The Great Marketing Road Map Part 1

The Great Marketing Road Map Part 1

Artikel kali ini saya akan memaparkan materi dari seminar Pak Laksita yang bertema The Great Marketing Roadmap yang di adakan di UNY. Saya juga sempat menyinggung sedikit materinya di artikel yang berjudul Seminar Great Marketing Roadmap. Kurang lebih inilah isi dari seminar itu.

Hukum Pertumbuhan Bisnis

hukum pertumbuhan bisnis
Sumber: pixabay.com

Hukum pertumbuhan bisnis itu ada tiga fase tiga fase itu survive, grow & Lead (mulai memimpin). Tiga fase yang pasti dialami ketika kita istiqomah membesarkan bisnis kita. untuk tiga fase ini sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya.

4 Fase Penting Dalam Bisnis

fase penting dalam bisnis
Sumber: pixabay.com

Di buku manapun yang kita pelajari, kita pasti akan bertemu dengan empat hal, yaitu :

1. Brainstroming
2. Stroming
3. Normalizing
4. Performing

Itu semua adalah siklus perubahan yang harus siap kita hadapi dalam membesarkan bisnis. Semua yang kita pelajari hanya akan menghasilkan sesuatu ketika yang kita pelajari itu kita praktekkan. Ketika dipraktekkan akan bertemu seribu macam ketidak idealan dan seribu macam permasalahan.

Begitu di jalani, maka tentunya saat ketidak idealan tersebut membuat kita keesokan harinya menjadi tidak semangat bahkan bisa stress. Di sinilah fase storming terjadi, ada perlawanan karena beribu permasalahan tersebut. Pada saat normalizing, intinya kita harus tetap terus berjalan untuk membuat target.

Keesokan harinya coba lagi ketika hari ini gagal, coba lagi dan lagi. Pasti permasalahan ada, tapi terobos saja dan jangan putus asa. Lama-lama jika dipaksa terus jalan, maka akan mulai terbentuk performancenya. Disini kemudian kita akan melakukan temuan-temuan masalah baru dan kembali ke fase brainstroaming, storming, normalizing, performance.

Nikmati Proses Jangan Menyerah

nikmati proses
Sumber: pixabay.com

Fase ini tidak bisa diloncati begitu saja. Harus dilewati meskipun menyakitkan. Begitu reputasi kita dapat, apapun yang kita jual akan mudah.

Maka, fase ini menyakitkan ? Iya! Jika kita tidak lewati, dan kita acuhkan , maka fase kita berada dalam fase survive saja, tidak naik ke fase grow.

Pentingnya Sebuah Target

sebuah target
Sumber: pixabay.com

Berapa rupiah target pendapatan yang anda harapkan dari bisnis anda setiap bulannya? Berapa miliar? Berapa ratus juta? Sudah ada blue print strateginya? Apa pengorbanan yang siap anda lakukan untuk mendapatkan semua itu secara rutin dalam 3-6 bulan ke depan?

Rencana Kerja Itu Penting

rencana kerja
Sumber: pixabay.com

Dari target ini kita bisa membuat rencana kerja dari hari per hari, sehingga kita bisa target secara keseluruhan. Belum di bagi per produk, kira-kira mungkin tidak kita jualan sesuai target per hari tersebut? Bagaimana caranya?Setidaknya kita harus tahu caranya mencapai target tersebut, serapan pasarnya, lokal, regional, nasional, internasional. Nama besar perusahaan harus dibangun.

Contoh Kasus

contoh kasus
Sumber: pixabay.com

Ada lembaga pendidikan di Malang yang diminta dicoaching agar dapat mahasiswa yang tergerus pasarnya oleh UMM dan Unibraw. Fokus ke masalah yang dihadapi puluhan ribu mahasiswa yang berhasil di garap oleh UMM dan Brawijaya adalah mahaiswa yang bermasalah di skripsi. Buatlah bimbingan skripsi 5 juta sampai lulus contohnya pasti banyak mahasiswa yang mengantre. Kita harus sensitif untuk hidup dari masalah orang lain. Karena di dalam kerumunan maslah tersebut adalah uang.

Seberapa Besar Market Size

market size
Sumber: pixabay.com

Dalam bisnis kita harus market size yang kita mainkan itu seberapa besar sehingga layak untuk kita prejuangkan. Ada sebuah perusahaan yang dengan bangganya dapat omzet 1,7 miliar dari 23 cabang. Tapi bisa tidak angkat 1,7 miliar itu dikunci tanpa keluar daerah hanya fokus di market daerahnya.

Mau kita mentarget 1 miliar, 500 juta, itu enteng sebenarnya. Jika kita mau tahu! Pasti ada jawabannya! Yang namanya target pasti butuh syarat dan ketentuan berlaku, berarti harus rela melakukan apapun untuk mendapatkan itu dalam jangka waktu 3-6 bulan.

Proses ini terlihat dalam waktu 3 bulan, klo dalam 6 bulan tidak cukup, maka ada proses yang salah. Banyak teman-teman yang punya usaha, setiap harinya bengong. Jadi, selain target uang, maka juga harus ada jangka waktunya.

Bersambung. Artikel akan diteruskan di artikel selanjutnya.

Akhirnya Memilih Pesantren Sintesa

Akhirnya Memilih Pesantren Sintesa

pesantren sintesa
Sumber: arraziibrahim.com

Assalamualaikum. Semoga kita dalam keadaan sehat selalu ya. Kali ini saya akan cerita tentang perjalanan saya saat memilih untuk menimba ilmu ke Pesantren Sintesa. Mungkin sebagian anda merasa aneh dengan namanya.

Pesantren kan biasanya namanya itu nama para sahabat Nabi atau nama-nama umum yang bernuansa bahasa Arab. Untuk anda yang belum mengetahui dan penasaran apa itu Sintesa, anda bisa baca-baca profil Pesantren Sintesa di sini.

Awal Mula Mengetahui Pesantren Sintesa

awal mula mengenal sintesa
Sumber: pixabay.com

Pada awal mulanya saya juga tidak mengenal apa itu Pesantren Sintesa. Bermula dari share salah satu teman saya di Facebook yaitu Pak Rully Indrawan namanya. Beliau adalah founder dari Pondok Programmer yang sudah memilik beberapa cabang di Pulau Jawa. Untuk anda yang ingin tahu Pondok Programmer bisa langsung saja klik di sini.

Pak Rully ini membagikan pengumuman pendaftaran Pesantren Sintesa. Saya coba lihat pengumuman itu dan membuka link pendaftarannya. Saya sedikit terkejut, karena Pesantren ini selain fokus untuk menghafal Al- Qur’an, Pesantren Sintesa juga memberikan pembelajaran tentang bisnis Online.

Kebetulan saat itu saya sudah menyelesaikan kuliah saya dan saya sedang belajar tentang bisnis Online dan juga ingin belajar mengaji. Jadi, cocok banget program ini untuk saya.

Memutuskan Untuk Ikut Seleksi

memutuskan mengikuti seleksi
Sumber: pixabay.com

Sebelum memutuskan untuk mengikuti seleksi. Saya mencari tahu lebih tentang Pesantren Sintesa. Mulai cari-cari videonya di Youtube dan browsing-browsing.

Setelah semua info-info yang saya dapatkan dan yang share pengalaman juga orang yang saya kenal saya pun langsung mendiskusikan dulu kepada orang tua. Alhamdulillah orang tua mengizinkan untuk ikut seleksi.

Saat-saat Penentuan

saat penentuan
Sumber: quotegram.com

Setelah mendaftar, saya jujur terus berdo’a agar saya bisa lolos. Jika memang Pesantren Sintesa memang baik untuk saya pasti saya lulus. Itu yang ada di benak hati saya ketika memutuskan untuk ikut seleksi penerimaan santri baru Sintesa. Batas pendaftarannya lumayan lama kalau tidak salah sekitar 3 mingguan.

Setelah pendaftaran ditutup proses penyeleksian pun dimulai. Prosesnya sekitar 5-6 hari. Saya pun kembali ke Joga, karena waktu ikut pendaftaran secara Online saya berada di rumah di Ciamis. Saya kembali ke Jogja menggunakan kereta api.

Untuk sampai ke jogja tidak membutuhkan waktu lama hanya sekitar 4,5 jam dari Stasiun Banjar menuju Stasiun Lempuyangan. Alhamdulillah kalau tidak salah waktu itu awal Agustus pengumuman seleksi diumumkan di website Sintesa, saya dinyatakan lolos dan harus ke Magetan untuk menjalani tahap ke dua di sana.

Persiapan Menuju Sintesa

persiapan ke sintesa
Sumber: makespain.com

Pesantren Sintesa memberikan persyaratan-persyaratan perlengkapan yang harus dibawa. Saya pun mempersiapkannya. Salah satu syaratnya yaitu harus ada surat izin orang tua dan harus asli. Saya tanyakan ke kontak yang diberikan dari Sintesa suratnya harus asli dan tidak boleh difoto.

Saya pun cukup kebingungan waktu itu karena waktunya sedikit mepet. Akhirnya, saya putuskan untuk pulang menggunakan sepeda motor ke rumah. Waktu itu saya berangkat setelah menunaikan shalat jum’at. Untuk mencapai rumah dengan menggunakan sepeda motor memerlukan waktu kurang lebih 6 jam.

Saya sampai di rumah ketika itu setelah isya. Hari sabtunya membuat surat, keesokan harinya yaitu hari Minggu saya kembali ke Jogja menggunakan sepeda motor. Sebelumnya saya service dahulu motornya supaya enak dikendarai di perjalanan yang lumayan panjang. Setelah samapi di Jogja saya memeriksa kembali perbekalan untuk ke Sintesa dan membereskan barang-barang kos yang akan dibawa pulang ke rumah.

Perjalanan Ke Pesantren Sintesa

perjalanan ke magetan
Sumber: pixabay.com

Karena saya belum pernah sama sekali ke daerah Jawa Timur apalagi Magetan. Saya membuka Google Maps untuk mengetahui jalur jalan menuju Pesantren Sintesa. Ada dua jalur pilihan mau jalur memutar ke arah Ngawi terus Madiun atau memakai jalur gunung Lawu.

Saya memilih menggunakan jalur Lawu, karena perjalanan dengan menggunakan jalur itu lumayan lebih cepat. Di jalan menuju arah ke Magetan sempat berhenti beberapa kali untuk melihat petunjuk arah dari Google Maps. Jalan menuju ke Magetan melalui jalur Lawu bisa dibilang bagus, jarang ada jalan yang berlubang.

Ketika memasuki daerah gunung Lawu jalan mulai menanjak sedikit demi sedikit. Suhu pun mulai menjadi dingin meskipun waktu itu masih siang. Tapi, ini merupakan sebuah kenikmatan yang diberikan oleh Allah sehingga saya tidak kepanasan.

Pemandangan di jalur Lawu sangat indah, karena saya bisa melihat pegunungan sekitar Gunung Lawu. Saya pun sempat melihat gunung Lawu dengan jelas. Karena, biasanya gunung tersebut terhalangi oleh kabut atau awan sehingga kita tidak bisa menikmati keindahan gunung Lawu.

Tiba Di Pesantren Sintesa

tiba di pesantren sintesa
Sumber: sintesa.net

Akhirnya tiba juga di lokasi Pesantren seusai dengan navigasi Google Maps. Tapi, sebelumnya saya bingung tempatnya di sebelah mana. Saya pun menelpon teman saya yang kebetulan juga diterima di Pesantren Sintesa. Saya pun dipersilahkan masuk untuk menyimpan barang-barang bawaan saya.

Selama 2 Minggu saya menjalani tes tahapan 2 atau masa adaptasi di Pesantren. Tidak sedikit para calon santri yang sudah lulus akan tetapi mereka tidak datang dikarenakan berbagai hal.

Saya bersyukur bisa bergabung di Pesantren Sintesa. Semoga dalam 1 tahun kedepan saya bisa menjadi orang yang banyak berubah menuju kebaikan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya di daerah saya. Aamiin.

Belajar Dengan Pak Laksita Utama Suhud “10 Greatest Advertising Secrets”

Belajar Dengan Pak Laksita Utama Suhud “10 Greatest Advertising Secrets”

Pertama Kali Beli Buku Seharga 1,4 Juta

buku laksita utama suhud 10 greatest advertising secrets
Sumber: tokobukusahabatsukses

Harga buku-buku rata-rata di pasaran paling tidak jauh dari harga kisaran 60-120 rb. Tapi percaya tidak percaya ada juga buku yang dijual dengan harga cukup fantastis untuk sebagian orang. Tidak hanya harganya yang mahal, uniknya buku ini banyak dicari dan dibeli orang.

Kenapa dengan harga 1,4 juta orang-orang banyak yang mengantri untuk membelinya? Nanti saya akan ceritakan siapa dibalik dari penulis buku ini. Buku ini berjudul 10 Greatest Advertising Secrets. Buku ini cocok untuk anda yang akan terjun ke dalam dunia bisnis atau untuk anda yang ingin meningkatkan penjualan produk anda berkali-kali lipat.

Awalnya saya ragu untuk membeli buku 10 Greatest Advertising Secrets. Tapi, setelah saya menelusuri nilai-nilai lebih jika saya membeli buku ini saya pun akhirnya membelinya. Banyak sekali strategi-strategi yang di bahas dalam buku ini. Bahasanya juga gampang dipahami. Bagi anda yang ingin memesan buku ini bisa pesan kepada saya dapat potongan sebesar 400 ribu chat saja di Facebook saya di sini.

Free Gratis Seminar

Bonus yang paling saya suka untuk membeli buku 10 Greatest Advertising Secrets, saya bisa bertemu langsung dengan penulisnya. Karena, kebetulan penulis akan mengadakan seminar di Jogja. Bagi para pembeli buku 10 Greatest Advertising Secrets dapat menghadiri acara seminarnya secara cuma-cuma.

Lokasi seminar lumayan dekat dengan tempat tinggal saya. Tempatnya di Universitas Negeri Yogyakarta tapi saya lupa nama gedungnya apa. Kira-kira membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke lokasi seminar. Peserta yang datang kurang lebih sekitar 40an orang. Untuk materi seminarnya nanti insya Allah saya akan buat artikel tersendiri soalnya lumayan panjang pembahasannya.

Laksita Utama Suhud

laksita utama suhud
Sumber: laksitautama.com

Mari kita lebih mengenal seseorang penulis 10 Greatest Advertising Secrets. Ya, beliau bernama Pak Laksita Utama Suhud. Banyak jabatan yang pernah beliau pegang di antaranya sebagai CEO Balai Kartini dan juga pernah membantu Taman Safari Indonesia 2 Prigen di Pasuruan dan langsung memecahkan rekor penjualan sepanjang sejarah sejak tempat itu didirikan. Jadi, tidak diragukan lagi keilmuan beliau di bidang marketing karena memang sudah teruji.

Fase-fase Dalam Bisnis

fase-fase dalam bisnis
Sumber: pixabay.com

Dalam acara seminar dengan tema Greatest Marketing Roadmap ada fase-fase yang pasti dilalui oleh seorang pengusaha. Ada 3 di antaranya :

Fase Survive

fase survive

Dalam fase ini biasanya uang itu susah didapat. Penderitaan seperti datang tiada akhir. Uniknya ketika fase ini teman-teman pergi menjauh. Biasanya fase ini dialami oleh perusahaan baru dan bermasalah. Tujuan dari fase ini adalah membangun reputasi. Jadi, perbaiki kesalahan-kesalahan yang ada di perusahaan kita.

Fase Grow

fase grow

Pada fase ini para pelanggan mulai berdatangan, dan datang sendiri. Bedanya pelanggan dan pembeli baru adalah pelanggan sudah pernah merasakan produk yang kita pasarkan, sedangkan pembeli baru sama sekali belum bertransaksi atau membeli produk kita.

Fase Leading

fase lead

Fase inilah yang sangat penting kita harus mengoptimalkan potensi yang ada supaya bisa dapat uang. Pada fase ini biasanya teman-teman yang tadinya menjauh mulai mencoba untuk mendekat kembali. Para kompetitor pun malah mengajak kerja sama dengan perusahaan kita.

Marketing Langit

marketing langit
Sumber: tranierlaris.com

Yang paling seru setelah acara seminar selesai. Pak Laksita memberikan materi tambahan yang sangat-sangat menggugah jiwa. Materi itu tentang marketing langit.

“Sehebat apapun strategi kita. Sehebat apapun tim kita dalam menjalankannya. Seluar biasa apapun kekuatan keuangan menjalaninya. Jika Allah Subhanahuwata’ala tidak berkehendak kita mau apa.”

Maka dari itulah marketing langit itu perlu. Marketing langit adalah sebuah teknik untuk mendatangkan rezeki melalui pertolongan Allah dengan para pasukan malaikat yang sebenarnya kita telah diajarkan dan kita lakukan sejak masa baligh. Itu adalah shalat.

Secara sekilas mungkin hanyalah ritual wajib bagi kaum Muslimin. Tapi pak Laks menganggap itu bukan sebuah kewajiban. Lebih dari itu. Merupakan sebuah undangan kehormatan bagi kita bertemu secara langsung dengan Allah Subhanahuwata’ala tanpa perantara dan disaksikan oleh para malaikatnya.

Kenapa disebut undangan kehormatan? Analoginya seperti ini. Bagaimana perasaan kita jika diundang oleh seorang presiden atau oleh bos kita. Untuk bisa bertemu mereka mungkin untuk orang yang biasa saja akan mustahil untuk bisa bertemu langsung. Tentu saja apabila kita bisa bertemu dengan mereka kita pasti tidak akan menyia-siakan hal tersebut.

Pasti datangnya lebih awal. Dengan menggunakan pakaian yang paling bagus dan saat bertemu kita akan mencari perhatian mereka dengan sikap dan berkata sebaik mungkin. Shalat lebih daripada itu. Kita mendapatkan undangan dari sang penguasa jagat raya ini. Sampai-sampai kita diberikan waktu khusus untuk menemuiNya tanpa perantara siapapun. Jadi, seharusnya kita harus lebih tepat waktu lagi ketika ada panggilan untuk menunaikan shalat.

Makan Bakso Tengkleng Bersama Pak Laksita

bakso tengkleng

Setelah acara selesai, saya diajak oleh para pengusaha dari Klaten ke Bakso Tengkleng. Kebetulan pemiliknya yaitu Pak Bambang ikut juga. Sampai di sana kami berdiskusi singkat dan makan bakso bersama.

Sekian cerita saya ketika mengikuti seminarnya Pak Laksita. Mohon maaf jika ada salah ketik dan kata-kata. Karena kebenaran datangnya hanya dari Allah semata. Terimakasih. Wassalam.

Panitia Workshop Bisa Bikin Brand Jogja

Panitia Workshop Bisa Bikin Brand Jogja

Artikel kali ini berjudul panitia workshop bisa bikin brand Jogja. Saya akan menceritakan pengalaman saya ketika menjadi panitia acara tersebut.

Diajak Menjadi Panitia Workshop

bisa bikin brand jogja

Awalnya sebelum menjadi panitia workshop bisa bikin brand. Dulu saya sempat mengikuti mentoring bisnis bersama mas Hendri Co founder dari usaha rumah makan sate & soto dengan brand Mr. Teto. Mas Hendri sendiri merupakan ketua dari Onein20 Movement (OIM) Jogja. Jadi, beliau sering mengadakan acara-acara yang berkaitan tentang bisnis. Suatu hari, saya lupa tanggal berapa, saya diajak untuk menjadi panitia workshop bisa bikin brand.

Bisa Bikin Brand

bisa bikin brand
Sumber: subiakto.net

Untuk anda yang belum tahu workshop BBB. Workshop BBB (Bisa Bikin Brand) adalah workshop yang di isi oleh sang praktisi brand nasional yaitu Pak Subiakto Priosoedarsono atau orang yang kenal beliau sering memanggil beliau Pak Bi. Pak Bi ini sudah menggeluti dunia branding kurang lebih sekitar 47 tahun.

Banyak brand-brand nasional yang sudah beliau besarkan diantaranya Indomie, Kopiko, Ekstra Joss, dan masih banyak yang lainnya. Workshop ini lahir sebenarnya dari keinginan sang praktisi brand yaitu Pak Bi untuk melahirkan orang yang melek akan pentingnya suatu branding di Indonesia.

Di Indonesia sendiri pengetahuan akan branding ini sangat kurang sekali. Di workshop ini pak Bi memandu para pesertanya 15 langkah menuu brand. 15 langkah ini merupakan penyederhanaan dari beberapa dari beberapa strategi. Di antaranya yaitu marketing, brand essence, hyper competition dan disruptions.

Persiapan Sebelum Workshop

persiapan sebelum workshop
Sumber: makespain.com

Jumlah panitia waktu itu sekitar 10 orang. Saya sebelum workshop bertugas untuk memeriksa dan konfirmasi tempat. Tempatnya sendiri berlokasi di gedung Telkom Jogja.

Setelah tempat dan perlengkapan diperiksa saya pun melapor ke mas Hendri bahwa ruangan fix sudah bisa digunakan. Sedangkan panitia yang lainnya ada yang mengurus banner acara, snack dan makanan.

Hari H Workshop

all about brand
Sumber: subiakto.net

Saat hari H acara, saya berangkat pagi menuju lokasi workshop untuk mempersiapkan tempat dan memeriksa sound system. Sekitar pukul 8 pagi para peserta sudah mulai berdatangan. Kebanyakan peserta berasal dari luar Jogja yang sengaja menyempatkan waktunya untuk belajar secara langsung pada pak Bi.

Setelah para peserta hadir semua, acara workshop pun dimulai. Pak Bi memberikan materi tentang brandnya kurang lebih selama 6 jam. Para peserta pun diajak untuk berperan aktif dengan mempresentasikan hasil materi yang disampaikan pak Bi.

Sekilas Tentang Brand

branding canvas
Sumber: kelaspengusaha.com

Brand itu bukan logo.

“Buatkan branding dong”. yang dimaksud padahal ingin buat logo.

Penggunaan kata “branding” kalimat diatas kurang tepat. Dikarenakan brand itu bukanlah logo.

Terus brand makhluk apa?

Kalau kata Pak Subiakto, brand merupakan merk yang sudah memiliki ikatan emosi dengan para konsumennya. Kalau sebuah merk telah memiliki pelanggan maka dia jadi brand. Ilmu selling atau penjualan itu menghasilkan pembeli. Sedangkan ilmu branding itu menghasilkan pelanggan.

Contohnya saya buat sebuah produk. Produk saya memberi manfaat yang bisa dirasakan secara fisik. Setelah itu saya beri merk sebagai nama produknya. Saya buat logo sebagai tanda atas manfaat produknya. Jadi, kalau konsumen melihat merk dan logo itu dia bisa yakin bakal dapat manfaat fisiknya.

Contohnya :

Saya buat produk donat. Manfaatnya enak dan nikmat. Saya kasih merek J.CO . Saya buatin logonya. Jadi kalau calon pembeli melihat merk dan logo J.CO maka calon pembeli kita akan yakin bahwa mereka akan mendapatkan donat yang enak. Ketika gigitan pertamanya enak maka merek J.CO berproses menjadi sebuah brand.

Makan Malam Bersama Di Sate Klathak Pak Bari

sate klatak
Sumber: diahdidi.com

Setelah acara selesai dan ruangan workshop di bereskan, saya dan panitia lainnya diajak oleh mas Hendri dan Pak Bi makan malam bersama di Sate Klathak Pak Bari. Lokasinya berada di jl. Kedaton, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di komplek pasar dan sedikit masuk ke dalam.

Uniknya Sate Klatak Pak Bari ini selalu ramai dikunjungi oleh para penikmat daging kambing. Sebagai informasi tambahan saja, sate klatak adalah sate kambing muda yang ukurannya 3x lebih besar dari sate biasa. Satenya hanya dibumbui dengan garam dan merica.

Uniknya dagingnya ditusuk menggunakan jeruji jari-jari sepeda. Nama klatak sndiri diambil dari suara “klatak-klatak” dari daging yang terbakar. Setelah makan malam kami pun pamit untuk pulang duluan.

Itulah pengalaman saya ketika menjadi panitia di acara Bisa Bikin Brand. Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.