolah Tomas ini, kedua guru hadir untuk keseluruhan aktivitas bermain pada jam istirahat siswa. Pengamatan ini tentu tergolong tidak biasa. Alasan guru ikut bermain di taman bermain adalah karena banyak yang dapat dipelajari di tempat bermain.

Guru juga berpendapat kesempatan pembelaran banyak terjadi jika dilakukan dalam bermain dan sangat sayang untuk dilewatkan. Suasana di taman bermain pun terasa santai dan menyenangkan. Tomas perlu dialihkan sekali saat dia menyimpang dari wilayah yang aman.

Tapi jika tidak, guru pun mengalihkan perhatiannya dengan mengawasi beberapa anak laki-laki yang lebih tua yang sedang bermain dengan teman sekelasnya. Meskipun kesulitan Tomas mengikuti sebuah agenda tampak jelas dalam permainan di taman bermain dan juga di kelas, kemudahan dalam membuat hubungan sosial dan sikap ramahnya tampaknya berkembang dengan pesat di sekolah ini.

Itulah tadi tiga contoh teks laporan hasil observasi yang mencakup observasi tumbuhan, hewan, dan lingkungan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk membantu anda dalam penulisan laporan hasil observasi.

Laporan Hasil Observasi