Langkah Pasti Menju Pernikahan yang Syar’i

Langkah Pasti Menju Pernikahan yang Syar’i

syari

Bismillaah

Siapapun pasti tidak menginginkan kegagalan terlebih lagi dalam berkeluarga, maka sangat wajar jika seseorang akan sangat berhati-hati mengambil keputusan untuk menikah. Diantara manusia ada yang mencari jalan berpacaran, adapula yang dijodohkan tanpa tahu siapa dan bagaimana karakter calon pasangannya nanti.
Islam berada di tengah-tengah antara ekstrim ingin mengenal sampai pada taraf berduaan bahkan hingga terjerumus –na’uudzubillaah min dzaalik- perzinaan, dan antara perjodohan ekstrim di mana seseorang “dipaksa” untuk menikah tanpa mengetahui seluk beluk calon pasangannya nanti. Maka ta’aruf adalah solusi terbaik yang dibawakan oleh Islam kepada kita.

Pada dasarnya Ta’aruf merupakan sebuah wadah yang memfasilitasi seseorang untuk mengenali calon pasangan yang hendak ia nikahi. Menggali informasi penting dengan memperhatikan batasan syar’i adalah pokok dari ta’aruf.
Lalu apa saja yang harus dipersiapkan saat kita ingin memulai proses ta’aruf?

1. Niat

Bukankah setiap amalan bergantung kepada niatnya? Jika anda hanya ingin sekedar coba-coba lebih baik lupakan ta’aruf dan fokuslah pada amalan baik lainnya.

2. Istikharah

Istikharah di sini untuk menguatkan langkah apakah ingin maju ke proses ta’aruf atau masih setia membujang..!!??

3. Kondisikan diri dan keluarga

Terkadang keluarga yang awam menjadi kendala dalam proses ta’aruf. Berikan pemahaman dengan hikmah dan lemah lembut. Jangan mudah menyerah, kalau hanya sekali dua kali dakwah lalu menuntut keberhasilan maka tugas Nabi dan Rasul sangat mudah. Paham ya?!

4. Konsultasikan dengan asatidzah

Mental kita tidak melulu dalam keadaan bagus, saat kita lemah atau sekedar mencegah lemahnya azzam/tekad maka konsultasikan kepada ustadz.

5. Pilihlah orang yang amanah dan netral

Berbeda dengan menikah, ta’aruf hendaknya disembunyikan dari khalayak ramai. Bukanlah sesuatu yang baik menyebar berita proses ta’aruf kita kepada public. Karena dalam ta’aruf tidak boleh khalwat maka aka nada beberapa pihak yang membantu dalam keberlangsungan proses ini. Oleh karena itu pilihlah orang terdekat yang amanah. Terlebih lagi jika ke depannya kita ingin mendapatkan informasi tentang calon pasangan. Dan kenetralan di sini adalah tidak membawakan info secara persuasive/membujuk tidak pula dengan tendensius negative. Netral dan apa adanya.

Sekali lagi, proses ta’aruf bukanlah sebuah kegiatan main-main dan coba-coba. Proses yang salah bisa membawa kepada pacaran terselubung, kesalahan mengumpulkan informasi akan mengakibatkan penyesalan di akhir. Maka persiapkan sematang mungkin, adapun hasil akhir mutlak milik Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Maka hiasilah kegiatan proses ta’aruf dengan doa yang berkesinambungan.

Wallaahul Musta’aan

Abu Zaid, Lc