Contoh Proposal Usaha Kecil Toko Batik

Contoh Proposal Usaha Kecil Toko Batik

contoh produk-produk batik
usahabajumurah.com
Contoh Proposal Usaha Kecil – Banyak sekali peluang-peluang usaha yang bisa dijalankan di Indonesia. Sebelum memulai usaha alangkah baiknya kita tau ilmu tentang usaha yang akan kita jalankan. Apalagi jiga anda tidak memiliki modal dan harus mencari investor.
Anda haus bisa membuat contoh proposal usaha untuk meyakinkan kepada investor tentang usaha yang akan anda jalankan. Banyak sekali contoh proposal usaha kecil makanan & minuman, contoh proposal usaha martabak manis, contoh proposal usaha roti bakar dan yang lainnya. Di artikel ini akan memberikan contoh proposal usaha kecil toko batik.

Contoh Proposal Usaha Kecil Toko Batik

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ditetapkannya batik Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya dunia UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 menjadi momen terpeting bagi perjalanan kerajinan batik di Indonesia yang telah berpuluh-puluh tahun ada dan dalam masa perkembanganya mengalami persaingan yang cukup berat dengan kerajinan kain lainnya.
Bahkan kerajinan batik sempat mengalami masa kritis ketika citra batik ternyata lebih melekat pada pakaian tradisional untuk nenek-nenek ataupun ibu-ibu dalam bentuk kain jarik atau selendang sehingga jarang ditemui kaum muda yang mengenakan pakaian berbahan batik selain itu batik hanya digunakan untuk acara-acara resmi atau acara tertentu saja. Kenyataan ini tentu saja mmbuat proses perkembangan kain atau pakaian batik tidak secepat kerajinan kain lain yang diminati oleh banyak kalangan.

Namun kini kita dapat merasakan dan melihat secara langsung, batik digunakan oleh banyak kalangan seolah-olah batik sedang berada di puncak kejayaan. Apalagi sejak tanggal pengukuhan oleh UNESCO tersebut ditetapkan pemerintah menjadi hari batik nasional, banyak kalangan menggunakan batik baik untuk acara formal maupun nonformal.

Bahkan tidak hanya masyarakat biasa batik juga sudah merambah di kalangan artis dengan kombinasi model yang akhirnya ditiru oleh banyak orang. Tentunya fenomena ini sangat mendukung bagi perkembangan batik itu sendiri dan menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Dari sekian kota di Indonesia yang memproduksi batik, kota Solo merupakan salah satu pengrajin batik yang dikenal mempunyai kenal mempunyai Keanekaragaman motif yang sangat lengkap, sehingga tak heran bila banyak kalangan dari dalam maupun luar Kota Solo yang datang berbelanja baik untuk dipakai sendiri maupun membeli dalam partai besar untuk dijual kembali.

Dengan melihat prospek batik Solo yang banyak peminat inilah menjadi dasar pemikiran penulis untuk merencanakan membuka sebuah toko batik dengan nama toko batik “BATIKU”. Dengan harapan selain nama tersebut mudah untuk dihafal dan dikenang juga untuk menguatkan citra tentang keindahan dan keanekaragaman motif dari batik Solo itu sendiri.

B. Tujuan

Tujuan rencana pembukaan usaha dagang toko batik adalah:

Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga yang selama ini masih di tanggung oleh satu sumber penghasilan saja.

Ikut berperan serta dalam melestarikan dan mengembangkan salah satu kekayaan budaya Indonesia

BAB II ASPEK RENCANA USAHA BATIK

A. Aspek Pemasaran Usaha Batik

Strategi pemasaran yang akan dijalankan dalam usaha dagang toko batik nantinya adalah dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting diantaranya adalah:

1. Area pemasaran

Dari hasil survei yang telah dilakukan, rencana area pemasarannya adalah di daerah Purwodadi, grobogan Jawa Tengah, karena di kota tersebut selain tidak ada pabrikan batik juga belum ada toko yang khusus menjual aneka ragam batik sehingga mempunyai prospek yang cukup bagus.

2. Segmen Pemasaran

Segmen pemasaran dari usaha dagang ini nantinya meliputi semua sasaran dari kelas ekonomi bawah sampai atas dan semua kalangan dari anak-anak sampai dewasa. Dengan mencakup semua segmen tersebut diharapkan akan lebih mudah mempercepat perkembangan usaha kedepannya.

3. Metode pemasaran

Adapun metode pemasaran yang akan dijalankan dalam rangka mengenalkan produk kepada konsumen nantinya adalah melalui pemasangan banner menarik di depan toko, benua tempat parkir diskon khusus melalui kerjasama dengan instansi-instansi setempat mitos ibu-ibu PKK ataupun organisasi partai, pasang iklan di media radio, menyebar brosur, pemberian stiker khas toko batik pada setiap konsumen, menjaga standar mutu produk serta menjaga kepercayaan dan pelayanan yang ramah kepada para konsumen. Yang dalam perencanaannya dalam satu bulan setelah dibukanya usah ini target minimal yang harus tercapai adalah ada 1000 pengunjung yang datang ke tempat usaha yang 50% diantaranya melakukan transaksi.

B. Aspek Teknis Usaha Batik

Hal-hal yang bersifat teknis yang perlu dipersiapkan untuk menjalankan usaha ini meliputi:

1. Pengadaan aktiva tetap usaha

Kebutuhan aktiva tetap usaha meliputi:

  • Etalase sebanyak 4 unit sebagai tempat benci penyimpanan sekaligus untuk menampilkan contoh-contoh produk dagang.
  • 4 unit rak baju sebagai tempat penyimpanan produk dagang kodian.
  • 4 unit boneka atau mannequin dan 50 lusin gantungan pakaian sebagai media penampilan produksi secara utuh.
  • 1 unit komputer sebagai media pencatatan data transaksi, produk barang serta pelaporan keuanan usaha.
  • 1 unit mesin hitung kasir sebagai media hitung kasir, pembuatan struk nota sekaligus penyimpanan uang sementara.
  • 1 unit alat labeling sebagai media pemberian label harga.
  • 1 unit telpon genggam sebagai alat penunjang komunikasi usaha.
  • 1 unit kendaraan bermotor sebagai alat transportasi usaha.
  • 1 set meja kursi dan 1 set inventaris pendukung sebagai media pendukung operasional usaha.

2. Pengadaan produk dagang

Rencana kebutuhan produk dagang akan mengambil langsung dari Solo melalui produsen-produsen batik atau toko atau agen di Pasar Klewer yang dikenal sebagai pusatnya grosir batik dengan sistem pembayaran tunai maupun kredit. Sedangkan pengadaan untuk produk batik tertentu akan bekerjasama dengan beberapa mitra usaha batik dalam bentuk konsinyasi.

3. Proses operasi

Proses operasional atas barang dagangan yang sudah tiba di tempat usaha dimulai dari:

  • Pengecekan ulang antara jumlah ba dengan nota pembelian.
  • Pengecekan kondisi barang pengemasan, bila ada barang yang kondisinya rusak atau cacat dikelompokkan tersendiri untuk menunggu proses retur ketika kulakan lagi ke Solo.
  • Pelabelan harga barang dan pemasukan database ke komputer.
  • Packing ulang berdasar kelompok atas barang yang tidak ikut ditampilkan di etalase.
  • Barang dagangan yang siap untuk didistribusikan ke agen-agen di pasar dijual langsung ke konsumen.
  • Setiap bulan dilakukan stock opname atau pengecekan barang yang ada untuk dihitung kalkulasi untung ruginya.
  • Waktu pengadaan atau kulakan barang dagangan mengikuti fluktuasi permintaan barang per harinya.
  • Setiap enam bulan sekali dilakukan penyortiran atas barang dagangan yang tidak laku jual, untuk kemudian barang tersebut dijual dalam bentuk partai diskon. Hal ini untuk meminimalisasi kerugian yang diakibatkan oleh produsen permintaan pasar atas barang tersebut.

4. Tenaga kerja

Rencana kebutuhan tenaga kerja yang akan digunakan dalam menjalankan usaha usaha dagang ini berjumlah 4 orang, dengan pola kerja shift pagi jam 08.00 sampai jam 02.00 siang, yang masing-masing siswa dipekerjakan 2 orang secara bergantian untuk setiap minggunya (sistem rolling).

5. Lokasi

Usaha dagang ini Rencananya akan menempati lokasi di jalan siswa nomor 20 Purwodadi dengan sistem sewa tempat selama 5 tahun. Dipilihnya tempat tersebut sebagai kegiatan usaha karena selain tempatnya memadai letaknya juga strategis dan dekat dengan keramaian kota, walaupun untuk mendapatkannya butuh anggaran yang sedikit lebih mahal dibandingkan tempat lain. Namun dipandang dari segi bisnis tempat tersebut mempunyai prospek yang lebih baik dari aspek pemasaran, kemudian pencapaian oleh konsumen karena dilalui angkutan kota dan aspek keamanannya.

C. Aspek Ekonomi Sosial Usaha Batik

Dampak pembukaan usaha dagang ini pada aspek ekonomi sosial antara lain adalah:

  • Ikut berperan serta dalam meningkatkan Jumlah pendapatan daerah melalui setoran pajak baik dari pajak penghasilan maupun pajak penjualan, sehingga apabila semakin maju usaha tersebut akan semakin dalam peranannya bagi perkembangan perekonomian daerah setempat.
  • Secara tidak langsung ikut berperan serta dalam menyerap tenaga kerja daerah walaupun dalam prosentasi yang tidak begitu besar.
  • Berperan serta menjadi mediator kerjasama antara unit unit usaha yang ada maupun dengan instansi setempat baik dalam bentuk kerjasama di bidang usaha maupun di bidang lainnya

D. Aspek Manajemen Usaha Batik

Beberapa aspek penting dalam manajemen usaha dagang toko batik ini antar lain adalah hal yang terkait dengan:

1. Pengelola usaha dan kepemilikan modal

Bahwasanya pengelola usaha nantinya adalah kami pribadi selaku membuat proposal usaha ini, mempunyai ilmu dan pengalaman di dunia perdagangan khususnya dalam hal jual beli pakaian jadi. Sehingga kami siap diberi amanah dan tanggung Jamilah investor dan pemilik modal sebagai pengelola usaha.

Usaha mempunyai kualitas baik dalam menentukan kebijakan kebijakan terkait dengan operasional usaha serta memberikan laporan periodik tentang perkembangan usaha pada investor.

Sedangkan untuk seluruh permodalan usaha akan didanai oleh pihak investor dan investor berhak memantau kinerja pengelola usaha dan melakukan teguran bila usaha tersebut berjalan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

2. Model kerjasama

Model kerjasama yang akan dijalankan nantinya memakai pola bagi hasil dengan prosentasi pada tahun pertama 40% untuk pengelola usaha dan 60% untuk investor, sedangkan mulai tahun kedua 30% untuk pengelola dana 70% untuk investor.

Adapun waktu pelaksanaan bagi hasil akan dilakukan setiap 3 bulan sekali setelah pelaporan keuangan bulan terakhir buat.

3. Perjanjian usaha

Guna menunjang laju pemasaran dan perkembangan usaha nantinya, kelengkapan administrasi dengan pihak terkait seperti perjanjian-perjanjian akan diproses setelah ada kepastian pencarian dana dari pihak investor.

BAB III PENUTUP

Dari uraian pada bab-bab sebelumnya dengan hasil kalkulasi analisis keuangan kiranya dapat diambil kesimpulan bahwa proposal usaha dagang toko batik ini layak untuk direalisasikan karena:

  1. Dari aspek periode pengembalian investasi, diperkirakan hanya dalam jangka waktu 9 bulan, seluruh investasi usaha sudah kembali. Hal ini tentunya sangat mungkin terjadi bila target penjualan setiap bulannya selalu tercapai.
  2. Dari aspek pengembangan investasi, hasil presentasi dengan tingkat 11,14% per bulan sangatlah menjanjikan usaha tersebut untuk dijalankan, karena angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan tingkat bunga deposito di bank yang rata-rata dibawah 2% per bulan.
  3. Dari aspek rasio manfaat hasil perbandingan 1,4 mempunyai untuk setiap Rp. 1 pengeluaran dapat ditutup dengan Rp. 1,4 pendapatan sehingga usaha tersebut terhindar dari defisit anggaran.
  4. Sedangkan dari perbandingan laba bersih usaha untuk pengurusan setelah bagi hasil dengan tingkat upah minimum regional atau UMR daerah setempat adalah 4:1, yang berarti usah ini akan mampu memberikan konstribusi penghasilan bagi pengelola 4 kali lebih besar dibandingkan dengan UMR daerah setempat.
Contoh Proposal Usaha Roti Bakar Nikmat Bikin Nagih

Contoh Proposal Usaha Roti Bakar Nikmat Bikin Nagih

Contoh Proposal Usaha Roti Bakar

roti bakar cokelat dan kopi
rotibakarbro.com

Contoh Proposal Usaha Roti Bakar – Bicara masalah bisnis, Indonesia bisa di bilang sangat kurang skali orang yang berprofesi sebagai pengusaha. Banyak orang yang menganggap menjadi karyawan itu lebih mulia dibandingkan menjadi pedagang. Padahal bisa jadi pedagang itu gajinya lebih banyak dibandingkan dengan karyawan. Belakang ini orang-orang Indonesia mulai tumbuh semangat untuk berwirausaha, dibuktikan dengan banyaknya yang mencari contoh proposal usaha ikan bakar, roti bakar ice cream, usaha cuci motor, usaha roti goreng, dan usaha-usaha lainnya. Di artikel ini akan memberikan contoh proposal usaha roti bakar.

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Usaha Roti Bakar

  • Prospek Pasar

Pada zaman sekarang masyarakat sangat berhati-hati dalam membeli makanan di luar, karena banyak sekali makanan yang dijual oleh penjual yang tidak bertanggung jawab dan curang untuk menekan biaya produksi sehingga menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

Biasanya masyarakat kalangan bawah membeli makanan yang hanya mengutamakan rasanya yang lumayan enak tapi murah. Dua hal itulah yang biasanya menjadi pertimbangan mereka untuk membeli makanan. Masyarakat kalangan ke bawah pada umumnya tidak menghiraukan bahan dan kandungan apa saja yang ada di dalam makanan yang mereka beli. Maka dari itu kami akan membuat usaha makanan yang memiliki cita rasa yang enak, harganya terjangkau, pastinya aman dikonsumsi oleh manusia dan juga meiliki kandungan gizi yang cukup.

Dari dalam bahasan di atas kita akan mebangun sebuah usaha roti bakar, karena banyak masyarakat yang menyukai roti bakar dikarenakan rasanya yang gurih, enak, dan juga membuat ketagihan orang yang memakannya. Roti bakar ini nantinya akan memberikan beberapa rasa, sehingga para pembeli tidak merasa bosan dengan rasa yang hanya itu-itu saja.

Disamping itu rota bakar yang kami buat bisa di nikmati oleh banyak kalangan mulai dari anak, remaja, dan dewasa. Roti bakar ini bisa dikonsumsi pada waktu pagi atau pun malam hari. Lebih nikmat apabila makan roti bakar ditemani dengan segelas kopi hangat tau teh. Apalagi jika cuaca sedang hujan, dengan makan roti bakar sangat cocok sekali untuk menghangatkan badan sekaligus mengisi perut.

  • Manfaat Ekonomi

Usaha roti bakar sangat menjanjikan, karena keuntungan yang diperoleh lumayan besar. Kami memberikan kemudahan untuk para pelanggan dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas produk yang terjaga dan terjamin keheigenisannya.

  • Manfaat Sosial

Untuk Pemilik

Dengan peluang usaha ini, harapannya usaha ini bisa berkembang dengan baik ke berbagai daerah di Indonesia. Usaha roti bakar ini terbilang masih memiliki potensi untuk di kembangkan di daerah-daerah di Indonesia yang masih belum ada orang yang mengambil peluang usaha di daerahnya. Keuntungan yang diperoleh oleh sang pemilik bisa dijadikan sebagai pengalaman dalam dunia bisnis. Juga menjadikan bekal untuk menjalankan bisnis yang lebih besar lagi. Pengalaman-pengalamn yang diperoleh seperti cara mengatasi dan melayani konsumen, manajemen karyawan, dan lain-lain.

Untuk Masyarakat

Roti bakar bisa menjadi sebuah camilan untuk masyarakat yang enak, mengenyangkan, dan juga terjamin kualitasnya. Disamping itu jika usaha roti bakar ini terus mengalami perkembangan maka lowongan pekerjaan pun akan semakin bertambah jadi, bisa membuka lowongan pekerjaan yang lebih luas.

  • Tujuan Usaha
  1. Mendapatkan keuntungan.
  2. Menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia kewirausahaan.
  3. Menambah lowongan pekerjaan.
  4. Memupuk rasa percaya diri dan semangat dalam berwirausaha di kalangan masyarakat.

Visi

Menjadikan sebuah usaha roti bakar yang memiliki kualtias terbaik dan memiliki banyak cabang di seluruh daerha di indonesia.

Misi

  1. Memberkan layanan dan produk terbaik.
  2. Terus menambah lowongan pekerjaan.
  3. Memberikan keterampilan dalam berwirausaha.

BAB II USAHA YANG DIAJUKAN

  • Produk

Produk yang ditawarkan memiliki beragam rasa, seperti:

  • Kacang
  • Keju
  • Cokelat
  • Strawberry
  • Nanas
  • Srikaya
  • Blueberry

Dengan banyaknya rasa para konsumen bisa memilih rasa yang mereka suka sesuai dengan keinginannya masing-masing. Campur bahan pada produk kami tidak mengandung bahan dengan unsur yang bisa membahayakan kesehatan manusia seperti formalin, boraks dan bahan kimia pengawet lainnya yang bebahaya bagi manusia, sehingga produk yang kita buat aman dikonsumsi dan tidak merusak kesehatan.

Analisis SWOT Usaha Roti Bakar

Analisis SWOT (Strength Weakness Oportunities Threats)di bisnis roti bakar ini sebagai berikut:

Kekuatan (Strength)

Untuk membuat roti bakar sangatlah simpel dan tidak memerlukan waktu yang lama.
Harga dari roti bakar terjangkau, jadi bisa dibeli oleh semua kalangan yang ada di masyarakat.
Roti bakar yang kami sajikan memiliki citarasa yang enak dan gurih, karena dibuat dengan bahan yang berkualitas.
Memiliki beragam rasa, jadi para pelanggan nantinya tidak bosan dengan roti bakar yang rasanya itu-itu saja.

Kelemahan (Weakness)

Tempat usaha sangat berpengaruh agar para pembeli bisa dengan mudah membeli roti bakar kami.
Pembelian biasanya akan sedikit menurun apabi tejadi cuaca yang buruk.
Kenaikan harga sembako yang tidak stabil bisa berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

Peluang (Opportunities)

  • Biasanya masyarakat banyak yang mencari camilan terutama ketika malam hari, maka roti bakar bisa jadi sebagai pilihan makanan untuk camilan di malam hari.
  • Biasanya para pedagang roti bakar hanya menawarkan rasa yang umum ada di roti bakar lainnya yaaitu rasa cokelat, keju, nanas, kacang, srikaya, strawberry, blue berry, maka oleh karena itu kami akan menambahkan rasa baru agar memiliki lebih banyak rasa dibandingkan dengan pedagang roti bakar lainnya yaitu rasa durian. Jadi masyarakat yang suka dengan durian, roti bakar ini bisa jadi alternatif.
  • Pasar roti bakar ini sangat luas dimana bia mencakup dari berbagai kalangan dari muda samai tua.

Ancaman (Threats)

  • Banyaknya usaha sejenis yang menawarkan pelayanan yang lebih baik.
  • Adanya inovasi-inovsi baru yang bisa menarik konsumen ke tempat roti akar lain.
  • Bermunculannya makanan-makanan unik yang bisa mengalihkan pelanggan.

 

Rencana Pemasaran

Target Pasar

Tempat usaha yang akan kami tempati harus berada di tempat-tempat yang strategis seperti di pinggir jalan utama. Hal itu karena dengan tempat usaha kita berada di tempat yang ramai dan banyak dilewati orang, kami pun akan mudah mendapatkan pembeli. Karena target dari usaha roti bakar kami adalah masyarakat sekitar tempat usaha dan masyarakat yang melewati tempat usaha kita.

Persaingan

Banyak sekali saingan di usaha roti bakar ini, tapi dengan adanya persaingan kita dituntut untuk terus berpikir kreatif supaya usaha yang dijalankan terus berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Kita juga harus bersaing secara sehat dan tidak boleh saling menjatuhkan.

Sasaran Pembeli

Sasaran atau target pembeli kita yaitu semua kalangan masyarakat, baik itu kalangan atas, kalangan menengah, dan kalangan bawah. Semua kalangan yang disebutkan pasti mampu untuk untuk membeli roti bakar kami, dikarenakan harga dari roti bakar kami terjangkau dan tidak menguras uang terlalu dalam. Harga untuk roti bakarnya antara 12.000 – 20.000.

Strategi Pemasaran

Ada beberapa strategi yang akan kami jalankan diantaranya:

Mulut ke mulut (Word of Mouth)

Promosi mulut ke mulut ini bisa dibilang sebagai promosi yang sangat ampuh, dan tidak perlu mengeluarkan uang. Kita hanya dituntut untuk membuat produk yang enak dan membuat pelanggan rindu untuk mencobana lagi, nanti biasanya orang yang sudah merasa cocok dengan produk kita pasti akan merekomendasikan ke keluarga atau teman-temannya. Apalagi di zaman sosial media saat ini jika pelanggan membagikan pengalamannya tentang produk kita pasti bisa langsung viral.

Media Online

Perkembangan dunia oline saat ini sangat begitu pesat, kita harus memanfaatkannya sebagai medai promosi secara online. Kita bisa berpromosi mellu media sosial seperti facebook, twitter, blog, dan media sosial lainnya. Dengan begitu usaha kita akan banyak diketahui oleh orang lain.

Pengembangan Pasar

Kita juga harus memikirkan cara mengembagkan pasar selain melakukan strategi-strategi produk. Cara untuk memperluas pasar kita akan membuka cabang baru di daerah yang potensial. Sehingga usaha kita banyak dikenal orang orang banyak dan bisa meningkatkan pendapatan. Kita juga bisa memberikan lowongan pekerjaan baru.

Pengembangan Produk

Untuk pengembangan produk, kita bisa menambahkan rasa yang tidak ada di penjual roti baka lain. Misalnya rasa durian jarang sekali pedagang roti bakar yang ada menu rasa duriannya. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Kedepannya mungkin akan dikembangkan dengan inovasi-inovasi baru yang bisa untuk menjaga loyalitas para pelanggan.

Rencana Produksi

Harga

Harga yang kami tawarkan bermacam-macam sesuai dengan rasa yang dipilih. Daftar harganya adalah sebagai berikut:

[table “” not found /]

Kontrol Kualitas Produk

Untuk menjaga kualitas produk perlu adanya kontrol terhadap produk sebelum di jual ke konsumen. Kita akan melakukan pengecekan rasa dan roti sebelum berjualan.

BAB III ANALISIS KEUANGAN

Biaya awal

[table “” not found /]

Analisis Risiko Bisnis

Modal Awal 5.000.000
Perolehan
Rata-rata penjualan 15 bungkus
rata-rata harga: 15.500 x 15 = 172.500

Laba Kotor

[table “” not found /]

Biaya Operasional per Bulan

[table “” not found /]

BEP (Break Event Point) = Modal Awal / Laba Bersih = 4.700.000 / 1.925.000 = 2,5 bulan

Laba Rugi

[table “” not found /]

Arus Kas

[table “” not found /]

Neraca

[table “” not found /]
Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan dan Berat

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan dan Berat

Contoh Proposal Usaha Makanan – Indonesi memiliki banyak sekali jenis-jenis masakan yang enak-enak. Dari masakan Padang, Sunda, Jawa, dan lainnya. Banyak sekali makanan tradisional khas Indonesia yang bisa dijadikan usaha. Hal ini merupakan sebuah peluang bagi orang yang jeli. Apalagi kebutuhan konsumi di Indonesia ini sangat tinggi sekali. Anda bisa membuat sebuah konsep tempat nongkrong di solo untuk menarik perhatian kaula muda di sana. Peluang usaha makanan masih terbuka sangat lebar, kita hanya perlu melakukan sedikit inovasi agar usaha makanan kita bisa bersaing dengan usaha makanan yang sudah ada. Biasanya unutk para pemula membutuhkan contoh proposal usaha untuk mendapatkan kucuran dana dari investor. Untuk sebagai inspirasi usaha makanan apa saja yang bisa anda jalakan dibawah ini ada contoh proposal usaha makanan yang bisa anda perhatikan. Banyak sekali peluang usaha di dunia makanan/ kuliner seperti makanan bakso, roti bakar, atau makanan ringan.

SEKOLAH BISNIS ONLINE DUA KODI KARTIKA

sekolah bisnis online dua kodi kartika

Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali Anda ikut Seminar? Berapa harganya?

Kalau ikut workshop, apakah Anda pernah? Seberapa mahal harganya?

Kalau nonton film di bioskop, pastinya Anda pernah dong… Berapa harga tiket masuknya?

Anda bisa jawab pertanyaan Saya tersebut dalam pikiran Anda, gak perlu dikasih tahu ke Saya… ^_^

Tapi coba bayangkan…

Pernah gak Anda ikut seminar dengan investasi hanya Rp 5.000 per 30-60 menit nya? Pernah?

Saya pribadi, hampir setiap hari…

Kenapa?

Karena seminarnya diadakan secara online.

Gembiranya, bisa nonton sambil tiduran di rumah, bahkan saat sakit sekalipun…

Ilmu, dapat…

Inspirasi, dapat…

Ide, dapat…

Terlebih, ada 99 episode seminar yang bisa Anda tonton dan materinya asyik2.

Itu artinya, Anda cukup bayar Rp 5.000 x 99 episode = Rp 495.000. Hm, terlalu murah untuk pembelajaran online

dengan value yang luar biasa tinggi.

Namanya SBDKK (Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika). Pengajarnya kang Rendy Saputra.

Tentu, kalau Saya jadi Anda, dan mengetahui bahwa hari ini adalah KESEMPATAN TERAKHIR daftar dengan

harga MURAH, Saya pasti langsung daftar.

Mau saya kasih diskon? tambahkan kode voucer DISKON10 saat pendaftaran.

Anda bisa cek detailnya disini:

KLIK DISINI

TESTIMONI MEMBER SBDKK

testimoni sbdkk 1

testimoni sbdkk 2

testimoni sbdkk 3

DAFTRA SEKARANG JUGA! 

MASUKAN KODE: DISKON10

KLIK DISINI


Contoh Proposal Usaha Makanan

contoh proposal usaha makanan
rempahkita.com

1. Contoh Proposal Usaha Makanan Bakso

A. Latar Belakang

Pastinya semua orang yang ada di dunia menginginkan kehidupan yang layak dan tidak ingin diperintah oleh orang lain. Maka satu-satunya cara agar tidak menjadi bawahan tentu saja pasti hanya menjadi bos lah kita akan mencapai tujuan itu. Kebanyakan orang di Indonesia berfikirnya sempit, mereka tidak mau keluar dari zona nyaman untuk membangun mimpi dan usahanya untuk menjadi pengusaha. Mereka masih berfikir bahwa menjadi engusaha itu adalah pekerjaan yang kurang bergengsi dibandingkan dengan pekerjaan lainnya seperti dokter, dosen, dan pekerjaan lainnya. Akhir-akhir ini para anak muda cara berfikirnya sudah mulai terbuka, sejak banyak seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan tentang kewrausahaan. Mereka pun mulai banyak yang semangat untuk menjadi pengusaha. Banyak sekali peluang-peluang usaha yang bisa kita lakukan. Diantaranya usaha usaha makanan bakso. Bakso sendiri merpakan produk makanan yang banyak diminati oleh banyak kalangan. Hampir semuanya suka dengan nikmatnya bulatan daging sapi yang kenyal terasa nikmat ketika di lahap kedalam mulut. Untuk menemukan penjual bakso sangat mudah sekali, dari kota samai desa-desa pasti ada saja penjual bakso. Maka ini merupakan sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk dijalankan.

B. Tujuan Usaha

1. Mendapatkan sebuah penghasilan dari usaha bakso.
2. Memberikan kualitaas bakso yang higenis dan enak.
3. Menciptakan lapangan kerja baru.
4. Membuat temat untuk saling berkerja sama.

C. Nama Usaha

Usaha yang akan dibangun yaitu warung bakso, dan semua hal yang berhubungan dengan bakso. Nanti juga tersedia menu-menu seperti jus biah, minuman kemasan, makanan ringan, dan lain-lain. Seiring dengan waktu kami akn terus melakukan perbaikan dan invoasi-inovasi kedepannya. Nama dari warung bakso untk saat ini yaitu “BAKSO BAROKAH” akan tetapi nanti akan ada perubahan nama jika itu diperlukan.

D. Tempat Usaha

Setelah survei ke beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat usaha kami. Tempat yang kami pilih adalah di Jalan Pawirokuat, depan kampus UII Jogja. Di jalan ini apabila dibuka usaha dinilai sangat strategis dan cocok karena di depannya ada jalan yang ramai di lalui oleh orang. Tak jauh dari renana tempat usaha kita juga terdapat minimarket, kos-kosan dan perumahan serta tempat wisata.

E. Waktu Operasional Bakso Barokah

Jam atau waktu operasional warung bakso ini dimulai dari jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam. Waktu fleksibel sesuai dengan keadaan penjaga warung dan juga lingkungan di sekitar warung bakso.

F. Anggaran Dana Bakso Barokah

Rencan untuk anggaran warung bakso kurang lebih sebesar 25.000.000 dengan rinciannya sebagai berikut:

Rencana Anggaran Bakso Barokah

Penegluaran untuk bulan pertama

[table “” not found /]

Prinsip yang dianut di usaha bakso ini yaitu prosentase yang proporsional untuk dana yang dianggarkan demi terus bertumbuhnya usaha yang dijalankan. Untuk pelaksanaan operasional persenannya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi usaha jika masih rugi pada bulan-bulan baru membuka usaha, BEP, ada penambahan untuk biaya operasional, dan lainnya. Kerjasama pada perjanjian bersifat mengikat dan fleksibel dapat berubah sewaktu-waktu melalui musyawarah dengan cara kekeluargaan.

G. Penutup

Dari hasil pembahasan di proposal inidapat disimpulkan bahwa usaha makanan bakso ini dari segi gagasan, terget pasar, sampai rencana keuangan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.
Semua yang baru merintis usaha pastinya tidak akan berjalan mulus sati nanti ada tantangan dan rintangan yang harus di hadapi. Tantangan terbesar dalam bidang usaha makanan bisanya adalah promosi dan juga sosialisasi kepada konsumen bahwa usaha makanan yang dijalankan patut untuk dipertahankan. Oleh sebab itu target pasar dari usaha ini yaitu untuk orang-orang yang ingin praktis membeli bkaso tanpa harus membuatnya sendiri yang memerlukan tenaga dan pikiran.

2. Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Usaha Makanan Tradisional

Banyak masyarakat Indonesia yang kurang peka tentang lingkungan sekitarnya yang bisa menjadi peluang usaha, hal itu disebabkan karena kurang dalam memanfaatkan sumber daya yang ada dan kurangnya ilmu yang mengakibatkan pengusaha yang ada di Indonesia masih sangat sedikit. Oleh sebab itu lapangan kerja dan penggangguran banyak sekali di Indonesia.

Dengan berwirausaha adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah perekonomian dan pengangguran yagn ada di Indonesia. Cara untuk berwirausaha pun banyak sekali, bisa dengan mengolah bahan-bahan mentah menjadi setengah jadi atau barang setengah jadi diproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Maka daripada itu kami memiliki ide untuk membuka usaha yang memiliki nilai jual yang memanfaatkan ubi sebagai bahan dasarnya. Kami akan membuat kue “UBICO” dengan bahan ubi yag bisa didapatkan dengan gampang , tapi dengan kurangnya pengethuan untuk mengolah, padahal itu bisa dibuat menjadi sebuah kue yang bisa dijual dengan harga yang pantas.

1.2 Visi Usaha

Memperkenalkan sekaligus mengangkat makanan tradisional di mata masyarakat.

1.3 Misi Usaha

a. Mengedepankan inovasi produk terutama produk tradisional

b. Mengangkat nilai dari makanan tradisional

c. Menjaga kualitas dan pelayanan supaya pelanggan puas

1.4 Tujuan Kegiatan Usaha Makanan

Tujuan dari pemilihan usaha makanan ini adalah:

a. Memperoleh keuntungan

b. Meningkatkan minat konsumen terhadap makanan tradisional

c. Membuka lapangan kerja baru

d. Mempertahankan makanan tradisional agar tidak punah dimakan zaman.

1.5 Maksud kegiatan usaha makanan tradisional

Dengan dibuatnya usaha makanan tradisional ini bermaksud supaya ilmu tentang kuliner yang telah didapat bisa disalurkan. Dengan ilmu yang sudah dimiliki bisa berinovasi untuk membuat makanan tradisional memiliki nilai lebih dan bisa bersaing dengan makanan modern. Dengan membuat inovasi kue yang berbahan dasar ubi. Kami akan membuat “UBIKO” bola ubi cokelat dari hasil inovasi kue ubi.

BAB II PEMBAHASAN

Ubiko merpakan nama dari roduk kami, penamaannya demikian karena kue ini bahan dasarnya ubi, biasanya ubi ini merupakan camilan orang-orang yang ada di kampung-kampung, tapi kami akan mencoba untuk membuat produk maknan yang menarik dari ubi ini sehingga bisa diterima di masyarakat luas.

Kandungan nutrisi pada ubi sangat bags untuk kesehatan. Ubi mengandung vitamin C, A, E, magnesium, betakaroten, kalium dan kaya dengan oksigen, oleh karena itu ubi bisa di konsumsi untuk semua kalangan, dari anak-anak kecil sampai orang dewasa.

2.2 Strategi Pemasaran

2.2.1 Segmen Pasar

Segmen pemasaran merupakan pembeli dijadikan sebagai target yang akan kita capai, produk yang kita buat adalah produk yang dapat dinikmati berbagi kalangan yang ada di masyarakat. Produk makanan ini juga bisa dinikmati oleh anak-anak sampai orang dewasa.

2.2.2 Target Pasar

Target yang kita sasar adalah warung-warung, sekolahan-sekolahan, dan kampus-kampus di sekitar.

2.2.3 Positioning

Supaya produk makanan yang kita buat dikenal oleh orang banyak, kami memiliki inovasi menambahkan beberapa rasa seperti kacang, cokelat, dan seres yang bisa meningkatkan rasa lebih enak dibandigkan dengan produk sejenis lainnya. Dan konsumen pun akan mudah untuk mengenali produk kita.

2.3 Analisis S.W.O.T.

Analisi SWOT (Strength Weakness Oportunity Threat) merupakan acuan untuk menganalisa persaingan usaha.

2.3.1 Strength

Dengan inovasi yang kita pasti akan diterima di masyarakat. Disamping itu kami juga menjadikan produk makanan ini berkualitas dan dengan bahan dasari ubi yang memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

2.3.2 Weakness

Produk makanan ini bisa ditiru

Ketahanan produk tidak lama

Harga bahan pembuatan produk tidak stabil

2.3.3 Oportunity

Produk sejenis sudah ada di masyarakat akan tetapi kami menambahkan inovasi sehingga berbed dengan produk yang sudah ada di masyarakat. Disaming itu produk dari bahan dasar ubi jarang sekali, maka ini merupakan sebuah peluang yang bagus untuk kedepannya.

2.3.4 Threat

Ada beberapa ancaman dari usaha ini diantaranya:

Bahan baku yang kadang naik turun

Persaingan yang tidak sehat

Adanya produk sejenis yang lebih baik yang mengakibatkan produk kami kalah bersaing

BAB III MANAGEMEN PRODUKSI

3.1 Proses Produksi

Kegiatan produksi yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

Terus mengembangkan inovasi produk dengan menganalisa pasar yang telah kita bidik.

Menentukan bahan-bahan apa saja yang diperlukan dan juga bahan penunjang selain dari bahan utama. Lalu melakukan survei ke pasar untuk mendapatkan harga yang murah.

Dalam proses produksi dikerjakan dengan standar kerja yang sudah disusun agar proses produksi berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan.

Membuat laporan keuangan, hal ini agar dana dan transaksi yang kita dapatkan bisa kita analisa dan proses produksi pun akan berjalan dengan lancar.

3.2 Bahan Baku

Untuk proses produksi kami memakai bahan baku sebagai berikut:
[table “” not found /]

3.3.2 Perlengkapan

[table “” not found /]

3.4 Biaya Lain-lain

[table “” not found /]

3.5 Cara Membuat Produk

  • Siapkan bahan yang dierlukan
  • Kupas ubi dan cuci, setelah itu kukus hingga matang
  • Haluskan ubi yang sudah dikukus sampai menjadi adonan
  • Lalu masukan tepung tapioka, garam, tumbuk kembali samapi tercampur
  • Apabila setelah selesai ambil adonan dan buat bulat yang isinya diisi dengan cokelat atau lainnya.
  • Goreng dengan api yang sedang sampai warnanya berubah menjadi cokelat keemasan, angkat dan tiriskan.
  • Jika sudah dingin bisa diberikan toping sesuai selera.

BAB IV RENCANA ANGGARAN

4.1 Modal

Modal yang dikeluarkan untuk usaha ini 322.000

Total biaya: perlengkapan+bahan baku+biaya lain-lain= 102.000+187.000+33.000=322.000

Dimana dalamsat ali produksi kami membuat 100 buah dengan modal 322.000

4.2 Penentuan Harga Jual Produk

HPP( Harga Pokok Produksi) = biaya total / hasil produksi = 322.000/100 = 3220 pcs

Harga jual = harga pokok+laba = 3.220+1.780 = 5.000

4.3 Laba Rugi

Laba = (hasil produksi x harga jual) – modal = (100 x 5.000) – 322.000

= 500.000 – 322.000 = 178.000

Prosentase laba = laba/ modal x 100%

=178.000 / 322.000 x 100% = 55,27 persen

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

UBIKO adalah produk yang berbahan dasar ubi yang diberi sedikit inovasi agar bisa diterima di masyarakat luas. Dengan harapan produk ini bisa diterima di masyarakat dan digemari oleh para pembeli.

5.2 Saran

Proposal ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bisa membuat proposal ini lebih baik lagi.

Sekian proposal ini dibuat, semoga usaha yang akan kami jalankan berjalan dengan lancar dan bisa memberikan dampak yang baik di masyarakat.

Itulah 2 contoh proposal usaha makanan yang bisa anda buat sebagai acuan proposal usaha anda. Tetap semangat dalam berwirausaha dan jangan pernah lelah.

Contoh Proposal Usaha Jasa Servis Komputer

Contoh Proposal Usaha Jasa Servis Komputer

Contoh Proposal Usaha Jasa

contoh proposal usaha jasa picture
www.smithtechres.com

Contoh Proposal Usaha Jasa – Indonesia merupakan negara besar yang masih berkembang. Hal itu terjadi karena Indonesia memiliki beragam masalah yang perlu dibenahi. Diantaranya pendapatan per kapita yang rendah, pengangguran dimana-mana, dan kondisi di bidang sosial dan ekonomi jauh tertinggal dari negara maju. Pemerintah harus serius dengan masalah ini. Diantara solusinya yaitu dengan terus memupuk semangat berwirausaha. Saat ini pengusaha di Indonesia hanya sebesar 1,5% pengusaha dari 252 juta jiwa penduduk Indonesia. Indonesia masih perlu 1,7 juta pengusaha lagi untuk mencapai angka normal yaitu 2% pengusaha dari total penduduknya. Untuk jadi pengusaha contoh proposal usaha sangat penting supaya anda yang tidak memiliki dana bisa bekerjasama dengan investor.

Jadi penting sekali untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indoensia. Tapi masalahnya kebanyakan alasannya tidak memiliki modal yang cukup. Solusinya bisa bekerjasama dengan orang lain. Yaitu dengan membuat contoh proposal usaha. Proposal usaha di bawah ini adalah contoh proposal usaha jasa servis komputer.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi yang berkembang begitu pesat menuntut semua pihak yang aktivitas hidupnya terikat dengan perangkat tersebut untuk segera menyesuaikan diri baik dalam kebutuhan hardware maupun skill. Hal tersebut bukanlah mengikuti tren semata, namun lebih berorientasi pada penjunjung kelancaran kerja ataupun aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Yang tentu saja dengan adanya teknologi baru baik hardware maupun software akan sangat mendukung terhadap kecepatan dan kekuatan hasil kinerja di segala bidang.

Komputer merupakan salah satu hasil produk teknologi yang banyak dipakai dalam menunjang aktivitas kerja sebuah lembaga maupun perorangan. Karena dengan kebutuhan perangkat tersebut mampu mempercepat dan kesempurnaan aktivitas kerja. Namun di sisi lain, tingginya ketergantungan aktivitas kerja pada komputer akan berdampak secara langsung pada kemampuan kinerja perangkat itu sendiri. Semakin sering dan lamanya waktu menggunakan perangkat komputer dalam berkerja, akan berdampak signifikan pada performa perangkat itu sendiri. Apalagi apabila pemakaian user tidak mempunyai cukup ilmu dalam menangani kerusakan sistem maupun hardware hal ini akan semakin menurunkan performa kinerja komputer tersebut.

Meningkatnya pengguna komputer dan banyaknya pengguna perangkat komputer yang tidak mampu menangani beberapa masalah terkait dengan kerusakan sistem operasi maupun kerusakan hardware memberi peluang tersendiri bagi para teknisi komputer untuk membuka usaha dibidang penservisan komputer. Persaingan usaha jasa service komputer ada di kota-kota besar karena banyaknya pihak yang membuka usaha tersebut, namun lain halnya dengan persaingan di kota-kota kecil kecamatan peluang usaha tersebut masih cukup menjanjikan untuk dijalankan. Atas dasar pemikiran itulah maka mengguli proposal ini kami yang mempunyai kecakapan ilmu di bidang yg trouble shooting komputer baik hardware maupun software berinisiatif mendirikan usaha jasa service komputer yang dapat dipercaya konsumen dan akurat.

B. Tujuan
Tujuan dari rencana pembukaan usaha jasa service komputer adalah:
Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga yang selama ini masih ditopang dari satu sumber penghasilan saja, dengan mengoptimalkan potensi keahlian penulis dibidang troubelshooting komputer.

BAB II
ASPEK PERENCANAAN USAHA

A. ASPEK PERENCANAAN USAHA

Strategi pemasaran yang akan dijalankan dalam usaha jasa service komputer nantinya adalah dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting diantaranya adalah:
1. Area pemasaran
Dari hasil survei yang telah dilakukan rencana pemasaran nya adalah di Kota Kecamatan Purwodadi, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah karena di daerah tersebut selain belum banyak pesaing usaha juga jumlah pemakai komputer cukup banyak sehingga area ini mempunyai prospek yang cukup menjanjikan.
2. Segmen pasaran
Segmen pasaran dari usaha jasa ini nantinya meliputi semua sasaran baik instansi atau lembaga maupun perorangan
3. Metode pemasaran
Adapun metode pemasaran yang dijalankan dalam rangka mengenalkan kepada konsumen nantinya adalah melalui pemasangan banner menarik di depan toko, menawarkan paket diskon khusus melalui kerjasama dengan instansi-instansi setempat maupun pelanggan tetap, pasang iklan di media radio, menyebar brosur, pemberian stiker khas pada setiap konsumen, menjaga standar mutu produk serta menjaga kepercayaan dan pelayanan yang cepat amanah dan akurat kepada para konsumen. Yang dalam perencanaannya dalam satu bulan setelah dibukanya usaha ini target minimal yang harus tercapai adalah mampu menservis 100 unit komputer.

B. Aspek Teknis

Hal-hal yang bersifat teknis yang perlu dipersiapakan untuk menjalani usaha ini meliputi:

1. Pengadaan aktiva tetap usaha

Kebutuhan aktiva tetap usaha meliputi:

– Etalase sebanyak 1 unit sebagai tempat penyimpanan hardware sekaligus sebagai daya tarik pada konsumen atas kelengkapan periperal servis
– 1 unit rak sebagai tempat penyimpaan komponen.
– 1 set driver software original sebagai media instalasi legal baik sistem maupun aplikasi.
– 3 set unit komputer sebagai media check up komputer konsumen.
– 1 unit telon genggam sebagai alat penunjang komunikasi usaha.
– 1 unit kendaraan bermotor sebagai alat transportasi usaha.
– 2 set meja kursi dan 1 set inventaris pendukung sebagai media pendukung oerasional usaha.

2. Produk Jasa

Usaha ini nantinya memfokuskan diri pada panser pesan perangkat komputer saja yaitu komuter dan monitor.

3. Proses Operasi

– Proses operasional usaha dimulai dari check up kesiapn sema peralatan servis yang akan digunakn untuk bekerja.
– Interview dengan konsumen berkaitan kerusakan yang terjadi pada komputer dan perlakuan dalam menggunakannya.
– check up kondisi komputer di depan konsumen dan mencatat identifikasi dalam nota tanda terima yang selanjutnya menyerahkan kopian nota tersebut pada pihak konsumen sebagai tanda bukti pengambilan bila komputer sudah selesai diperbaiki.
– Melakukan servis dan semua unit komputer konsumen berdasarkan urutan nomor tanda terima, hal ini dilakukan untuk membedakan harga bagi konsumen tertentu yang meminta perioritas.
– Komputer yang mengalami kerusakan pada sistem operasinya cukup dilakukan instalasi ulang, namun bila terjadi kerusakan pada hardware maka sebelum melakukan penggantian terlebih dahulu memberitahu pihak konsumen untuk kesepakatan biaya yang akan dibebankan.
– Waktu garansi service yang diberlakukan adalah 1 minggu Sedangkan untuk jasa servis mengikuti harga umum yang berlaku sesuai dengan tingkat kerusakan komputer.

4. Tenaga kerja

Rencana kebutuhan tenaga kerja yang akan digunakan dalam menjalankan usaha usaha jasa ini berjumlah 2 orang, dengan waktu kerja mulai pagi jam 08.00 WIB sampai sore jam 16.00 WIB.

5. Lokasi

Usaha jasa ini Rencananya akan menempati lokasi di jalan kawuri Nomor 20 Purwodadi dengan sistem sewa tempat selama 5 tahun. Dipilihnya tempat tersebut sebagai kegiatan usaha karena selain tempatnya memadai dapat nya juga strategis dan dekat dengan keramaian kota, walaupun untuk mendapatkannya butuh anggaran yang sedikit lebih mahal dibandingkan tempat lain. Namun dipandang dari segi bisnis tempat tersebut mempunyai prospek yang lebih baik dari aspek pemasaran, kemudahan pencapaian oleh konsumen karena dilalui angkutan kota maupun aspek keamanannya.

C. Aspek Ekonomi Sosial

-Dampak pembukaan usaha jasa ini pada aspek ekonomi sosial antara lain adalah:
Ikut berperan serta dalam meningkatkan dinamisasi perekonomian daerah dibidang jasa perbaikan komputer yang harapannya dengan makin majunya usaha tersebut akan semakin nyata pula peranannya dalam memberikan kontribusi pada perkembangan perekonomian daerah setempat.
– secara tidak langsung ikut berperan serta dalam menyerap tenaga kerja daerah walaupun dalam presentasi yang tidak begitu besar.

D. Aspek Manajemen

Beberapa aspek manajemen usaha jasa servis komputer ini antara lain adalah hal yang terkait dengan:

1. Pengelola usaha dan kepemilikan modal
– Bahwasannya pengusaha nantinya adalah kami pribadi selaku membuat proposal usaha ini yang mempunyai ilmu dan skill sangat memadai dalam trouble shooting komputer dan siap diberi amanah dan tanggung jawab oleh investor atau pemilik modal sebagai pengelola usaha.
– Pengelola usaha mempunyai prioritas penuh dalam menentukan kebijakan kebijakan terkait dengan operasional usaha serta memberikan laporan periodik tentang pengusaha dan investor.
– Sedangkan untuk seluruh permodalan usaha akan didanai oleh Diab investor dan investor berhak memantau kinerja pengelola usaha dan melakukan teguran bila usaha terus berjalan tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

2. Model kerjasama

Model kerjasama yang akan dijalankan nantinya memakai pola bagi hasil dengan prosentase pada tahun pertama 40% untuk pengusaha dan 60% untuk investor sedangkan mulai tahun kedua 30% untuk mengelola dan 70% untuk investor.

3. Perizinan usaha

Guna menunjang laju pemasaran dan perkembangan usaha nantinya, kelengkapan administrasi dengan pihak terkait seperti: Perjanjian HO, pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) akan diproses setelah ada kepastian pencarian dana dari pihak investor.

E. Aspek Keuangan

Berikut ini adalah detail analisa keuangan yang terkait dengan semua kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan usaha jasa service komputer nantinya.

BAB III
PENUTUP

Dari uraian pada bab sebelumnya terutama terkait dengan hasil kalkulasi analisis keuangan, kiranya dapat diambil kesimpulan bahwa proposal usaha jasa service komputer ini layak untuk direalisasikan karena:
Dari aspek periode pengembalian investasi, diperkirakan hanya dalam jangka waktu 7,7 bulan, seluruh investasi usaha sudah kembali. Hal ini tentunya sangat mungkin terjadi bila target penjualan setiap bulannya selalu tercapai.
Dari aspek pengembalian investasi hasil prosentase dengan tingkat 13,03% per bulan sangatlah menjanjikan usaha tersebut untuk dijalankan karena angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan tingkat bunga deposito di bank yang rata-rata 2% per bulan.
Dari aspek rasio memanfaatkan biaya hasil perbandingan 2,9 mempunyai arti bahwa untuk setiap Rp. 1 pengeluaran dapat ditutup dengan Rp. 2,9 pendapatan sehigga arus kas usaha tersebut terhindar dari defisit anggaran.
Sedangkan dari perbandingan laba bersih usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah Minimum Regional (UMR) daerah setempat hasilnya 2 : 1, yang mempunyai arti bahwa usaha jasa ini akan mampu memberikan kontribusi penghasilan bagi pengelola 2 kali lebih besar dibandingkan dengan UMR daerah setempat.

Itulah contoh proposal usaha jasa servis komputer. Semoga bisa bermanfaat.

Contoh Proposal Usaha Lengkap Dengan Pembahasan dan Tips & Trik

Contoh Proposal Usaha Lengkap Dengan Pembahasan dan Tips & Trik

Pendahuluan Contoh Proposal Usaha

contoh proposal usaha
icctf.or.id

Contoh proposal usaha banyak dicari untuk menjadi rujukan para calon pengusaha muda. Bila kita mengamati perkemabangan dunia pendidikan dalam sepuluh tahun terakhir ini khususnya di negara kita, maka kita akan mendapatkan sebuah kesimpulan yang sama bahwa ilmu kewirausahaan telah menjadi mata pelajaran atau mata kuliah yang mampu membuka wacana dam memotivasi pelajar dan mahasiswa untuk melakukan sebuah terobosan dalam mensikapi hidup dengan berwirausaha.

Meneruskan ke bangku kuliah bagi siswa menengah atas atau mencari pekerjaan setelah lulus bagi mahasiswa sudah bukan menjadi prioritas utama lagi, mereka sekarang ini telah memiliki pilihan alternatif menjadi seorang pengusaha. Untuk melamar pekerjaan mereka juga harus bisa membuat daftar riwayat hidup banyak contoh cv atau daftar riwayat hidup di internet.

Unutk menjadi seorang pengusaha atau pengusaha tentunya bukan lah hal yang gampang, ada banyak hal yang harus dimiliki dan dikuasai untuk siap terjun dalam dunia bisnis, diantaranya adalah sikap mental, dan kemampuan atau skill dan juga modal. Dari berbagai macam faktor yang ada, keterbatasan modal merupakan hal yang klasik yang sering dijadikan alasan orang yang akan terjun ke dalam dunia usaha.

Memang bukanlah hal yang gampang bagi pemula untuk keluar dari cara pandang seperti itu. Namun hal demikian bukan berarti keinginan untuk mewujudkan ide usaha mati dan terhenti, karena ada sebuah cara yang bisa mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan mengajak kerja sama seseorang untuk mendanai atau menjadi investor bagi usaha yang akan dijalankan dengan membuat sebuah proposal usaha. Berikut contoh proposal usaha akan dibahas dan dijelaskan secara urut dan rinci mengenai apa dan perlunya membuat contoh proposal usaha.

SEKOLAH BISNIS ONLINE DUA KODI KARTIKA

sekolah bisnis online dua kodi kartika

Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali Anda ikut Seminar? Berapa harganya?

Kalau ikut workshop, apakah Anda pernah? Seberapa mahal harganya?

Kalau nonton film di bioskop, pastinya Anda pernah dong… Berapa harga tiket masuknya?

Anda bisa jawab pertanyaan Saya tersebut dalam pikiran Anda, gak perlu dikasih tahu ke Saya… ^_^

Tapi coba bayangkan…

Pernah gak Anda ikut seminar dengan investasi hanya Rp 5.000 per 30-60 menit nya? Pernah?

Saya pribadi, hampir setiap hari…

Kenapa?

Karena seminarnya diadakan secara online.

Gembiranya, bisa nonton sambil tiduran di rumah, bahkan saat sakit sekalipun…

Ilmu, dapat…

Inspirasi, dapat…

Ide, dapat…

Terlebih, ada 99 episode seminar yang bisa Anda tonton dan materinya asyik2.

Itu artinya, Anda cukup bayar Rp 5.000 x 99 episode = Rp 495.000. Hm, terlalu murah untuk pembelajaran online

dengan value yang luar biasa tinggi.

Namanya SBDKK (Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika). Pengajarnya kang Rendy Saputra.

Tentu, kalau Saya jadi Anda, dan mengetahui bahwa hari ini adalah KESEMPATAN TERAKHIR daftar dengan

harga MURAH, Saya pasti langsung daftar.

Mau saya kasih diskon? tambahkan kode voucer DISKON10 saat pendaftaran.

Anda bisa cek detailnya disini:

KLIK DISINI

TESTIMONI MEMBER SBDKK

testimoni sbdkk 1

testimoni sbdkk 2

testimoni sbdkk 3

DAFTRA SEKARANG JUGA! 

MASUKAN KODE: DISKON10

KLIK DISINI


Sebelum masuk ke pembahasan mengenai proposal usaha, yuk kita lihat profil pengusaha muda cantik asal Cirebon berikut :

 

Definisi Proposal Usaha

Secara sederhana proposal usaha dapat didefinisikan sebagai rancangan usaha yang disampaikan secara tertulis kepada pihak lain (investor) secara sistematik dan jelas mencakup gambaran aktivitas yang akan dilakukan beserta rincian kebutuhan aset dan perhitungan keuangan.

Tujuan dari Proposal Usaha

Pada umumnya proposal usaha dibuat dengan tujuan:

  • Untuk merealisasikan sebuah peluang usaha yang profitable.
  • Sebagai sarana untuk meyakinkan pihak investor atas kelayakan usaha yang akan dijalankan atau dikemabangkan.

Manfaat Proposal Usaha

Manfaat dari pembuatan proposal usaha antara lain sebagai berikut:

  • Memudahkan pelaku usaha dalam menjelaskan kepada pihak investor mengenai ide atau gagasan usaha yang akan dilakukan.
  • Apabila terjadi kesepakatan kerjasama antara pihak investor dan pelaku usaha, maka proposal usaha tersebut dapat menjadi media kontrol atau rujukan bagi kedua belah pihak untuk memantau usaha yang dijalankan.
  • Dalam realisasinya, proposal usaha membantu mengurangi kerugian yang diakibatkan dari penyimpangan biaya tak terduga.

Hal Penitng Dalam Membuat Proposal Usaha

agar-proposal-usaha-diterima-investor
pixabay.com

Proposal Usaha yang Diminati Investor

Satu hal yang harus dipahami oleh para pembuat proposal usaha adalah bahwa tidak semua orang dapat membaut proposal usaha dengan baik. Proposal usaha yang kurang menarik biasanyakurang mendapatkan respon yang baik dari investor. Sehigga dibutuhkan keterampilan khusus dan pengetahuan yang cukup dalam membuat proposal usaha yang baik dan benar dan menarik. Nanti akan ada contoh proposal usaha.

Poposal yang diminati oleh para investor adalah proposal yang mempunyai sistematika dan alur pembahasan yang runtut dan jelas. Bahasa yang digunakan pun bukan bahasa yang resmi dan kaku tapi bahasa yang atraktif dan mudah di pahami bagi investor.

Sehingga maksud dan tujuan dari proposal yang diajukan tersebut dapat dipahami daengan baik. Selain itu dalammembuat proposal sang penulis yaitu pelaku usaha dapat memposisikan diri sebagai sang pembaca proposal atau investor. Anggap target pembaca proposal anda adalah orang yang benar-benar tidak mengerti mengenai usaha ang akan dijalankan sehingga proposal yang detail dan jelas akan sangat membantu investor dalam memahaminya.

Sistematika Penulisan Proposal Usaha

Sistematika atau pembuatan proposal usaha dapat menjadi prioritas pembaca atau investor dalam mengeksekusi kelayakan usaha yang akan dijalankan, bila proposal dibuat dengan asal-asalan tanpa sistematika yang baik, sudah dapat dipastikan proposal tersebut akan ditolak oleh investor, karena membingungkan.

Dasar pemikiran mereka sederhana, bagaimana mungkin usaha tersebut dapat dijalankan dengan baik bila konsepnya saja tidak daa dipahami dengan jelas. Maka pembuatan sistematika proposal yang runtut, berkesinambungan dan jelas akan sangat mempengaruhi dalam proses eksekusi kelayakan usaha tersebut.

Untuk membuat sistematika proposal usaha yang baik, harus disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan, karena bisa jadi beberapa aspek yang dibuat untuk masing-masing usaha berbeda antara satu dengan lainnya. Sebagai contoh: sebuah usaha jasa terapi tidak perlu mencantumkan aspek lingkungan, namun pada usaha industri batik, aspek lingkungan perlu dicantumkan karena berkaitan dengan dampak dari limbah industri yang dihasilkannya.

Contoh lainnya adalah pada usaha yang bersifat kemitraan, misalnya kemitraan usaha di bidang peternakan maupun pertanian yang mana proses pembelian hasil panen akan dilakukakan pemasok bibit maka dalam hal ini aspek pemasaran tidak perlu dicantumkan karena si pelaku usaha tidak punya hak jual atas hasil panennya. Namun secara garis besar sebuah proposal usaha setidaknya mecakup sistematika standar sebagai berikut:

Contoh Sistematika Penulisan Proposal Usaha

1. Cover dan Halaman Judul
2. Daftar Isi
3. BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang/ Dasar Pemikiran
b. Tujuan Usaha
4. BAB II ASPEK PERENCANAAN USAHA
a. Aspek Pemasaran
b. Aspek Teknis dan Produksi
c. Aspek Ekonomi Sosial
d. Aspek Lingkungan
e. Aspek Manajemen
f. Aspek Keuangan
5. BAB III PENUTUP
6. Lampiran

Pembahasan Membuat Sistematika Penulisan Proposal Usaha

contoh-sistematika-kepenulisan-proposal-usaha
pixabay.com

Cover dan Halaman Judul Proposal Usaha

Cover atau sampul proposal merupakan pintu masuk untuk menarik investor dan bersedia membacanya. Pembuatan cover yang asal-asalan akan menjatuhkan karakter atau privacy pembuat proposal itu sendiri karena tidak memahami standar kelayakan permohonan kerjasama. Investor akan merasa lebih dihargai bila cover proposal dibuat dengan tingkat elegansi yang pantas, karena hal itu menyangkut dengan besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan bila proposal tersebut disetujui. Pada umumnya jenis cover disesuaikan dengan tebal tipisnya proposal. Bisa memakai hard cover atau kertas keras atau cover yang transparan berbahan plastik mika.

Halaman judul yang ada pada cover biasanya meliputi: jenis usaha, nama usaha dan penyusun atau pihak yang mengajukan proposal (bisa lembaga atau perorangan). Untuk menambahkan daya tarik tampilan cover bisa dimuat gambar atau foto kegiatan yang bertema sama dengan isi proposal yang akan diajukan.

Daftar Isi Proposal Usaha

Daftar isi proposal usaha memuat sistematika yang telah dibahas pada bab sebelumnya ditambah dengan nomor halaman untuk masing-masing bab dan sub babnya.

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang atau Dasar Pemikiran

Sub bab ini memuat hal-hal yang menjadi dasar pemikiran atau latar belakang dibuatnya proposal usaha. Alur penulisan biasanya terlebih dahulu disampaikan tentang kondisi global yaitu informasi atau data aktual yang berkaitan dengan berbagai keadaan di luar usaha yang secar tidak langsung maupun langsung berpengaruh terhadap usaha yang akan dijalankan seperti: perkembangan terkini perkembangan ekonomi nasional atau internasional, tuntutan kebutuhan pokok, melimpahnya ketersediaan sumberdaya ataupun bahan baku, tigkat permintaan atas produk tertentu, terbatasnya pesaing usaha, pemanfaatan peluang bisnis dan lain sebagainya. Kemudian dengan pertimbangan beberapa hal tersebut dibahas semakin meruncing menuju pada alasan pokok yang menjadi dasar pemikiran pemilihan jenis usaha yang akan dijalankan.

Tujuan Usaha

Detail tujuan yang akan dicapai dari usaha yang akan dijalankan harus disampaikan dengan jelas baik dari aspek peningkatan kesejahteraan ekonomi, aspek pemanfaatan potensi sumber daya alam maupun aspek lain yang dapat menguatkan pertimbangan investor untuk melakukan investasi pada usaha tersebut.

Bab II Aspek Perencanaan Usaha

Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran merupakan ujung tombak dari seluruh aktivitas usaha, karena melalui proses pemasaranlah produk usaha dapat dikenalkan dengan masyarakat konsumen. Sehingga pemasaran yang terencana dengan baik dan sistematis akan berdampak pada kelangsungan usaha secara signifikan.

Oleh karena itu pada aspek pemasaran ini harus dijelaskan secara detil area. Segmen pasar dan metode pemasaran yang akan digunakan dan alasan pemilihan segmen dan metode tersebut berjalan. Penjelasan area pemasaran berkaitan dengan daerah yang punya potensi permintaan terbesar pada produk usaha dan penjabaran untuk segmen pasar sebaiknya ditentukan sejak awal sebelum usaha dimulai, agar jelas kepada siapa produk hasil saya itu dipasarkan.

Jika segmen pasar tidak ditentukan maka bisa dipastikan akan membingungkan tenaga penjualan dalam memasarkan produknya, karena tidak tahu pada siapa ia akan menawarkan produknya. Segmen pasar dapat dijelaskan dengan membagi konsumen dalam kriteria umur/usia, bidang pekerjaan, jenis kelamin ataupun pencinta seni/hobi/kolektor. Dijelaskan pula dasar alasan memilih segmen pasar tersebut.

Sedangkan metode pemasaran dalam rangka mengenalkan produk kepada konsumen atau menarik simpati konsumen dapat dilakukan melalui banyak cara, diantaranya: pasang iklan di media cetak maupun elektronik, memasang dan menyebar pamflet, banner, spanduk, baliho,brosur, leaflet atau SMS, mengadakan pelayanan atau paket gratis, mengadakan lomba, bakti sosial, pawai produk ataupun membuat blog atau web.

Semakin unik model pemasaran yang dilakukan dan mencakup jangkauan area yang luas akan mampu menjaring jumlah konsumen yang lebih banyak. Namun pada kenyataannya menjaga standar mutu produk, kepercayaan dan pelayanan yang ramah merupakan metode paling ampuh dalam konsep pemasaran jangka panjang dan kelangsungan usaha itu sendiri.

Aspek teknis dan produksi

Hal-hal yang dijabarkan dalam aspek teknis dan produksi adalah semua hal yang terkait dalam proses persiapan maupun pelaksanaan teknis usaha. Penjabaran aspek teknis dan produksi ini tentu saja berbeda antara usaha satu dengan yang lainnya, yang jelas disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi usaha masing-masing.

Beberapa hal pokok yang perlu dibahas dalam aspek teknis dan produksi adalah:

Aktiva tetap usaha

Kebutuhan aktiva tetap usaha meliputi bangunan atau tempat usaha, mesin, inventaris maupun peralatan pendukung yang digunakan untuk operasional usaha. Sedangkan untuk usaha yang bergerak di agribisnis khususnya bidang peternakan, kebutuhan aktiva tetapnya meliputi indukan ternak yang akan dibudidayakan. Penjabaran dari masing-masing kebutuhan aktiva tetap ini harus jelas dan detail mulai dari alasan, fungsi, ukuran maupun jenisnya.

Bahan baku dan pembantu

Kebutuhan akan bahan baku dan pembantu yang dimaksud di sini adalah bila terkait pada usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan industri maka ketersediaan akan bahan baku dan pembantu harus dapat dipastikan kontinuitasnya dalam menunjang proses operasional usaha. Sedangkan untuk usaha di bidang jasa kebutuhan bakunya adalah skill atau keahlian pribadi itu sendiri, yang harus dipastikan bahwa keahlian yang dimiliki sudah memenuhi standar pasar.

Proses produksi atau operasi

Penjabaran proses produksi atau operasi usaha industri lebih difokuskan pada teknis mengolah bahan baku yang tersedia menjadi produk jadi yang siap jual. Pada usaha dagang prosesnya mulai dari pengadaan/ pembelian barang atau kulakan pengemasan atau packing ulang dan penjualan langsung ke konsumen atau melalui agen-agen langganan. Sedangkan untuk proses operasi usaha jasa biasanya terfokus pada teknis pelayanan ke konsumen.

Tenaga kerja

Dalam aspek ini dijelaskan mengenai kebutuhan tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang akan digunakan dalam operasi usaha. Penggunaan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan akan sangat menunjang kelancaran usaha. Dan meminimalisasi jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat menekan jumlah biaya tetap yang dikeluarkan setiap periodenya.

Lokasi

Penentuan lokasi usaha sangat menunjang pula dalam kelancaran usaha, letak yang strategis dan dekat dengan keramaian akan mempunyai dampak secara signifikan pada tingkat penjualan produk usaha. Namun kendalanya adalah umumnya biaya sewa di lokasi strategis lebih mahal dari tempat-tempat lainnya. Pada aspek ini sebaiknya dijelaskan pula alasan penentuan tempat usaha tersebut.

Aspek ekonomi sosial

Aspek sosial lebih ditekankan pada dampak pembukaan usaha terhadap kehidupan masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat luas umumnya antara lain seperti:

  • Berperan serta dalam mengurangi tingkat pengangguran angkatan kerja dengan memberikan kesempatan bekerja.
  • Berperan serta dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup masyarakat.
  • Berperan serta menjadi mediator kerjasama antara unit-unit usaha yang ada.

Aspek lingkungan

Pembahasan aspek lingkungan biasanya dikhususkan untuk pendiri usaha yang mempunyai dampak terhadap pencemaran lingkungan secara langsung, baik pencemaran udara, air, tanah maupun kondisi lingkungan. Sehingga solusi teknis dalam menanggulangi pencemaran lingkungan harus dijelaskan secara detail agar tidak terjadi permasalahan di masa depan. Sebagai contoh sebuah solusi teknis pada industri batik, pembuangan limbah dari hasil akhir olahan dibuang ditempat yang dibuat secara khusus sehingga tidak mencemari air dan tanah di lingkungan sekitar.

Aspek manajemen

Penjelasan aspek manajemen diperlukan agar usaha tersebut nantinya dapat dikelola secara profesional. Beberapa hal penting yang perlu dibahas dalam aspek manajemen antara lain adalah:

  • Pengelola usaha dan kepemilikan modal
    Kiranya dijelaskan pihak yang harus memulai usaha dan pihak yang harus mendanai usaha (pemilik modal atau investor) beserta detil tanggung jawabnya, supaya usaha dapat dikelola secara profesional.
  • Model kerjasama
    Model kerjasama harus dijelaskan secara rinci apakah dalam bentuk pinjaman atau bagi hasil. Bila dalam bentuk pinjaman maka harus dijelaskan pula Kapan jangka waktu pengembaliannya, dan bila dalam bentuk bagi hasil harus dijelaskan prosentase pembagian laba untuk masing-masing pihak. Sehingga dengan perjanjian di awal usaha yang jelas akan mengurangi tingkat resikobila di kemudian hari terjadi kesalahpahaman atau pertikaian diantara kedua belah pihak.
  • Perjanjian usaha
    Penjelasan tentang perjanjian usaha semisal ijin HO, pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan NPWP nomor Pokok Wajib Pajak diperlukan ketika usaha tersebut nantinya berkembang dengan pesat sehingga apabila diadakan audit oleh instansi terkait semua perijinan sudah beres. Namun wirausaha masih dalam skala kecil lebih baik tidak perlu perijinan per hal itu justru akan menghambat laju pendirian usaha.

Aspek keuangan

Hal yang paling krusial dalam pembuatan proposal usaha adalah penjelasan pada aspek keuangan, karena perhitungan yang cermat dan analisa yang tepat akan menentukan kelayakan usaha yang akan dijalankan. Pembahasan analisa keuangan meliputi:

  1. Analisa Investasi Usaha
  2. Analisa Break Even Point atau Titik Impas
  3. Analisa Laba Rugi
  4. Analisa Arus Kas
  5. Prediksi Neraca

Analisa kelayakan usaha, antara lain terdiri dari metode:
– Periode Pengmbalian Modal (Payback Period)
– Pengembalian investasi atau return on investment (ROI)
– Rasio manfaat dan biaya (B/C Ratio)
– Perbandingan laba bersih usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah Minimal Regional (UMR) daerah setempat.

Karena kompleknya pembahasan analisa keuangan pada aspek ini maka penjelasan secara detil akan diuraikan pada bab tersendiri.

Bab III Penutup

Pada bab penutup umumnya berisi tentang penjelasan dari hasil kalkulasi keuangan pada analisa kelayakan usaha yang diuraikan dalam bentuk pengukuran pentingnya proposal usaha tersebut untuk direalisasi berikut dengan alasannya.

F. Lampiran

Beberapa data pendukung dari proposal usaha yang dibuat, yang tidak mungkin untuk dimasukkan dalam bab pembahasan dilampirkan pada bagian akhir proposal setelah lembar penutup. Proposal yang didukung dengan data atau dokumen yang lengkap dan rinci akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan realisasinya.

Analisa Keuangan Contoh Proposal Usaha

analisa-keuangan-contoh-proposal-usaha
pixabay.com

Analisa Investasi Usaha

Analisa investasi usaha digunakan untuk mengetahui keseluruhan modal yang diinvestasikan untuk usaha. Variabel analisa ini meliputi kebutuhan modal tetap dan modal kerja usaha.

Modal Tetap Usaha

Adalah modal yang diinvestasikan untuk membiayai keperluan usaha yang mempunyai umur pemakaian lama (umumnya lebih dari satu tahun). Elemen modal tetap usaha meliputi:

Aktiva Tetap

Adalah kekayaan usaha yang diwujudkan dalam bentuk aset tetap dan mempunyai umur kegunaan jangka panjang. Beberapa contoh aktiva tetap diantaranya adalah bangunan, kendaraan, mesin, inventaris kantor: komputer, meja, kursi dan lain sebagainya. Aktiva tetap harus dilakukan penyusutan untuk mencatat nilai manfaat aktiva tetap yang dibebankan sebagai biaya tetap dalam modal kerja usaha.

Rumus Penyusutan

Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa / Taksiran Umur Ekonomis

Contoh:
Bapak Andi membeli komputer senilai Rp. 4.000.000, taksiran umur ekonomisnya 5 tahun, sedangkan taksiran residu atau sisa saat tahun ke 5 tersebut adalah Rp. 400.000. Maka penghitungan nilai penyusutan aktiva tersebut adalah sebagai berikut:
(Rp. 4.000.000 – Rp. 400.000) / 5 tahun x 12 bulan = Rp. 60.000 per bulan

Biaya Dibayar di Muka

Adalah pengeluaran kas yang manfaatnya tidak bisa dinikmati pada periode ini melainkan pada periode berikutnya. Jenis transaksi yang termasuk biaya dibayar dimuka diantaranya adalah sewa tempat, biaya promosi atau pemasaran, asuransi dan lain sebagainya. Pada setiap akhir periode harus dilakukan penyesuaian untuk mencatat nilai riil dari biaya dibayar dimuka yang dibebankan sebagai biaya tetap dalam modal kerja usaha.

Rumus Penyesuaian

Harga Pokok Biaya Dibayar di Muka / Jangka Waktu Biaya Dibayar di Muka

Contoh:
Biaya dibayar dimuka untuk sewa tempat usaha 3 tahun adalah Rp1.800.000. Laporan usaha dilakukan setiap bulan sekali. Maka perhitungan penyesuaian biaya sewa tempat setiap bulannya adalah:
Rp. 1.800.000/(3×12) = Rp. 50.000

Modal Kerja Usaha

Adalah modal yang diinvestasikan untuk membiayai seluruh kegiatan usaha setelah pengadaan aset dan kebutuhan jangka panjang dianggap memadai. Pengertian yang lebih sederhana adalah modal yang dialokasikan untuk membiayai kontinuitas kegiatan usaha setiap periodenya.

Elemen modal kerja usaha meliputi:

1. Biaya Tetap
Adalah modal kerja yang harus tetap ada atau terus menerus diperlukan untuk kelancaraan usaha.

Elemen-elemen biaya tetap meliputi:

  • Penyusutan aktiva tetap.
  • Penyesuaian biaya dibayar di muka.
  • Biaya operasional:
    Adalah biaya yang selalu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian usaha. Misalnya: biaya listrik, telepon, gaji/ upah karyawan, transportasi, pajak, administrasi kantor dan lain sebagainya.

2. Biaya Variabel
Adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan usaha saat periode tersebut. Pengertian sederhana biaya variabel adalah semua biaya yang menempel pada produk.

Elemen-elemen biaya variabel meliputi:

  • Bahan baku:
    Adalah bahan mentah/ pokok dari produk usaha.
  • Bahan pendukung:
    Adalah bahan yang berperan membantu proses penyempurnaan bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual.

Contoh dalam usaha manufaktur atau industri:

  • Mebel, biaya variabelnya meliputi: kayu, paku dan pernis atau plitur.
  • Roti, biaya variabelnya meliputi: Tepung, gula, garam, telur, pengembang dan bahan pendukung lainnya.

Contoh dalam usaha dagang pakaian, biaya variabel adalah macam-macam jadi produk utama usaha.

Catatan:

Dalam usaha jasa tidak ada biaya variabel karena terlalu sulit menentukan nilai keterampilan seseorang untuk dibebankan dalam unit produk yang dikenai pelayanan jasa. Sehingga modal kerja dalam usaha jasa adalah biaya tetap itu sendiri karena biaya variabelnya adalah nol.

Sedangkan dalam usaha agribisnis seperti peternakan ayam, bebek, lele dan sejenisnya, biaya operasional tidak dikelompokkan dalam elemen biaya tetap tetapi elemen biaya variabel karena pada usaha agribisnis mempunyai asumsi “all in out” yaitu semua komoditi yang masuk harus keluar atau terjual semua karena resiko kematian. Jadi semua biaya operasional yang dikeluarkan melalui pengadaan komoditi pembesaran hingga komoditi siap jual dianggap sebagai biaya variabel.

Adapun yang dimaksud jumlah keseluruhan investasi adalah:
Modal Tetap + Modal Kerja – Penyusutan – Penyesuaian

Untuk mendapatkan jumlah riil investasi, penyusutan dan penyesuaian harus dikeluarkan dari modal kerja karena dua elemen tersebut bukanlah bagian dari biaya investasi melainkan nilai manfaat dari aktiva tetap dan BDM yang diakui sebagai biaya.

Analisa Break Even Point atau Titik Impas

Analisa break event point atau lebih dikenal dengan BEP digunakan untuk mengetahui keadaan dimana dalam operasi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau impas. Ada dua alat analisa yang di bisa digunakan untuk mengetahui titik impas usaha yaitu BEP dalam unit dan BEP dalam rupiah.

BEP Dalam Unit

Adalah alat analisa BEP untuk mengetahui jumlah unit produk yang terjual pada titik impas usaha.

Rumus BEP dalam unit:
Biaya Tetap per Unit / Penjualan per Unit – Biaya variabe per Unit

BEP Dalam Rupiah

Adalah alat analisa BEP untuk mengetahui harga pokok per unit produk pada titik impas usaha.

Rumus BEP dalam rupiah:
Modal Kerja / Volume Produksi

Analisa Laba Rugi

Analisa laba rugi digunakan untuk mengetahui laba atau rugi berdasarkan target penjualan usaha yang diharapkan. Selain itu, analisa ini juga dapat digunakan sebagai alat uji laba atau rugi yang dihasilkan dari BEP dalam unit dan BEP dalam rupiah.

Rumus Laba Rugi:
Laba(Rugi) = Penjualan – Biaya Tetap – Biaya Variabel

Jika hasil penghitungannya positif berarti laba, namun bila hasil dari perhitungannya negatif berarti rugi, dan bila hasilnya sama dengan nol berarti tidak ada laba atau rugi atau bisa disebut BEP/ impas.

Analisa Arus Kas

Analisa arus kas digunakan untuk mengetahui aliran kas masuk dan kas keluar usaha dalam masa konstruksi dan masa sesuai target usaha yang diharapkan.

Rumusnya analisa arus kas adalah:

Saldo Kas Akhir Periode = Saldo Kas Awal Periode + Jumlah Kas Masuk – Jumlah Kas Keluar

Prediksi Neraca

Prediksi neraca digunakan untuk mengetahui posisi keuangan usaha berdasarkan target yang direncanakan, sehingga dapat diketahui wujud dan nominal aset dari modal yang diinvestasikan.

Rumus Prediksi Neraca

Jumlah total Aktiva = Jumlah total Pasiva

Analisa Kelayakan Usaha

Analisa kelayakan usaha digunakan untuk mengetahui layak tidaknya usaha tersebut dijalankan. Metode sederhana yang bisa digunakan untuk menguji kelayakan usaha diantaranya adalah:

Periode Pengembalian Modal (Payback Period)

Adalah metode yang digunakan untuk mengetahui lamanya waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali seluruh dana yang diinvestasikan melalui laba bersih usaha.

Rumus Periode Pengembalian Modal (Payback Period):
Investasi / Laba berish usaha

Semakin kecil nilai yang didapat semakin cepat pengembalian investasi sehingga semakin banyak pula usaha tersebut untuk direalisasikan.

Pengembalian Investasi/ Return of Investment (ROI)

Adalah metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha yang mampu menutup seluruh dana yang diinvestasikan.

Rumus Pengembalian Investasi atau ROI

Laba Bersih Usaha / Investasi x 100%

Semakin besar nilai yang didapat semakin memadai tingkat keuntungan besar yang didapat dalam menutup dana investasi sehingga usaha tersebut layak direalisasi. Banyak pihak atau pelaku usaha yang melakukan pembandingan sederhana untuk kelayakan hasil metode ROI dengan suku bunga kredit atau bunga deposito yang umumnya berlaku di bank, bila tingkat persentasenya sama atau lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga kredit atau bunga deposito maka usaha tersebut cukup layak untuk direalisasi.

Rasio Manfaat dan Biaya (B/C Ratio)

Adalah metode yang digunakan untuk mengetahui kemampuan usaha dalam menutup seluruh biaya pengeluaran dengan keuntungan yang diperoleh selama investasi berlangsung.

Rumus Rasio Manfaat dan Biaya atau B/C Ratio

Pendapat / Pengeluaran

Pendapatan dan pengeluaran yang dimaksud dalam formula disini adalah jumlah kas masuk dan kas keluar yang tercantum dalam analisa arus kas. Semakin besar nilai yang didapat semakin baik kemampuan usaha tersebut untuk menutup biaya pengeluaran dari pendapatan yang diperoleh, atau dengan indikasi lain bahwa kelayakan usaha yang akan menandai untuk direalisasi bila nilai dari B/C ratio lebih besar dari satu (B/C > 1).

Perbandingan Laba Bersih Usaha Setelah Bagi Hasil dengan Tingkat Upah Minimum Regional (UMR) Daerah Setempat

Dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan bahwa usaha yang akan dijalankan tersebut akan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan pengelola usaha secara signifikan di atas UMR daerah setempat.

Semakin besar hasil perbandingan yang didapat semakin besar pula peran usaha tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi ke pengelola usaha.

Download Contoh Proposal Usaha

Contoh Proposal Usaha by Wafa on Scribd