Panitia Workshop Bisa Bikin Brand Jogja

Artikel kali ini berjudul panitia workshop bisa bikin brand Jogja. Saya akan menceritakan pengalaman saya ketika menjadi panitia acara tersebut.

Diajak Menjadi Panitia Workshop

bisa bikin brand jogja

Awalnya sebelum menjadi panitia workshop bisa bikin brand. Dulu saya sempat mengikuti mentoring bisnis bersama mas Hendri Co founder dari usaha rumah makan sate & soto dengan brand Mr. Teto. Mas Hendri sendiri merupakan ketua dari Onein20 Movement (OIM) Jogja. Jadi, beliau sering mengadakan acara-acara yang berkaitan tentang bisnis. Suatu hari, saya lupa tanggal berapa, saya diajak untuk menjadi panitia workshop bisa bikin brand.

Bisa Bikin Brand

bisa bikin brand
Sumber: subiakto.net

Untuk anda yang belum tahu workshop BBB. Workshop BBB (Bisa Bikin Brand) adalah workshop yang di isi oleh sang praktisi brand nasional yaitu Pak Subiakto Priosoedarsono atau orang yang kenal beliau sering memanggil beliau Pak Bi. Pak Bi ini sudah menggeluti dunia branding kurang lebih sekitar 47 tahun.

Banyak brand-brand nasional yang sudah beliau besarkan diantaranya Indomie, Kopiko, Ekstra Joss, dan masih banyak yang lainnya. Workshop ini lahir sebenarnya dari keinginan sang praktisi brand yaitu Pak Bi untuk melahirkan orang yang melek akan pentingnya suatu branding di Indonesia.

Di Indonesia sendiri pengetahuan akan branding ini sangat kurang sekali. Di workshop ini pak Bi memandu para pesertanya 15 langkah menuu brand. 15 langkah ini merupakan penyederhanaan dari beberapa dari beberapa strategi. Di antaranya yaitu marketing, brand essence, hyper competition dan disruptions.

Persiapan Sebelum Workshop

persiapan sebelum workshop
Sumber: makespain.com

Jumlah panitia waktu itu sekitar 10 orang. Saya sebelum workshop bertugas untuk memeriksa dan konfirmasi tempat. Tempatnya sendiri berlokasi di gedung Telkom Jogja.

Setelah tempat dan perlengkapan diperiksa saya pun melapor ke mas Hendri bahwa ruangan fix sudah bisa digunakan. Sedangkan panitia yang lainnya ada yang mengurus banner acara, snack dan makanan.

Hari H Workshop

all about brand
Sumber: subiakto.net

Saat hari H acara, saya berangkat pagi menuju lokasi workshop untuk mempersiapkan tempat dan memeriksa sound system. Sekitar pukul 8 pagi para peserta sudah mulai berdatangan. Kebanyakan peserta berasal dari luar Jogja yang sengaja menyempatkan waktunya untuk belajar secara langsung pada pak Bi.

Setelah para peserta hadir semua, acara workshop pun dimulai. Pak Bi memberikan materi tentang brandnya kurang lebih selama 6 jam. Para peserta pun diajak untuk berperan aktif dengan mempresentasikan hasil materi yang disampaikan pak Bi.

Sekilas Tentang Brand

branding canvas
Sumber: kelaspengusaha.com

Brand itu bukan logo.

“Buatkan branding dong”. yang dimaksud padahal ingin buat logo.

Penggunaan kata “branding” kalimat diatas kurang tepat. Dikarenakan brand itu bukanlah logo.

Terus brand makhluk apa?

Kalau kata Pak Subiakto, brand merupakan merk yang sudah memiliki ikatan emosi dengan para konsumennya. Kalau sebuah merk telah memiliki pelanggan maka dia jadi brand. Ilmu selling atau penjualan itu menghasilkan pembeli. Sedangkan ilmu branding itu menghasilkan pelanggan.

Contohnya saya buat sebuah produk. Produk saya memberi manfaat yang bisa dirasakan secara fisik. Setelah itu saya beri merk sebagai nama produknya. Saya buat logo sebagai tanda atas manfaat produknya. Jadi, kalau konsumen melihat merk dan logo itu dia bisa yakin bakal dapat manfaat fisiknya.

Contohnya :

Saya buat produk donat. Manfaatnya enak dan nikmat. Saya kasih merek J.CO . Saya buatin logonya. Jadi kalau calon pembeli melihat merk dan logo J.CO maka calon pembeli kita akan yakin bahwa mereka akan mendapatkan donat yang enak. Ketika gigitan pertamanya enak maka merek J.CO berproses menjadi sebuah brand.

Makan Malam Bersama Di Sate Klathak Pak Bari

sate klatak
Sumber: diahdidi.com

Setelah acara selesai dan ruangan workshop di bereskan, saya dan panitia lainnya diajak oleh mas Hendri dan Pak Bi makan malam bersama di Sate Klathak Pak Bari. Lokasinya berada di jl. Kedaton, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di komplek pasar dan sedikit masuk ke dalam.

Uniknya Sate Klatak Pak Bari ini selalu ramai dikunjungi oleh para penikmat daging kambing. Sebagai informasi tambahan saja, sate klatak adalah sate kambing muda yang ukurannya 3x lebih besar dari sate biasa. Satenya hanya dibumbui dengan garam dan merica.

Uniknya dagingnya ditusuk menggunakan jeruji jari-jari sepeda. Nama klatak sndiri diambil dari suara “klatak-klatak” dari daging yang terbakar. Setelah makan malam kami pun pamit untuk pulang duluan.

Itulah pengalaman saya ketika menjadi panitia di acara Bisa Bikin Brand. Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.