Kepakan Sayap Astra di Bumi Khatulistiwa: Napak Tilas 60 Tahun Perjalanan Astra International

Selayang Pandang

napak tilas 60 tahun astra

Beberapa waktu belakangan ini, media elektronik dan media cetak dibanjiri oleh tulisan mengenai Astra dan logonya yang semakin akrab di mata. Begitu banyak orang yang berlomba-lomba untuk menuliskan segala seluk-beluk mengenai Astra dan mengungkapkan kesan mereka terhadap perusahaan ini.

Uniknya, dapat penulis pastikan bahwa seluruh tulisan mereka berisi ‘sanjungan’ yang seolah-olah menobatkan Astra sebagai salah satu badan usaha terbaik di Indonesia. Hal ini lama-kelamaan menarik perhatian penulis, dan entah mengapa menggerakkan penulis untuk mengetahui lebih jauh mengenai Astra.

Apa ‘sih yang membuat perusahaan ini ‘spesial’ di mata konsumen? Seberapa hebat sepak terjangnya di dunia ekonomi dan bisnis Indonesia? Kebanyakan masyarakat, termasuk penulis, mengidentikkan Astra sebagai pionir dalam bidang transportasi karena logonya yang sering terpampang di dealer dan showroom.

Selain itu, produk otomotif yang dikeluarkan Astra merupakan produk-produk kenamaan yang berkualitas unggul. Ya, hanya itu. Di sisi lain, ternyata masih banyak orang yang sama sekali belum mengetahui satu hal pun mengenai Astra.

Bahkan, mendengarnya pun tak pernah. Miris bagi penulis, karena setelah mencari-cari informasi mengenai Astra secara rinci, ada banyak fakta mengejutkan yang jarang diketahui orang dan tak mengherankan jika ia menjadi salah satu perusahaan kebanggaan yang dimiliki Indonesia.

Diam-Diam Menghanyutkan

perjalanan 60 tahun astra

Apa sajakah fakta-fakta mengejutkan tersebut? Setelah menilik secara lebih dalam, ternyata ada beberapa hal mengenai Astra yang sungguh berada di luar dugaan penulis sebelumnya.

Pertama, Astra tak hanya berkonsentrasi pada bidang otomotif sebagaimana yang diketahui mayoritas masyarakat, tetapi juga bereksplorasi pada bidang alat berat & pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti.

Kedua, profesionalitasnya tak dapat dipungkiri dari perjalanannya yang telah melanglangbuana di dunia bisnis selama 60 tahun. Bukan waktu yang singkat dan seumur jagung tentunya. Ibarat manusia, 60 tahun merupakan usia dimana segala kemapanan telah diraih dan saatnya untuk menikmati hasil kerja keras usia muda yang telah diperoleh.

Ketiga, dewan komisaris dan jabatan-jabatan penting di perusahaan ini diduduki oleh mayoritas tokoh-tokoh dan pengusaha Indonesia. Hanya beberapa posisi yang ditempati oleh tokoh mancanegara.

Keempat, sejak pertama kali didirikan, begitu banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai oleh perusahaan ini. Mengawali diri sebagai perusahaan dagang dan menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia, Astra telah bertransformasi menjadi perusahaan yang sepak terjangnya tak diragukan dengan penghasilan yang mencapai triliunan rupiah.

Terakhir, Astra juga tak mengabaikan hak dan kebutuhan sesama dengan mendirikan beberapa yayasan, baik melalui pemberian bantuan kepada UKM, pemberian beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi dan layak mendapatkan, serta pembinaan tenaga pengajar. Untuk mengetahui ‘keistimewaan’ Astra secara lebih lanjut, ada baiknya kita membahas poin tersebut satu per satu.

Nostalgia

sejarah singkat astra indonesia

Sebelum menelusuri lebih jauh dalam lorong waktu perjalanan Astra, tak lengkap dan kurang afdhol rasanya jika tak menyinggung bagaimana mulanya perusahaan ini muncul. Seperti kata para tokoh lama; jangan sekali-kali melupakan sejarah, atau biasa disingkat ‘jasmerah’. Cerita lama yang memiliki arti penting harus dikenang guna menjadi bahan pelajaran bagi anak-cucu kelak.

Pada 1957 silam, didirikanlah sebuah perusahaan dagang di Jakarta bernama Astra International Inc. oleh William Soeryadijaya. Astra International Inc. kemudian berubah nama menjadi PT Astra International Tbk, tepatnya pada tahun 1990. Astra menetapkan 4 filosofi, visi, dan misi yang disebut sebagai Catur Dharma sebagai salah satu bukti komitmennya untuk menjadi sebuah perusahaan dengan tujuan dan landasan yang jelas.

Catur Dharma tersebut ialah menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, menghargai individu dan membina kerja sama, serta senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.

Tak seperti kebanyakan perusahaan yang semata-mata hanya memiliki tujuan untuk meraih keuntungan produksi sebanyak-banyaknya, Astra ingin agar keberadaannya memberikan manfaat bagi banyak pihak dalam berbagai aspek.

Catur Dharma yang ditancapkan Astra membuktikan bahwa keberadaannya di dunia dagang memang memiliki arah yang jelas, tidak terombang-ambing mengikuti arus zaman berdasarkan trend pasar.

Inilah juga yang mungkin membawa Astra dapat melesat bagaikan kilat, sinarnya mulai menarik perhatian dunia bahkan sejak masa-masa awal perusahaan ini didirikan. Ia secepat kilat, dalam waktu yang terbilang singkat dapat menggapai berbagai macam perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun.

Hadir sebagai sebuah perusahaan dagang pada tahun 1957, langkah besar Astra dimulai pada tahun 1969 dengan memberanikan diri menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Setali tiga uang, pada tahun berikutnya Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda dan mesin perkantoran Xerox di Indonesia.

Astra semakin menunjukkan eksistensi diri ketika pada tahun 1970 menjejakkan tapak besarnya dengan mendirikan PT Federal Motor (agen tunggal sepeda motor Honda) dan PT Toyota Astra Motor (TAM), menjadi agen tunggal Toyota, serta meluncurkan produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc).

Astra terus menunjukkan kemajuan yang membanggakan di setiap tahunnya dengan menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh bisnis dunia. Memasuki awal tahun 2000-an, Astra merestrukturisasi bisnis sepeda motor dan bisnis BMW serta menerbitkan panduan dalam etika bisnis dan etika kerja.

Puncaknya, pada tahun 2016 lalu Astra mampu meraih beberapa pencapaian prestisius yang semakin membuat dunia terkagum-kagum, diantaranya yaitu kepemilikan 25% saham PT Trans Bumi Serbaraja; pembangunan BUJT ruas tol Serpong-Balaraja sepanjang 30 km oleh Astratel; penyelesaian Rights Issue oleh Bank Permata dengan perolehan dana sebesar Rp 5,5 triliun untuk memperkuat permodalannya; dan penyelesaian Rights Issue oleh AAL sebesar Rp 4,0 triliun untuk memperkuat posisi keuangannya.

Melihat fakta di atas, mungkin terlihat agak janggal dan banyak yang bertanya-tanya apa korelasi antara ketiga nama tersebut (Astratel, Bank Permata, AAL) dengan Astra dan mengapa mereka bisa saling berhubungan satu sama lain. Inilah salah satu hal penting yang wajib diketahui khalayak umum mengenai Astra, yang mana akan dibahas lebih lanjut di poin berikutnya.

Keluar dari Zona Nyaman

keluar dari zona nyaman

Tak mau berhenti berinovasi dan jalan di tempat, Astra juga mengepakkan sayapnya di beberapa bidang selain otomotif, yaitu alat berat & pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur & logistik, teknologi informasi, serta properti.

Dari bidang otomotif sendiri, Astra menawarkan beberapa produk berkualitas tinggi, yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot, dan UD Trucks, dengan kenyamanan dan kemudahan pelayanan terhadap konsumen. Untuk alat berat dan pertambangan, Astra memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi berkelanjutan guna mewujudkan struktur biaya produksi dan operasional yang optimal dan kompetitif.

Produk-produk dan anak perusahaan dari bidang ini diantaranya United Tractors, Pama, dan Turah Turangga Agung (TTA). Selanjutnya yaitu berhubungan dengan jasa keuangan, yang mana Astra mendukung pembiayaan alat transportasi produk Astra milik para pelanggan, menyediakan akses perbankan, dan melindungi keberlangsungan masa depan pelanggan melalui jasa asuransi.

Dalam hal ini, produk yang ditawarkan yaitu Federal International Finance, Astra Credit Companies, Toyota Astra Financial Services, Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance, Asuransi Astra Buana, Astra Life, dan Bank Permat. Dengan beragam layanan yang disediakan, maka dapat dipastikan segala kebutuhan keuangan pelanggan dapat terpenuhi.

Dari segi agribisnis, Astra berinisiatif membangun sebuah sekolah di wilayah operasional perkebunan bagi keluarga karyawan maupun masyarakat bernama Yayasan Astra Argo Lestari. Beralih ke infrastruktur dan logistik Astra, dimana bidang ini dikelola oleh tiga anak perusahaan; PT Astratel Nusantara (ASTRA Infra), PT Intertel Nusaperdana (Intertel), dan PT Serasi Autoraya (SERA).

Ketiga anak perusahaan tersebut saling bersinergi untuk membantu menangani pembangunan infrastruktur secara tepat dan akurat. Menghadapi era teknologi yang berkembang pesat, Astra pun memberikan sumbangsihnya dengan mendirikan PT Astra Graphia Tbk yang melayani penjualan dan purna jual produk Fuji Xerox, seperti printer, mesin fotokopi, dan gadget.

Terakhir, dari dunia properti, Astra berusaha untuk memperkuat value chain business Astra Group pada tahun 2013 melalui pembangunan PT Menara Astra, PT Brahmayasa Bahtera, PT Samadista, Astra Land Indonesia, dan Astra Modern Land.

Dengan begitu banyaknya layanan yang disediakan Astra, dapatkah kita bayangkan sudah berapa juta orang yang terpenuhi kebutuhannya melalui Astra yang keberadaannya dapat disambangi oleh masyarakat dari seluruh pelosok Indonesia?

Sosok di Balik Layar

sosok di balik layar

Kesuksesan Astra yang terus menggema tentunya tidak terlepas dari peran para tokoh yang terus konsisten menjaga kualitas dengan inovasi-inovasi yang senantiasa dikembangkan.

Hal ini ibarat kapal yang tidak mungkin dapat mencapai tujuannya secara selamat jika tak dikendarai oleh nakhoda dan para awak yang profesional. Karena PT Astra International adalah perusahaan asli Indonesia, orang-orang yang berperan menyukseskan perusahaan ini pun mayoritas adalah orang Indonesia.

Jabatan Presiden Direktur ditempati oleh Prijono Sugiarto sejak tahun 2010; Direktur Perseroan ditempati oleh Bambang Widjanarko Santoso, Widya Wiryawan, Johannes Loman, Suparno Djasmin, Djony Bunarto Tjondro, Chiew Sin Cheok (warga negara Malaysia), Gidion Hasan, dan Hari Tanoto; Budi Setiadharma sebagai presiden Komisaris Perseroan sejak 2005; Komisaris Independen Perseroan yang dijabat oleh Sidharta Utama, Mari Elka Pangestu, M. Chatib Basri, Yasutoshi Sugimoto (warga negara Jepang); serta Komisaris Perseroan yang diduduki oleh Anthony John Liddell Nightingale (warga negara Inggris), Benjamin William Keswick (warga negara Inggris), Mark Spencer Greenberg (warga negara Inggris), Jonathan Chang (warga negara Indonesia), David Alexander Newbigging
(warga negara Inggris), John Raymond Witt (warga negara Kanada), dan Adrian Teng Wei Ann (warga negara Singapura).

Perbedaan antara Direksi dan Dewan Komisaris terletak pada tugasnya. Dewan Komisaris menurut UU No.40 tahun 2007 bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi, sedangkan Direksi berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

Dari nama-nama yang telah disebutkan di atas, mungkin ada beberapa yang sudah tak asing lagi di telinga kita, misalnya Maria Elka Pangestu yang dikenal sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak 2011 hingga Oktober 2014 dan M. Chatib Basri yang merupakan seorang ekonom, peneliti, dan profesional yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia sejak 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Melihat rekam jejak para tokoh yang telah bertangan dingin di dunia ekonomi dan bisnis, sangat wajar tentunya jika Astra menjadi perusahaan yang patut diperhitungkan karena berada di tangan-tangan yang tepat.

Torehan Tinta Emas

tinta emas

Selama 60 tahun perjalanannya, sudah begitu banyak penghargaan dan prestasi yang diraih oleh Astra, dan rasanya cukup menyita ruang jika harus disebutkan satu persatu. Oleh karena itu, penulis hanya akan mengambil beberapa pencapaian yang dapat dikategorikan masih cukup ‘hangat’.

Pada tahun 2016, Astra berhasil menjadi Best Company di Indonesia versi Finance Asia Magazine, IDX Top Ten Best Blue, peringkat ke-18 sebagai Most Valuable Indonesian Brands, dan 40 Emiten Terbaik Versi Analis.

Sebelumnya di tahun 2015, prestasi yang dicapai Astra tak kalah gemilang dari tahun 2016, yaitu mendapat penghargaan Indonesian Best In House Media Program: Majalah Astra, Indonesia Most Admired Company, dan Top 50 Public Listed Companies in The 7th IICD Corporate Governance Conference and Award.

Selain itu, penghargaan yang ditoreh Astra di tahun 2014 yaitu Forbes Top 50 Companies, Warta Ekonomi Business Innovation Award , dan Fortune Indonesia Most Admired Companies. Sedangkan di tahun 2013, Astra berhasil meraih PSU Lifetime Achievement Auto Build Awards, Best Of The Best Internal Communication Media – Majalah Astra Mix Magazine, serta Indonesia Brand Champion Marketeers (Club Community Magazine Net Radio) dan Markplus Insight.

Ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan pencapaian yang berhasil Astra tunjukkan kepada dunia. Desir rasa bangga yang tiba-tiba membuncah ketika membaca hasil yang menakjubkan tersebut tentulah bukan sesuatu yang berlebihan, apalagi ditorehkan oleh perusahaan asli Indonesia. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika masih ada orang yang memandang Astra secara sebelah mata. Kurang bukti apa lagi?

Sisi Lain

sisi lain

Setelah berpanjang lebar mengulas mengenai hal-hal mendasar terkait Astra, kini saatnya sedikit menilik bagaimana hubungan Astra dengan para karyawan dan bagaimana Astra dapat mencetak kedisiplinan dan profesionalitas dalam diri karyawan-karyawannya.

Astra sangat memperhatikan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Untuk merealisasikan hal ini, setiap tahun Astra menyelenggarakan Innov Astra guna mengapresiasi inovasi para insan Astra di seluruh penjuru Indonesia.

Tidak hanya itu, pada tahun 1995 Astra juga mendirikan POLTEK Manufaktur yang menyediakan pendidikan formal setingkat diploma di bidang manufaktur. Tujuannya tidak lain yaitu untuk membekali para tenaga kerja dengan kemampuan yang memadai, sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Satu hal lagi yang menjadi kelebihan Astra di mata masyarakat yaitu komitmennya untuk senantiasa menjamin kesejahteraan para karyawan. Astra mendirikan Koperasi Astra International ( KAI ) tahun 1990 yang ditujukan untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan dan memberikan beasiswa bagi anak karyawan.

Astra juga memberikan jaminan hari tua kepada para karyawan melalui Dana Pensiun Astra dengan tujuan menjamin keberlangsungan hidup mereka dalam menikmati masa tua. Jasa dan keringat mereka tidak hanya dihargai secara sementara ketika mendedikasikan diri, tetapi juga akan tetap diapresiasi hingga masa sesudah pensiun, mengingat kontribusi mereka dalam besar kecilnya perkembangan Astra.

Di sisi lain, Astra juga tak lupa untuk membangun hubungan yang erat dengan para karyawan dan keluarganya melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni, Partnership Expedition, dan Family Day. Sebagai perusahaan yang besar, Astra tak mau menutup mata bahwa suasana kekeluargaan harus dibangun di lingkungan kerja sebagai suplemen untuk menguatkan kerja sama tim yang baik.

Senandung Kepedulian Astra

senandung kepedulian astra indonesia

Citra baik yang melekat pada Astra semakin dikukuhkan dengan kontribusinya yang besar dan beragam di beberapa lini kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu pendidikan.

Astra menjadi pionir pendirian beberapa yayasan; Yayasan Toyota dan Astra (program peningkatan kualitas pendidikan bagi pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas serta kepada staf pengajar perguruan tinggi negeri), Yayasan Dharma Bhakti Astra (program pembinaan yang diberikan di bidang manajemen, teknologi, akses pasar, fasilitas pembiayaan, dan teknologi informasi), Amaliah Astra (mengembangkan dan membina calon pemimpin agama melalui Astra Mubaligh Development Program serta memfasilitasi pemberian zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazis Amaliah Astra), Yayasan Karya Bakti United Tractors (wadah pelaksanaan program pendidikan yang secara intensif mempersiapkan operator dan mekanik alat berat yang profesional dan terampil sesuai persyaratan internasional), serta masih banyak lagi.

Senandung indah rasa peduli Astra terhadap sesama terus-menerus berdengung seiring berjalannya waktu dan seiring banyaknya masyarakat yang merasakan kebermanfaatan dari program-program tersebut.

Singkatnya, merangkum dari segala poin yang telah disebutkan di atas, Astra memiliki andil yang tidak kecil dalam kehidupan perekonomian Indonesia. Perusahaan ini dapat memberikan kontribusinya dari segala bidang dan untuk segala bidang.

Kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki Astra bukan merupakan suatu pencitraan, melainkan fakta yang kevalidannya dapat dipercaya. Namun, bukan berarti keberadaan perusahaan ini tanpa kecacatan dan kealpaan.

Masih banyak hal yang harus terus dikembangkan dan diperbaiki oleh Astra karena berproses merupakan suatu keniscayaan dalam hidup. Akan tetapi, segala kekurangan dan cela tersebut tertutupi oleh hasil kerja yang setimpal. Hasil kerja selama 60 tahun yang mampu memunculkan desir kebanggan di hati siapapun.