Tips Persiapan Sebelum Hamil Baik Fisik dan Mental

Tips Persiapan Sebelum Hamil Baik Fisik dan Mental

Untuk para pasangan muda yang baru saja menikah, mempunyai sang buah hati pasti sudah menjadi dambaan bagi semua pasang muda. Dimenak para pasang muda pasti terbayang hal-hal indah saja dalam menjalankannya. Hal ini perlu dipikir dua kali. Karena ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh pasangan ketika akan menjalankan program kehamilan. Tujuannya adalah supaya ibu, ayah dan calon buah hati tetap sehat dan lancar.

Persiapan Sebelum Hamil

Persiapan Sebelum Hamil

Ada beberapa persiapan yang peru disiapkan oleh calon ayah dan ibu sebelum menjalankan program kehamilan.

Diawali dengan doa

Apapun program atau kegiatan yang akan kita lakukan, kita wajib untuk berdoa. Karena kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan hanya Allah lah yang menentukan hasil akhirnya. Oleh karena itu terus berdoa untuk kebaikan program yang akan dijalani.

Periksa ke dokter kandungan

Periksakan calon bunda ke dokter kandungan (dokter obgyn) untuk memeriksa kesiapan kandungan secara fisik, pemeriksaan darah dan anjuran untuk vaksin.

Vitamin Untuk Program Hamil

Apabila anda akan melakukan program kehamilan, dokter umumnya akan memberikan mutlivitamin untuk membantu tubuh sang ibu. Beberapa vitamin yang diberi adalah vitamin B6, asam float, dan vitamin A yang berguna meminimalisir terkena cacat janin.

Asam float dikonsumsi sebelum adanya tanda kehamilan dikarenakan tingginya kebutuhan asam float ketika pembentukan janin di minggu awal kehamilan.

Konsumsi Makanan Sehat

Makan sayur dan buah dan biji-bijian yang kaya akan kalsium. Kalsium dibutuhkan saat proses kehamilan. Jauhi makanan seafood seperti ikan salmon dan makarel. Hal itu dikarenakan ikan laut banyak mengandung merkuri yang tidak baik untuk pembentukan janin.

Gaya hidup sehat

Biasakan untuk menjalankan gaya hidup sehat. Kurangi mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein bisa menurunkan keguguran janin. Hindari obat terlarang dan alkohol. Berhenti merokok selain membuat kualitas sperma menurun tembakau dalam rokok bisa memicu janin menjadi anak ADHD. Biasakan juga olahraga yang rutin.

Hati-hati dengan infeksi

Ketika sedang hamil dan kena infeksi biasanya akan mengalami beberapa keluhan. Cara menghindarinya salah satunya dengan membersihkan karang gigi sebelum hamil, karena karang gigi dapat memicu infeksi di gigi.

Jauhi susu yang tidak terpasteurisasi karena susu yang mentah banyak mengandung bakteri e.coli dan salmonela. Hindari juga daging mentah agar terhindar toksoplasmosis.

Biasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah memegang benda-benda yang kotor. Jangan pakai cream malam dan kosmetik yang berat.

Ikhtiar!

Apabila persiapan sudah dilakukan dengan maksimal, hal selanjutnya yang paling penting ialah melakukan hubungan intim 2 sampai 3 kali seminggu. Coba hitung masa subur anda, jangan pakai alat kontrasepsi, istriahat dengan cukup dan jaga diri dan pikiran agar selalu positif

Tips Menyiapkan Mental Sebelum Hamil

Tips Menyiapkan Mental Sebelum Hamil

Hamil bisa jadi merupakan hal yang menakutkan terutama bagi ibu yang baru hamil anak pertama. Berikut beberapa tips supaya kesehatan calon ibu terjaga:

  • Pastikan ibu memiliki kegiatan setiap hari. Lingkungan dan makanan sehat akan memudahkan bunda dalam menyambut
  • Selalu berpikir positif dan cinati diri sendiri. Alokasikan waktu kurang lebih 15 menit untuk me-time setiap harinya. Bunda bisa pergi bersepeda, jalan-jalan, dan bincang- bincang dengan teman.
  • Makan makanan yang sehat untuk mendapatkan energi yang ckupu dan supaya menaja tubuh tetap sehat. Degnan merawat diri juga bisa membuat suasana hati bahagia.
  • Aktif bergerak bisa menurunkan stres. Bisa dengan berkebun atau pergi ke gym. Dengan aktif bergerak tubuh akan megeluarkan hormon endorpin yang berfungsi menjadikan diri merasa tenang. Horomon ini juga bisa memperbaiki mood dan mengurangi stres.
  • Tidur dengan teratur. Karena dengan tidur teratur bisa membuat mental tetap sehat.

Untuk informasi seputar kesehatan wanita dan kehamilan bisa kunjungi rahimsehat.com

Renungan Pendidikan Anak Sesuai Dengan Fitrah

Renungan Pendidikan Anak Sesuai Dengan Fitrah

Pendidikan Anak Sesuai Fitrah

Banyak yang setuju bahwa mendidik anak harus sesuai dengan fitrah anak anaknya, namun banyak juga yang bertanya bagaimana wujud pendidikan berbasis Fitrah dalam keseharian mendidik anak anak.

Pendidikan berbasis fitrah sesungguhnya sangat sederhana. Kita hanya mengupayakan proses  yang sealamiah mungkin sesuai fitrah atau kodrat Allah dan menjalaninya sesuai sunnatullah tahap perkembangan manusia.

Selebihnya adalah menyerahkan semua keputusan akhir di tangan Allah Subhanahu wata’ala , memohon kemudahan dan kekuatan lahir bathin dengan memperbanyak mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala
agar diberikan Qoulan Sadida, yaitu lisan, fikiran, perasaan dan tindakan yang bermakna dan berbobot dalam mendidik.

Jika fitrah adalah jalan sukses, sunnatullah adalah cara sukses, maka doa doa kita adalah kunci sukses bagi anak anak kita di dunia dan di akhirat.

Dalam keseharian pendidikan ini, kita lebih banyak menemani anak anak kita menyadarkan dan membangkitkan semua potensi fitrahnya dengan sebaik baiknya, baik fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan diinteraksikan dengan potensi dan realita yang ada di sekitarnya

Ya menemani! Sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, sebagaimana para petani menemani tanamannya. Syukur atas potensi dan shabar  atas proses.

Caranya? Ya tentu bisa dengan memanfaatkan momen dan bisa juga dengan merancang program yang khas untuk tiap anak sesuai tahap perkembangannya (personalized education) yang dituangkan dalam buku ortu.

Tujuan akhirnya adalah agar fitrah anak anak kita tumbuh paripurna sehingga memiliki peran peradaban spesifik atas fitrah bakatnya, memilki kemampuan inovasi memakmurkan bumi atas fitrah belajarnya dan memiliki akhlak mulia dan kemampuan memikul beban syariah atas potensi fitrah keimanannya.

Itu semua sebaiknya tepat dicapai ketika anak anak kita menjadi pemuda atau aqil baligh ketika berusia sekitar usia 15-16 tahun. Mari kita bahas satu demi satu, “scope of work” di atas.

Pertama, mengapa menemani bukan mengatur atau mengendalikan?

menemani dan mengenalkan
pexels.com

Ketahuilah bahwa prinsip pendidikan berbasis fitrah adalah berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Maka wajib hukumnya meyakini bahwa potensi-potensi baik telah terinstal dalam diri anak anak kita sejak lahir bahkan sebelumnya.

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak-anak kita rusak.

Maka bekal pertama dan utama dalam mendidik bukanlah segepok kurikulum baku dan kaku, tetapi adalah keyakinan dan kebersyukuran, ketenangan dan keoptimisan bahwa setiap anak adalah memiliki potensi fitrah yang baik dan ditakdirkan menjadi baik. Hanya orangtua dan lingkungan yang gegabahlah yang banyak merusak dan merubah serta menyimpangkan fitrah anak anak kita.

Kedua,mengapa membangkitkan dan menyadarkan bukan merekayasa dan mengajarkan?

anak speech delay
pexels.com

Keyakinan dan kebersyukuran kita pada fitrah sebagaimana pada bagian pertama di atas, membuat kita menyadari bahwa mendidik bukan banyak menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya atau OutSide In. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri atau Inside Out.

Misalnya bagi kita, lebih penting membuat anak bergairah belajar dan bernalar daripada menguasai banyak pelajaran, lebih penting membuat mereka cinta Al Quran dan buku daripada menggegas bisa membaca dan menghafalnya.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya, mendalami dan mengamalkan Al Quran secara mandiri sepanjang hidupnya, mengembangkan bakat sampai menjadi peran secara mandiri sepanjang hidupnya.

Fitrah keimanan dibangkitkan bukan dengan menjejalkan pengetahuan agama tetapi dengan keteladanan dan atmosfir mencintai perbuatan shalih. Fitrah belajar dibangkitkan bukan dengan banyak mengajar tetapi dengan ide menantang dan inspirasi seru.

Fitrah bakat dibangkitkan bukan dengan menstandarkan output dan cita cita tetapi memperbanyak wawasan dan aktifitas yang sesuai sifat dan keunikan anak-anak kita. Semuanya akan indah jika tumbuh sesuai fitrahnya dan hadir pada saatnya.

Anak-anak yang banyak diajarkan akan minta diajarkan terus sepanjang hidupnya, anak-anak yang banyak didikte dan dikendalikan akan merepotkan orang tua dan sekitarnya sepanjang hidupnya, anak-anak yang tidak menjadi dirinya karena obsesi orangtuanya akan tidak punya peran apapun sepanjang hidupnya.

Ketiga, mengapa memanfaatkan momen lebih baik daripada mengatur secara sistematis?

anak normal
pexels.com

Momen adalah bagian penting dari pendidikan fitrah karena semakin alamiah dan “seamless” (tidak nampak) maka semakin baik. Sesungguhnya Allah SWT lah pendidik terbaik manusia, Dengan karunia Allah SWT, setiap saat, setiap hari, kita ditakdirkan selalu menjumpai momen-momen seru dalam kehidupan yang kita bisa menggali hikmahnya bersama anak anak kita.

Banyak momen “tak sengaja” kemudian jika diamati akan menjadi minat dan keseriusan anak. Memanfaatkan momen, menggali hikmah yang banyak dari peritiwa keseharian dimana anak anak sangat “curious” akan memberikan kesan mendalam, menginspirasi ayat ayat Kitabullah yang relevan dan melahirkan idea serumenantang untuk didalami dan melahirkan karya manfaat di kemudian hari.

Keempat, selain momen tentu kita boleh membuat program atau proyek yang dirancang bersama anak sesuai keunikan setiap anak dan keluarga.

program dirancang
pexels.com

Ada kalanya kita memerlukan proses mendidik yang berbatas waktu, anggaran tertentu, scope tertentu dll agar dapat dievaluasi segera baik portfolio karya, kinerja juga moral sekaligus menggali bakat serta minat anak. Kita bisa merancang proyek dari yang paling sederhana misalnya proyek membersihkan kamar mandi, proyek go green di rumah, sampai kepada yang menengah dan rumit seperti proyek berkebun dan beternak, proyek fieldtrip ke luar kota, proyek dagang dan magang bersama maestro, proyek ekspedisi, proyek sosial dll. Dengan begitu, anak-anak akan terbuka wawasan dan kita bisa menempatkan anak pada jabatan di proyek sesuai bakatnya dsbnya.

Kelima, mengapa program harus khas untuk tiap anak?

anak fitrah
pexels.com

Tentu karena tiap anak itu unik dan khas, “very special limited edition“. Ingatlah bahwa, perlakuan yang sama belum tentu direspon sama oleh kakak dan adik. Sampai kapan pun kakak tidak mungkin menjadi adik dan adik tidak akan pernah menjadi kakak.

Karenanya setiap program yang dibuat semestinya relevan dengan keunikan anak dan keunikan keluarga di rumah, jika memungkinkan juga relevan dengan keunikan lokal, sosial dan alam setempat. Para orangtua sebaiknya memiliki kemampuan membuat portfolio dan program. Kami menyebutnya #bukuortu.

Keenam, mengapa harus sesuai tahap perkembangan?

sesuai perkembangan
pexels.com

Tahapan ini kami menyebutnya fitrah perkembangan atau sunnatulah pertumbuhan manusia. Ini sangat penting dan tidak boleh gegabah ditabrak, ibarat menanam tumbuhan maka harus sesuai tahapan dan keperluan tumbuhan.

Terlalu banyak air dan nutrisi bisa membuat akar membusuk, salah menempatkan akar pada lahan yang sesuai juga akan membuat gagal berbuah begitupula kelembaban dan temperatur harus sesuai untuk tiap tahap. Kami membaginya menjadi 0-2 tahun, 2-7 tahun, 7-10 tahun, 10-14 tahun dan di atas 15 tahun . Tiap tahap untuk tiap fitrah memiliki fokus dan metode berbeda. Ini semua telah tuangkan dalam framework pendidikan berbasis fitrah.

Ketujuh, lalu apakah tujuan akhir dari proses pendidikan berbasis fitrah ini?

tujuan
pexels.com

Tujuan umumnya adalah memastikan bahwa fitrah anak-anak kita “right on place” dan tumbuh
subur selama mereka menjalani pendidikan. Tujuan akhir dari proses pendidikan berbasis fitrah adalah agar fitrah anak-anak kita berbunga dan berbuah indah, sehingga mampu memikul beban syariah, mampu inovasi melestarikan dan memakmurkan bumi serta memiliki peran peradaban spesifik, tepat ketika mereka memasuki usia aqil baligh di usia 14-16 tahun.

Kemampuan memikul beban syariah bukan hanya kemampuan menjalankan ibadah shalat dan shaum dengan baik, tetapi juga, khsusnya untuk anak lelaki adalah kemampuan membayar zakat, memberi nafkah dan berjihad. Anak anak yang telah eksis, memiliki peran peradaban yang jelas, bergairah belajar dan bernalar, selalu berkeinginan menebar rahmat dan manfaat bagi sekitarnya dengan karya dan akhlaknya, maka akan jauh dari berbagai penyimpangan dan perbuatan mubazir yang tidak perlu. Inilah pentingnya aqil dan baligh dicapai bersamaan oleh proses pendidikan Islam atau pendidikan berbasis fitrah dan akhlak.

Kesimpulan

Setelah itu tercapai maka selesailah tugas kita mendidik fitrah anak anak kita, maka tuntaslah amanah merawat dan membangkitkan fitrah mereka. Itu karena ketika aqil baligh, anak-anak kita telah menjadi pemuda “tulen” yang memiliki peran peradaban yang spesifik yang menebar rahmat dan manfaat atas fitrah bakatnya, memiliki kemampuan inovasi yang membuat bumi semakin hijau dan damai atas fitrah belajar dan nalarnya, memiliki akhlak mulia yang mencerahkan dan menyelesaikan problematika ummatnya atas fitrah keimanannya,

Maka catatlah baik-baik bahwa setelah pendidikan fitrah mencapai tujuannya maka kita bisa wafat dengan tenang dan tidak meninggalkan generasi lemah di belakang kita. Maka ingatlah bahwa jangan pernah tinggalkan generasi yang tahu banyak agama namun miskin karya solutif bagi ummat, banyak aktifitas namun tidak punya peran peradaban spesifik yang bermanfaat, banyak ilmu namun berhenti belajar dan sepi inovasi yang membuat manusia
makin sejahtera.

Cuma ada satu jalan, kembalilah kepada fitrah, lalu hadapkanlah wajahmu kepada ajaran yang lurus, kembalilah kepada pendidikan fitrah agar peradaban manusia kembali menjadi indah penuh manfaat dan rahmat.

Silahkan share artikel ini agar bermanfaat untuk orang tua lainnya.

Salam Pendidikan Peradaban

By: Ust. Harry Santosa

Maafkan Aku Anakku, Sungguh Semua Ini Salahku

Maafkan Aku Anakku, Sungguh Semua Ini Salahku

Gara-gara Ego Ibu Muda

anak lihat tv
radiosuarakasihfm.blogspot.com

Ketika itu seorang teman di sebuah grup dengan berkomentar, “Jangan dikasih tv. Kasihan. Anak umur segitu tidak bagus jika kenal tv dan gadget.”

Lalu apa tanggapan saya?

Sebagai ibu muda yang masih memiliki tingkat emosi yang masih suka meledak-ledak, saya tidak terima. Sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentari seperti itu. Sebagai ibu muda yang memang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya tidak mau tahu.

Apalagi orang yang komentar masih single.

Dalam hati, saya malah balik nyinyir.

“Eh kamu ya, nikah aja belum. Tak tahu rasanya jadi ibu. Tak tahu rasanya jadi stay at home mom, yang tak punya pembantu. Berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot ASInya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv. Kalau tak ada pengalihan seperti ini. Mana bisa emaknya ngerjain yang lain.”

Ok fix.Saya membela diri.

Kemudian

Waktu pun berlalu.

Rei makin kecanduan nonton kartun di TV. Favoritnya dulu adalah Marsha and the bear.

Yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia.

Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV.

Kalau tidak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.

Pikir saya “Ah tidak apa-apa lah. Yang penting anteng. Bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga.”

Lama kelamaan.

Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv. Dia bisa ketawa-ketawa sendiri setiap si marsha jahil. Atau setiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain marsha.

Kalau acara marsha nya bubar, dia akan nangis dan mengamuk.

Kalau tidak lagi nonton tv, dia ngapain? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainan apa aja.

Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi. Mana kalau ngamuk minta apa sukanya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai. Setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek aja.

Sampai di sini. Saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar. Baru setahun ini. Diamati dulu lah. Begitu pemikiran saya.

Secara Motorik Anak Saya Normal

anak normal
pexels.com

Secara motorik memang tak ada keterlambatan dalam diri anak saya. Hanya beberapa hal yang saya pikir lagi-lagi menurut saya WAJAR.

Apakah itu?

1. Anak saya dari bayi suka kagetan. Kalau ada suara keras seperti klakson mobil atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis. Mitosnya, kalau orang jawa “Dulu pas baru lahir gak di gebrak ya?” ? ?

2. Ketika sudah bisa jalan, dia suka sekali tiba-tiba jalan jinjit. Seperti tidak mau kalau kakinya kotor. Dia juga ga suka tidur di selimutin (padahal pakai AC). Dia ga mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.

3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman. Pernah bahkan sampai menangis.

Memasuki usia 2 tahun anak saya masih juga belum bisa bicara. Jangan tanya seberapa dongkolnya saya setiap dapat pertanyaan dari para kerabat “Kok belom bisa ngomong sih?” atau ketika rei ngoceh “Haduh cah ganteng, kamu ngomong apa kog kayak bahasa alien.”

Emangnya udah pernah ketemu alien?
?

Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.

Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika tidak sreg.

Kenapa?

Lha masa tiba-tiba dibilang anak saya ‘speech delay mengarah ke Autis’.

HAH… APAAA….!!!

Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis?

“Halo… Gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme ya. Seingat saya tes untuk diagnosa autis itu banyak. Tidak cuman di tes denver doang. Lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis. Gitu?
No no no. ”

Lagi. Emosi dan ego “ibu muda” saya bergejolak.

Saya tidak terima. Titik.

Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.

Tapi dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi. Mencari second opinion. Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun. Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword “autisme”, “speech delay”, “keterlambatan bicara” dan lain lain.

Akhirnya saya menemukan klinik yang tak terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor. Saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.

Apa katanya?

“Yang bilang anak kita autis itu siapa? Gak usah di dengerin kenapa sih? Orang anaknya baik-baik aja. Nanti kalau udah waktunya pasti juga bisa ngomong.”

Hyaaak… des… Suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.

“Tapi mas, kan tak ada salahnya juga cek lagi. Daripada aku kepikiran. Nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin. ”

Ribut lah kami malam itu.

Akhirnya apa?

Saya bawa Rei konsultasi lagi. Naik motor sendiri sambil gendong bocah pakai baby carier.

Luar biasa kan.

Ayahnya cuman saya whatsaap, “aku ke klinik udah janjian mau observasi Rei.”

Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tsb.

Saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan dan riwayat kesehatan anak sejak dia lahir. Masih dilanjutkan dengan wawancara.

Selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan. Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung. Entah diapain itu bocah di dalam. Mau ngintip pun rasanya gak tega.

Ya Allah… kenapa lagi itu anak. Saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.

Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar “Speech delay” alias Terlambat Bicara.

??

Mau nangis aja rasanya. Merasa bersalah sama diri sendiri.

“Anak baru satu aja kog ga bisa ngurusnya sih?”

“Kenapa juga dulu ngasih anak TV !”

“Kenapa dulu tidak dengerin peringatan temen?”

“Kenapa? Kenapa?”

“Semua salahmu…”

Bermacam-macam perdebatan dalam hati.

Tapi mau gimana lagi lah. Nasi sudah jadi bubur. Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih bayi. Saya ga akan ngulangin kesalahan macam ini lagi.
??

Hei nak. Maafin ibumu.

Semua ini salahku… ???

Apakah Speech Delay Berarti Autis?

anak speech delay
pexels.com

Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah “apakah speech delay itu berarti anak autis?”

“Oh tidak bu. Salah satu gejala anak autis memang telat berbicara. Tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis. Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus dan cenderung hiperaktif. Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus dan informasi bisa masuk.

Itulah nanti yang kita namakan terapy sensory integrasi. Selama ini kan anak cenderung suka nonton tv. Indranya asyik menikmati gambar di tv, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti tayangan TV.

Jadi nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya. Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga. Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi.”

Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age. Kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya. Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun. Biasanya saya marahin itu orang tuanya “Kog baru dibawa sekarang sih pak buk?!”.

Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat golden age. Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita speech delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.

Alhamdulillah… dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal dan melegakan. Bukan sekedar “hai buk, anakmu autis”.

Menurut sang terapis, penyebab speech delay itu bermacam-macam. Jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.

Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan di atas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak. Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.

Jadi siapa yang bilang jadi ibu dan mengasuh anak itu mudah?

Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi. Lebih legowo dengan kritik dan masukan. Kalau memang tidak paham ilmunya, gak akan ada salahnya belajar lagi. Ya meskipun ga semua teori seputar parenting bisa di tiru dan dilakukan.

Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.

Hikmah dari memiliki anak dengan speech delay adalah, saya menyadari bahwa:

“TV dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk balita terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun.”

Sumber: Risca Widyasari A

Cara Membuat Anak Jenius Yang Membanggakan Orang Tua

Cara Membuat Anak Jenius Yang Membanggakan Orang Tua

Cara Membuat Anak Jenius – Anak merupakan sebuah anugerah dari sang pencipta yang di titipkan kepada orang tua. Dengan kehadiran anak suasana di keluarga pun semakin hangat. Mengandung selama 9 bulan membuat seorng ibu menjadikan momen melahirkan membahagia. Di dunia ini pasti semua orang tua ingin tahu cara membuat anak jenius. Inilah beberapa cara dan tips agar anak menjadi anak yang jenius.

Tips Cara Membuat Anak Jenius Sejak Dalam Kandungan

cara membuat anak jenius
www.mountainheightsacademy.org

Beberapa ahli memaparkan bahwa untuk merangsang kecerdasan anak bisa dilakukan sejak dalam kandungan. Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh ibu yang mengandung. Ketiga aspek itu adalah kebutuhan kasih sayang,rangsangan, dan biomedisnya harus terpenuhi. Ibu harus menerima kehamilannya dengan ikhlas dan tanpa beban.

Apabila kehamilan yang dialami merupakan sebuah keterpaksaan secara tidak langsung bayi di dalam kandungan tidak akan tumbuh secara maksimal. Jadi, ibu harus siap dan ikhlas menerima semua risiko yang di alami selama kehamilan. Ibu hamil harus terus merangsang ketika masih mengandung bisa dengan cara mengajak bicara sang janin dan mengelus-ngelus perutnya.

Kegiatan itu secara tidak langsung memberikan ikatan emosional antara sang anak dan ibu. Ibu harus terus merasa senang dan gembira, karena darah pada ibu akan menyalurkan zat-zat rasa senang, maka bayi dalam kandungan pun akan ikut senang.

Lebih efektif lagi rangsangan ini dilakukan ketika sudah menginjak usia kehamilan enam bulan. Karena di usia ini struktur dan jaringan pada bayi sudah terbentuk dan mulai berfungsi. Ibu hamil pun pantang untuk mengonsumsi obat-obatan yang bisa merangsang kecerdasan bayi.

Obat-obatan seperti itu ternyata tidak berguna untuk perkembangan bayi. Yang tidak kalah penting untuk menjadikan anak cerdas dan jenius, ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi berupa mineral, protein, dan karbohidrat. Bukan hanya saat ibu sedang mengandung saja asupan nutrisi ini perlu diperhatikan, saat ibu akan mengandung pun harus memperhatikan asupan nutrisi yang masuk.

Jadi, ketika hamil si ibu akan lebih siap fisiknya dan proses kehamilan pun akan berjalan dengan lancar. Perlu diperhatikan juga sang ibu hamil jika bisa tidak dalam keadaan sakit yang bisa menimbulkan gangguan pada proses perkembangan dan pertumbuhan anak dalam kandungan.

Seperti sedang mengalami sakti tipus, malaria dan penyakit yang lumayan berat lainnya. Usahakan membaca atau dengarkan murotal Al Qur’an setiap harinya. Karena dengan mendengarkan Al Qur’an akan mendapatkan manfaat secara psikologis. Ada penelitian ilmiah di Kuwait yang menemukan sebuah fakta bahwa seseorang yang mendengarkan Al Qur’an akan mendapatkan efek terapeutik yang membuat tenang.

Cara Mendidik Anak Menjadi Jenius

cara mendidik anak
www.lifehack.org

Perkembangan intelegensi anak ditentukan pada masa usia 4 – 13 tahun, karena pada masa itu anak masih polos dan belum mengerti akan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Dimana pada masa ini ingatan anak-anak sangat kuat. Jadi sangat penting sekali pada masa ini untuk mendidik anak dengan benar, karena hal itu menentukan kepribadian dan kecerdasan anak di masa yang akan datang. Inilah cara mendidik anak agar kecerdasannya berkembang:

Berilah ASI (Air Susu Ibu)

air susu ibu
berkahkhair.com

Di dalam ASI terdapat banyak sekali zat yang dapat meningkatkan intelegensi dan kekebalan tubuh bayi. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang mengonsumsi ASI selama 9 bulan lebih pintar dibandingkan dengan yang hanya mengonsumsi selama 1 bulan.

Jauhkan dari Junk Food

say no to junk food
ajaymourya2.blogspot.com

Usahakan atau jika bisa paksa anak agar tidak memakan makanan yang berlemak dan gula tinggi dan junk food. Konsumsilah makanan yang memiliki gizi yang tinggi, dengan mengonsumsi makanan yang bergizi perkembangan motorik dan intelegensi anak akan meningkat. Bayi yang belum genap 2 tahun sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, apabila asupan gizinya kurang maka perkembangan otak bayi akan terhambat .

Ajak Anak Untuk Gemar Membaca

anak membaca
greatestpages.com

Banyak sekali orang yang berminat dalam membaca. Membaca merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan intelegensi anak. Bacakanlah cerita-cerita untuk anak dan koleksilah buku-buku yang sekiranya bisa mengembangkan pengetahuan sang anak, hal ini merupakan cara agar anak memiliki minat untuk membaca.

Bermain Permainan Asah Otak

anak bermain puzzle
www.huffingtonpost.com

Ajaklah anak untuk bermain yang bisa mengembangkan tingkat kecerdasannya. Seperti bermain catur, teka teki, atau permainan lainnya yang bisa mengasah otak anak dan belajar mengatasi sebuah permasalahan. Jauhkanlah anak dari hiburan yang kurang bermanfaat seperti menonton televisi dan bermain permainan yang hanya membuang-buang waktu.

Tanda-tanda Anak Jenius

tanda anak jenius
www.linnareacu.org
  1. Anak bisa menceritakan kembali informasi yang baru dia dapat dengan detail dan jelas
  2. Sang anak memiliki rasa ketertarikan terhadap beberapa bidang
  3. Kemampuan anak dalam mendengarkan orang lain bagus
  4. Memiliki bakat pada bidang seni
  5. Memiliki konsentrasi yang tinggi
  6. Memiliki ingatan yang kuat
  7. Kosakatanya banyak
  8. Sangat konsen terhadap detail
  9. Peduli terhadap lingkungan sekitar
  10. Paham terhadap sesuatu yang kompleks

Itulah tanda-tanda yang bisa saja anak anda itu seorang anak yang jenius.

Pentingnya Mainan Edukatif

mainane dukatif
pembinavalleycentralplainstourism.com

Orang tua apabila ingin anaknya jenius, anda bisa memberikan permainan yang edukatif. Seorang pakar psikologi, terapis, dan juga pertumbuhan anak, Dra. S. Tedjasaputra berkata bahwa mainan edukatif bagi anak memiliki beberapa manfaat.

Anak bisa mengenal warna dan berbagai bentuk

Anak ketika baru lahir akan di tampakan berbagai macam bentuk dan warna. Apabila anda memberikan mainan yang edukatif, anda bisa mengenalkan kepada anak berbagai macam warna dan bentuk seperti segitiga, lingkaran, persegi panjang dan bentuk lainnya.

Melatih Konsentrasi Anak

Mainan seperti puzzle bisa melatih konsentrasi anak. Anak akan dilatih untuk menyusun potongan-potongan puzzle dan mencocokannya. Di samping itu gerakan anak akan lebih aktif sehingga konsentrasi anak tinggi.

Melatih Kemampuan Gerak Pada Anak

Kemampuan gerakan atau motorik ada dua macam, halus dan kasar. Kemampuan motorik kasar terjadi ketika seorang anak menggerakan mainannya. Sedangkan motorik halus ketika anak memegang mainan, menyentuh, menjemput, dan mengelus mainannya.

Melatih Bahasa Pada Anak

Untuk anda yang ingin anaknya memiliki kemampuan bahasa yang baik, berikanlah penjelasan kepada anak tentang permainan yang akan dia mainkan

Itulah cara membuat anak jenius, semoga artikel ini bermanfaat. Untuk yang membutuhkan perlengkapan bayi bisa ke babyluna.