Doa Supaya Hati Tenang dan Sabar Dalam Menghadapi Masalah

Doa Supaya Hati Tenang dan Sabar – Semua orang pasti merasakan hati yang gelisah dan galau ketika menghadapi sebuah ujian atau masalah. Bagaimanakah sikap kita ketika hal itu datang. Berikut ini pembahasan tentang Doa supaya hati tenang dan sabar dalam menghadapi masalah di dunia. TESS

Supaya Hati Tenang dan Hilangnya Kesusahan

doa supaya hati tenang dan sabar

Orang yang beriman kepada Allah ta’ala yakin bahwa sumber dari ketenangan pada jiwa dan tentramnya hati ialahd dengan berdizkir kepada Allah ta’ala, berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-nama Allah , membaca Al Qur’an, dan dengan mengamalkan perintah-perintah-Nya.

 

doa supaya hati tenang

 

Maksudnya dengan kita berdzikir kepada Allah semua kegundahan dan galaunya hati kita akan hilang dang berubah menjadi kesenangan dan kegembiraan.

Tidak ada yang lebih besar untuk mendatangkan kebahagianan dan ketenangan untuk hati manusia melebihi dengan berdzikir pada Allah ta’ala.

Ualam salaf berkata, “Sungguh sangat kasihan orang yang cinta dengan dunia, pada akhirnya mereka akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka tidak merasakan nikmat yang paling besar di dunia ini” Kemudianada yang bertanya, “Apa kenikmatan yang paling besar itu?” Ulama menjawab, “Cinta pada Allah, hati merasa tenang ketika dekat denga-Nya, merasa rindu untuk bertemu dengan-Nya, dan hatinya merasa bahagia ketika mengamalkan dan berdzikir kepada-Nya”

Ini sesuai dengan ucapan yang terkenal dari Syaikh Ibnu Taimiyah, “Sungguh pada dunia terdapat surga, barang siapa orang yang belum pernah masuk ke dalam surga ini maka dia tak akan masuk ke dalam surga ketika di akhirat nanti”

Makna dari surga di dunia adalah cintah yang utuh dan pengetahuannya sempurna pada Allah ta’ala dengan paham atas nama dan sifat-Nya denga cara yang benar dan juga baik. Selalu berdzikir kepada Allah dengan rasa yang damai dan tenang ketika mendekatkan diri kepada Allah. Dan senantiasa mentauhidkan-Nya dalam rasa takut, berharap, cinta, berserah diri, dan bermuamalah, dengan menjadikan cinta dan ridho Allah ta’ala menjadi satu-satunya yang ada di dalam pikiran, kehedak, dan tekad seorang hamba. Inilah nikmat di dunia yang tidak ada bandingannya yang sekaligus sebagai penyejuk dan penyenang hati untuk orang yang selalu mencintai dan juga mengenal Allah ta’ala.

Doa Supaya Hati Tenang

Berikut doa supaya hati kita tenang. Doa ketika mengalami kesusahan, kesedihan, dan penawar hati yang dirundung duka.

doa ketika mengalami kesusahan, kesedihan, dan penawar hati yang dirundungi duka

Artinya: “Tiada ilah ayng berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb pemilik Arsy yang agung. Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit, Rabb bumi, serta Rabb pemilik, Arsy yang mulia”

Kisah Abu Bakar Ketika Hatinya Tidak Tenang

Doa Supaya Hati Tenang dan Dalam Menghadapi Masalah

Abu Bakar pernah merasa khawatir ketika sedang bersembunyi di gua Tsur bersama Rasulullah. Kemudian dikejar-kerjar oleh musuhnya ingnin membunuh mereka, ingin menangkap mereka. Bahkan bisa saja ketika saat itu juga ketika musuhnya melihat ke bawah bisa saja mereka langsung menusuknya dengan tombak akan di bunuh di situ atau akan di bakar hidup-hidup. Kekejaman Abu Jahal itu sudah dikenal di Kota Mekkah.

Dalam keadaan yang sangat khawatir Abu Bakar berkata kepada Rasulullah “Ya Rasulullah kalau mereka melihat ke bawah kaki mereka, kalau mereka melihat ke bawah betis mereka mereka akan menemukan kita ya Rasulullah, mereka akan menangkap kita ya Rasuulullah” Dalam keadaan Abu Bakar seih, khawatir dan galau dan ini adalah sifat manusia, orang mukmin mengalaminya. Orang beriman sekelas Abu Bakar khawatir, sedih, galau, tapi obatnya tetap iman.

Bedanya orang mukmin dan tidak mukmin adalah orang mukmin ketika hatinya tidak tenang atau sedih, galau dan khawatir obatnya itu adalah dengan mengingat Allah. Mungkin dia galau, mungkin juga dia merasa lelah, mungkin merasa sedih dan juga khawatir tapi, ketika diingatkan dengan nama Allah tenang ada Allah tenang Allah pasti membantu. Bukankah semua itu ditangan Allah langsung dia menjadi tenang. Itulah mukmin.

Sedangkan orang yang tidak beriman walau pun ngaku mukmin walau pun KTP nya Islam tidak akan merasa tentang walau pun disebutkan nama Allah dan itu tidak ada pengaruhnya buat dia. Dia tenang ketenangan dia cari jauh-jauh dengan jalan-jalan, dia mencari ketenangan itu dengan belanja, dia mencari ketenangan itu dengan menonton, dia mencari ketenangan itu dengan mencari uang yang banyak, dia mencari ketenangan itu dengan bertemu teman-temannya, dia mencari ketenangan itu di semua tempat kecuali di langit. Dan dia tidak akan mendapatkan ketenangan sejati.

Pada akhirnya dia akan mengeluh tapi bagi orang mukmin Allah di hatinya. Sehingga ketika dia diingatkand dengan Allah maka hatinya akan tenang. Rasulullah berkata “Yaa Ababak kenapa engkau berpikir kita hanya berdua ya ababak bukanlah Allah yang ketiga. Jangan sedih jangan khawatir wahai Abababk (Abu Bakar) sesungguhnya Allah bersama kita” ketika Abu Bakar mendengar itu langsung tenang Abu Bakar Asshidiq. Kata Nabi orang yang paling beruntung mukmin.

Orang yang ketika diingatkan dengan Allah dia akan tenang. Kalau dikembalikan kepada Allah suatu masalah atau urusan beres. Kadang dia ada masalah namanya juga manusia. Coba perhatikan isi dari pembukaan surat Al Anfar. Isinya adalah keributan diantara para sahabat. Dan yang unik yang diributkan itu masalah uang, masalah harta/ ghanimah. Bayangkan sahabat senior, muhajirin, ahlu badar ikut perang badar bisa-bisanya juga ribut gara-gara karena masalah ghanimah.

Tapi itulah manusia dan itu bisa jadi bahan ribut semua orang baik itu orang yang soleh atau pun tidak. Masalah warisan, masalah pekerjaan, masalah dagang, masalah transaksi, masalah bisnis ribut itu wajar sebab kita manusia. Tapi hebatnya dari orang mukmin ketika diingatkan dengan nama Allah. Katakan ghanimah itu milik Allah dan Rasul beres semua urusan mereka. Jadi mukmin itu bukan tidak pernah khwatir, sedih, dan galau, karena semua sifat itu adalah sifat manusia. Tapi untuk menjadi manusia saja kita tidak bisa bahagia. Hanya bermodalkan manusiawi kita tidak bisa bahagia harus manusia + iman barulah bahagia.

Pada dasarnya manusia itu rugi, sengsara, ngeluh. Itulah sifat manusia. Apabila kita pake modal manusia. Manusiawi kan sedih iya manusiawi, manusiawi ngga sih ngeluh? iya manusiawi, manusiawi ngga sih marah? iyaa manusiawi, tapi tahukah kita manusia itu penuh dengan kerugian. Kalau cuma pake modal manusia kita akan lebih sering sengsaranya daripada bahagia. Apabila dikasih ujian dia ngeluh dan apabila dikasih nikmat dia merasa kurang itulah insan.

Makanya Allah berfirman yang artinya “Demi masa. Artinya sepanjang hidup demi umurnya manusia dari lahir sampai mati kalau dia cuma jadi insan pasti dalam keadaan sengsara/ rugi. Kecuali apabila dia beriman. Menakjubkan sekali urusan yang beriman. Semua urusannya adalah baik. Malamnya baik, siangnya baik, hujannya baik, panasnya baik, sakitnya baik, mudanya baik, tuanya baik, semua urusannya baik, miskinnya baik, kayanya baik, sendirinya baik, ramainya baik, semua urusan dia baik. Kalau orang mukmin diberikan nikamt dia akan bersyukur dan kalau Allah berikan dia ujian akan bersabar. Berbeda dengan yang sangat manusiawi.

Manusia dikasih ujian mengeluh dan ketika dikasih nikamt merasa kurang. Mukmin dikasih nikmat bersyukur dan ketika dikasih ujian bersabar. Semuanya baik. Makanya Nabi bilang mukmin itu bahagia karena dia percaya pada Allah Subhanahuwataala tidak ada sengsaranya. Ketika merasa hatinya tidak tenang mengobatinya akan mudah. Apabila kita mau beruntung dari hanya sekedar insan yang penuh dengan kerugian menjadi mukmin baru dia akan menjadi orang yang diberi petunjuk dan kemudian akan menjadi orang yang bahagia.