Advertisements

Gambaran Surga Menurut Agama Islam

Gambaran Surga – Kehidupan dunia hanyalah sementara, dan kematian adalah suatu keniscayaan. Segala nikmat yang ada di dunia dan sedang ada dalam genggaman kita sekarang, baik kesehatan, materi, orang-orang tersayang, maupun kecerdasan, hanyalah titipan dari Zat Yang Maha Besar.

Suatu saat, di waktu yang tak pernah kita duga, semua hal tersebut akan diminta kembali oleh Sang Pemilik karena batas waktu ‘peminjaman’ telah tiba dan kita harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita lakukan selama di dunia dalam memanfaatkan pinjaman-pinjaman tersebut. Dan saat waktu itu tiba, dua tempat abadi telah menunggu untuk segera kita tempati; surga dan neraka.

Neraka tentunya diperuntukkan bagi orang-orang yang tak pernah menjalankan perintah-Nya dan senantiasa mengingkari keberadaan-Nya, atau yang umumnya disebut sebagai orang kafir.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 56: “Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka akan hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”.

Sedangkan surga, sudah pasti Allah sediakan bagi orang-orang yang tak pernah lelah untuk terus menggapai rahmat dan ridho-Nya, menjauhkan diri dari kelalaian, serta menjadikan dunia ini sebagai tempat singgah untuk berjuang dalam menggapai kehidupan abadi yang indah.

Surga menjadi dambaan bagi setiap orang beriman. Betapapun banyaknya dosa seseorang, ia tak pernah takut untuk berharap melalui doa-doanya agar Allah menjadikan ia sebagai salah satu hamba yang berhak menempati surga-Nya.

Surga adalah suatu tempat penuh kenikmatan yang tiada habisnya dan indah tiada tara, sehingga siapa pula yang tidak mau menghuninya? Dalam beberapa ayat-Nya, Allah menggambarkan surga sebagai suatu tempat yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan orang-orang beriman kekal di dalamnya.

“Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali ‘Imran: 136).

Oleh karena kenikmatannya yang tiada pernah habis untuk digambarkan dan diceritakan, untuk menjadi salah satu penghuninya pun membutuhkan upaya yang tak main-main.

Manusia yang beruntung menempati surga, akan dimasukkan ke dalam tingkatan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat ketakwaan mereka. Mengenai tingkatan surga, ada beberapa pendapat berbeda yang mengemukakan bahwa surga terdiri dari 7 tingkatan, 8 tingkatan, atau bahkan 10 tingkatan. Wallahu a’lam bish-shawab. Adapun tulisan ini akan sedikit mengulas mengenai 8 tingkatan surga, yang terdiri dari:

Gambaran Surga Firdaus

Gambaran Surga

Surga Firdaus adalah surga yang Allah siapkan bagi orang-orang yang senantiasa menjaga shalatnya, menjaga lisannya, selalu membayar zakat, senantiasa menjaga kemaluannya, dan orang yang mampu menjaga amanat. Surga ini terbuat dari emas.

Dalam Surat Al-Kahfi ayat 107, Allah menjelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal”.

Di dalam Surga Firdaus, ada empat mata air yang memancar, yaitu Salsabil, Zanjabil, Rohiiq, dan Tasniim. Ada pula dua mata air lain yang memancar dan mengalir, yaitu Al-kaafuur dan Al-kautsar.

Gambaran Surga ‘Adn

Gambaran Surga ‘Adn

Surga ‘Adn diciptakan dari intan putih. Orang-orang yang akan menghuni surga ini adalah mereka yang bertakwa kepada Allah swt., beriman dan beramal saleh, sabar, menginfakkan hartanya, membalas kejahatan dengan kebaikan, dan gemar berbuat baik.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhannya, mendirikan shalat, dan juga menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan untuk mereka, secara sembunyi atau pun dengan terang-terangan dan menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang memperoleh tempat kesudahan (yang baik, (yaitu) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat Allah masuk ke dalam tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu” (Q.S. Ar-Ra’d: 22-24).

At-Thabari menyebutkan beberapa pendapat mengenai surga ‘Adn. ‘Adn karena tampat itu berupa kebun-kebun yang abadi dan menjadi tempat tinggal. Tak ada seorang pun yang pergi meninggalkannya. Adapun yang mengatakan bahwa disebut ‘Adn karena surga adalah negeri Allah yang dia istimewakan untuk-Nya dan untuk makhluk-Nya yang dia kehendaki.

Gambaran Surga Na’im

Gambaran Surga Na’im

Surga Na’im terbuat dari perak putih. Surga ini akan dihuni oleh orang-orang yang bertakwa dan beramal saleh. Hal ini Allah jelaskan dalam Q.S. Luqman ayat 8; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan”.

Gambaran Surga Ma’wa

Gambaran Surga Ma’wa

Surga Ma’wa diciptakan dari zamrud hijau, para calon penghuninya adalah orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt., beriman dan beramal saleh, takut dengan kebesaran Allah swt., dan pandai menjaga hawa nafsu.

Allah menjelaskan hal ini dalam Q.S. An-Nazi’at ayat 40-41, “Dan adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan senantiasa menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh; surgalah tempat tinggal(nya)”.

Al-Ma’wa sendiri artinya ialah tempat menetap, karena surga merupakan tempat menetapnya orang-orang mukmin.

Gambaran Surga Darussalam

Gambaran Surga Darussalam

Surga Darussalam adalah surga yang diciptakan dari yakut merah. Orang-orang yang akan menghuni surga ini adalah orang-orang yang kuat iman dan islamnya, memperhatikan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena Allah swt.

Allah berfirman dalam salah satu ayat-Nya, “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah pelindung bagi mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan” (Q.S. Al- An’am: 127).

Sebagian ulama berpendapat bahwa disebut Darussalam karena surga adalah tempat yang terbebas dari hal yang kotor, hal yang bisa membahayakan, dan hal yang tidak disukai. Sedangkan pendapat lain menyebutkan bahwa artinya Darullah, karena As-Salam adalah salah satu nama Allah.

Gambaran Surga Darul Muqamah

Gambaran Surga Darul Muqamah

Surga ini diciptakan dari permata putih dan diperuntukkan bagi orang-orang yang banyak melakukan perbuatan baik dan jarang sekali melakukan keburukan.

“Dan mereka berkata, “Segala puji untuk Allah yang sudah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu” (Q.S. Fatir: 34-35).

Gambaran Surga Al Muqaamul Amiin

Gambaran Surga Al Muqaamul Amiin

Surga Al Maqaamul Amiin adalah surga yang terbuat dari emas. Orang-orang yang akan menghuni surga ini adalah mereka yang ketakwaannya telah mencapai muttaqin atau orang-orang yang benar-benar bertakwa. Allah menjelaskan hal ini dalam Q.S. Ad-Dukhan ayat 51. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam tempat yang aman”.

Gambaran Surga Khuldi

Gambaran Surga Khuldi

Surga Khuldi terbuat dari maran merah dan kuning. Surga ini Allah sediakan bagi orang-orang yang taat menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Katakanlah (Muhammad), “Apa (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang abadi yang dijanjikan untuk orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?” (Q.S. Al-Furqan: 15).

Disebut dengan surga Khuldi karena penduduk surga akan kekal berada di dalam surga, tidak berpindah posisi ke tempat yang lain, dan tidak mencari tempat-tempat lain selain surga.

Setelah mengetahui tingkatan-tingkatan surga dan gambaran para calon penghuninya, apakah rasa semangat kita untuk meraihnya semakin meningkat?

Surga, apapun tingkatannya, ternyata memang hanya layak dihuni oleh orang-orang terpilih yang senantiasa melakukan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah, memiliki akhlak yang terpuji, dan tidak mendurhakai-Nya.

Untuk semakin meningkatkan motivasi kita dalam meraih surga Allah dan membuat semangat kita semakin menggebu-gebu, mungkin ada baiknya kita mengetahui lebih lanjut mengenai gambaran surga secara umum dan kenikmatan yang akan didapatkan oleh para penghuninya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam ayat-ayat-Nya dan pernah Rasulullah katakan semasa hidupnya.

Gambaran Surga Secara Umum

Dipenuhi Penjagaan Kuat dan Panah-Panah Api

Dipenuhi Penjagaan Kuat dan Panah-Panah Api

Allah melindungi surga dengan memberikan penjagaan yang kuat dan perlindungan berupa panah-panah yang terbuat dari api. Hal ini salah satunya bertujuan agar jin tidak dapat mencuri dengar dan mengetahui rahasia langit. Jika jin mengetahui, maka rahasia tersebut akan mereka sampaikan kepada manusia dan muncullah sifat syirik di hati manusia. Tentu inilah yang sangat diharapkan oleh jin.

Hal ini Allah firmankan dalam Q.S. Al-Jinn: 8-9, “Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui rahasia (dari) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami (jin) dulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”

Pemuda yang Akan Tetap Muda

Pemuda yang Akan Tetap Muda

Di surga, manusia tidak akan pernah menua dan mengalami keuzuran. Bahkan mereka yang mati dalam keadaan yang tua renta pun akan kembali muda dan seperti terlahir kembali. Wajah mereka begitu memikat dan menarik hati, serta memancarkan sinar berkilauan bagaikan mutiara. “Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang selalu muda. Jika kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan” (Q.S. Al-Insan: 19).

Bidadari-Bidadari Surga

Bidadari-Bidadari Surga

Mungkin salah satu hal yang paling sering kita dengar berkaitan dengan surga adalah mengenai keberadaan bidadari-bidadari yang kecantikannya tidak dapat tergambarkan dengan kata-kata. Mereka adalah bidadari-bidadari suci yang tidak pernah disentuh oleh manusia ataupun jin sebelumnya.

Mereka memiliki mata yang begitu indah seprti mutiara-mutiara yang tersimpan baik, dijadikan penuh cinta oleh Allah, dan dipelihara di dalam kemah-kemah. Mereka ditugaskan untuk melayani serta memenuhi kebutuhan orang-orang beriman di dalam surga.

Adanya bidadari-bidadari surga ini memang secara jelas Allah sebutkan dalam ayat-ayat-Nya, salah satunya yaitu dalam Q.S. Ar-Rahman ayat 56; “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya”.

Makanan dan Minuman Surga

Makanan dan Minuman Surga

Manusia yang berada di dalam surga tidak akan pernah mengalami kelaparan karena mereka dikelilingi oleh pepohonan dan buah-buahan yang beraneka ragam. Mereka berada di antara pohon-pohon bidara yang tidak memiliki duri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya.

Buah-buahan yang ada di surga tidak akan pernah habis meski terus-menerus dipetik, dapat dipetik dari dekat, tidak ada yang terlarang untuk diambil, dan berpasang-pasangan.

Selain itu, mereka juga tidak akan pernah mengalami kehausan karena di dalam surga terdapat dua buah mata air yang memancar tiada henti. Para anak-anak muda yang akan tetap muda mengelilingi mereka dengan membawakan gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi dengan minuman yang diambil dari air yang mengalir tersebut.

Dengan minuman itu, mereka tidak akan pernah pening dan mabuk. Salah satu ayat Allah yang menjelaskan mengenai hal ini yaitu Q.S. Ar-Rahman ayat 54, “Mereka bersandar di atas permadani tebal yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” Meski makan dan minum, para penghuni surga tidak buang air besar, mengeluarkan ingus, maupun kencing karena makanan mereka sangat lembut dan berkualitas tinggi, sehingga hanya menghasilkan bau yang sangat harum laksana kesturi.

Kehidupan Surga yang Mewah

Kehidupan Surga yang Mewah

Di dalam surga, manusia akan senantiasa diliputi oleh kemewahan yang sungguh pantas untuk mereka dapatkan, seperti perhiasan gelang emas, pakaian hijau yang indah terbuat dari bahan sutera halus nan tebal, sisir yang terbuat dari emas, piring-piring emas yang diedarkan oleh para pelayan, serta permadani indah yang bagian dalamnya terbuat dari sutra tebal.

Mereka tidak akan pernah dibatasi untuk menikmati kemewahan-kemewahan tersebut. Firman Allah yang berkaitan dengan hal ini yaitu Q.S. Ad-Dukhan ayat 51-53; “Sungguh, orang-orang yang selalu bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yakni) di dalam taman-taman dan juga mata air-mata air, mereka semua memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, duduk berhadap-hadapan”.

Keabadian yang Sesungguhnya

Keabadian yang Sesungguhnya

Karena surga adalah tempat yang abadi, segala hal yang terdapat di dalamnya pun tidak akan pernah hilang ataupun berubah, termasuk manusia yang menghuninya.

Manusia penghuni surga tidak akan pernah tua, miskin, sakit, atau mati. Mereka benar-benar menikmati suatu anugerah yang tidak akan pernah habis dan menghilang. Hal ini berdasarkan salah satu sabda Rasulullah, “Abu Sa’id ra. dan Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika seluruh penghuni surga telah masuk surga, terdengar suara yang berkata, ‘Sesungguhnya, kalian akan hidup dan tidak akan pernah mati selama-lamanya.

Sesungguhnya, kalian akan sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan menjadi muda kembali dan tidak akan menjadi tua selama-lamanya. Dan, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan merasakan kesengsaraan selama-lamanya.’’’ (h.r. Muslim)

Kenikmatan Terbesar dan Tak Terkira

Kenikmatan Terbesar dan Tak Terkira

Kenikmatan pamungkas yang akan dirasakan oleh para penghuni surga adalah bertemu dan melihat secara langsung Sang Rabb yang selalu mereka agung-agungkan ketika hidup di dunia.

Jarir bin Abdullah ra. berkata, ”Saat itu, kami sedang bersama Rasulullah saw. Beliau menatap bulan yang saat itu tepat bulan purnama, lalu bersabda, ‘Sesungguhnya, kalian akan melihat Tuhan kalian secara langsung seperti melihat bulan ini. Pandangan kalian tidak akan bermasalah sedikit pun saat melihat-Nya.’’’ (Muttafaq ‘Alaih).

Orang-orang beriman akan melihat Allah secara langsung di surga. Hanya saja, kita tidak dapat membayangkan caranya, tidak boleh membatasinya, dan tidak boleh menganggapnya serupa ketika memandang makhluk. Allah swt berfirman, “Wajah-wajah (orang-orang mukminin) pada hari itu terlihat berseri-seri. Mereka melihat kepada Tuhannya.” (Al-Qiyamah: 22-23).

Imam Malik rahimahullah berkata, “Allah tidak dapat dilihat di dunia, karena sifat Allah adalah kekal. Dzat yang kekal tidak dapat dilihat oleh manusia yang fana (akan musnah). Sedangkan ketika di akhirat, manusia diberi pandangan yang bersifat kekal, sehingga mereka dapat melihat Dzat yang kekal dengan sarana yang kekal pula.

Di riwayat lain, Shuhaib ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Ketika seluruh penghuni surga telah masuk surga., Allah swt berfirman, ’Apakah kalian ingin kutambahkan nikmat lagi?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah kami bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menjauhkan kami dari neraka?’ Tiba-tiba hijab (tirai penutup terbuka). Mereka tidak mendapatkan nikmat yang lebih mereka dambakan dari melihat langsung kepada Tuhan mereka (h.r. Muslim).

Ketetapan bahwa orang beriman akan melihat Allah di surga, sedangkan orang kafir tidak dapat melihatnya, dinyatakan secara langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari melihat Tuhan mereka (Al-Muthaffifin:15).

Itulah sepintas mengenai beberapa tingkatan surga beserta calon penghuninya dan gambaran mengenai kenikmatan-kenikmatan surga dari beberapa aspek.

Sebenarnya masih begitu banyak hal yang belum dibahas dalam tulisan ini, khususnya berkaitan dengan kenikmatan yang ada di surga, karena nikmat-nikmat tersebut sejatinya sangat luas dan akan membutuhkan begitu banyak ruang jika harus dibahas secara rinci.

Meskipun begitu, hal terpenting dari membaca tulisan ini adalah dapat menambah keimanan kita bahwa surga dan keindahannya benar-benar ada, terus berlomba-lomba dalam kebaikan, dan senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri agar pantas menjadi salah satu calon penghuni surga-Nya.

Saat mulai lalai dikarenakan oleh urusan dunia, tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa kehidupan di dunia hanyalah sekejap dan pikirkan bekal apa yang telah kita siapkan untuk kita bawa jika suatu saat Sang Pencipta mencukupkan umur kita di dunia.

Selain itu, jangan pernah takut untuk memohon tingkatan surga paling tinggi kepada Allah betapapun seringnya kita melakukan dosa, karena Allah akan senantiasa membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya yang sungguh-sungguh dalam bertaubat. Jadi, tempat tinggal mana yang akan kita pilih? Surga atau neraka?

Advertisements