Cara Ternak Kelinci Untuk Pemula Terlengkap

Ternak Kelinci – Masyarakat yang berada disekitar kita belum banyak yang dapat membudidayakan kelinci dengan baik. Hal ini disebabkan oleh karena pengalaman dan pengetahuan tentang budidaya kelinci belum dimiliki oleh sebagian masyarakat. Sehingga usaha dalam budidaya kelinci yang baik masih kurang di masyarakat kita.

Budidaya yang sering kita jumpai, biasanya pada masyarakat pinggir pantai, pedesaan, pinggir danau dan lain sebagainya. Budidaya yang sering dikembangkan seperti budidaya udang windu, budidaya ikan bandeng, maupun budidaya ikan-ikan yang lainnya.

Contohnya pada masyarakat di pinggir danau, dimana masyarakat pinggir danau dapat mengembangkan budidaya ikan air tawar. Seperti contohnya budidaya ikan lele, budidaya ikan mujahir, budidaya ikan emas dan lain sebagainya.

Budidaya kelinci ini merupakan pilihan yang lain untuk menambah penghasilan maupun dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Budidaya kelinci pada dasarnya tidak terlalu sulit, namun pembudidaya sebaiknya dapat mengetahui jenis-jenis kelinci yang cocok dan dapat dibudidayakan serta dapat hidup di wilayah lndonesia ini.

Kelinci sebenarnya merupakan hewan yang dapat hidup dengan mudah di wilayah kita. Hewan ini mempunyai tingkat hidup yang sanggat tinggi dan dapat berkembang biak dengan baik dan cepat. Kelinci dapat digunakan sebagai binatang peliharaan, karena hewan ini mempunyai tingkah laku yang lucu, serta manusia menyukai binatang ini akan rambut-rambutnya yang lembut.

Mengingat kegemaran kita akan kelinci, alangkah baiknya jika kita lapat membudidayakan dan mengembang biakan, sehingga binatang ini lapat berkembang biak dengan baik dan menjadi hiburan tersendiri serta kan menambah penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Membudidayakan kelinci mempunyai beberapa manfaat, yaitu:

  1. Mendapatkan hasil dari budidaya.
  2. Mendapatkan daging, karena dagingnya dapat dikonsumsi serta rasanya yang lezat.
  3. Melestarikan binatang itu agar tidak punah.

Budidaya

ternak kelinci
ayselaver.blogspot.com

Budidaya adalah suatu perlakuan kita untuk mendapatkan manfaat dari hasil tindakan itu. Tindakan ini kita lakukan dalam pemeliharaan, dan kita dapat mengembangkan sehingga dapat memperoleh hasil yang baik.
Tindakan budidaya dapat kita lakukan dengan cara memelihara kelinci atau dengan kata lain membudidayakan.

Kelinci dapat berkembangbiak secara alami, artinya tidak adanya campur tangan manusia. Hasil perkembang biakan secara alami ini kemungkinan sebagian besar anakanaknya tidak bisa hidup sampai dewasa. Dengan alasan anak-anaknya bisa dimakan binatang lain maupun diburu oleh manusia.

Binatang pemangsa yang suka binatang kecil seperti kelinci adalah binatang pemakan daging contohnya ular, elang, harimau, singa dan lain sebagainya sangat suka sekali dengan kelinci. Sehingga anak-anak kelinci sebagian besar tidak bisa hidup sampai dewasa.

Apabila perkembangan secara alami ini tidak diperhatikan oleh manusia, atau tidak adanya campur tangan manusia, maka populasi kelinci semakin berkurang. Bila populasi tiap tahunnya berkurang ini dimungkinkan perkembangan populasi kelinci beberapa tahun mendatang akan punah.

Budidaya kelinci di sini, ditekankan pada pemeliharaan dengan memberikan kandang yang cukup nyaman, sehingga binatang itu tidak bisa keluar dari kandang dan tidak dapat dimangsa oleh binatang lain maupun diburu oleh manusia. Hal ini akan menekan tingkat kepunahan populasi kelinci, sehingga binatang ini akan berkembang biak dengan baik.

Pembudidaya kelinci tentunya tahu tentang kelinci yang dapat dikembang biakan dengan baik dan aman sehingga, kelinci itu dapat bertambah banyak jumlahnya. Dan perkembang biakan itu dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya khususnya untuk memenuhi keperluhan hidupnya, dan memenuhi konsumen akan kebutuhan daging pada umumnya.

Kelinci

budidaya kelinci
www.newyorker.com

Kelinci (Lepus cuniculus) binatang ini asalnya dari Spanyol. Di Indonesia merupakan binatang piaraan. Kelinci mampu berkembang biak dengan cepat dan dalam jumlah besar. Di Australia hewan ini merupakan binatang hama (pengganggu), di samping itu juga binatang ini pandai memanjat serta merusak pohon-pohon.

Kelinci di Indonesia kita jumpai di Hutan Jawa atau yang disebut kelinci hutan Jawa (Lepus nigricollis). Jenis ini berasal dari India, panjang badannya termasuk kepala kurang lebih 50 cm, ekor 5-8 cm, telinga 10-12 cm berat kurang lebih 4 kg. Sedangkan bagian atas tubuhnya berwama coklat perunggu.

Kelinci juga sering dijumpai di wilayah Sumatra disebut kelinci Sumatra (Nesolagus netcheri). Jenis kelinci ini yang hanya terdapat di hutan-hutan sepanjang Bukit Barisan, Sumatra. Ukurannya lebih kecil daripada kelinci biasa. Makanannya berupa daun-daun besar. Kelinci ini hidup  600 – 1500 m dari permukaan laut.

Kelinci adalah jenis binatang pemakan tumbuhan (Herbivora), dan mempunyai sepasang kaki belakang yang lebih panjang daripada kaki depan. Telinganya tegak dan panjang serta besar tubuhnya kurang lebih hampir sama dengan binatang kucing.

Kelinci ini sering kita jumpai di daerah-daerah. Rambutnya yang lembut dapat menjadikan daya tarik tersendiri, serta warna rambutnya yang bervariasi seperti warna putih, hitam, coklat dan sebagainya.

Kelinci adalah binatang darat yang senang berada di semak-semak dalam mencari makanan. Jalannya meloncat-loncat akan tetapi bila binatang ini lari, larinya kencang sekali. Bila ada binatang yang mengejarnya kelinci ini akan lari dengan kencangnya, dan dapat menyelinap di semaksemak Kegesitan kelinci ini pasti dapat dikejar oleh binatang pemangsa.

Warna rambut kelinci yang sering kita jumpai di wilayah kita ada yang berwarna putih, hitam, coklat dan sebagainya. Warna rambut-rambut tergantung dari jenis kelinci. Beragam warna rambutnya itu menandakan banyak ragam jenis kelinci yang dapat hidup di wilayah kita. Jenis-jenis kelinci itu dapat kita bedakan dari bentuk tubuh serta besar kecil dari kelinci itu.

Kelinci mempunyai tingkah laku yang khas. Kelinci bisa bersahabat dengan manusia, asalkan manusia dapat memperhatikan dan memberikan kenyamanan bagi binatang itu.

Populasi kelinci pada saat ini sangat menurun. lndikatornya adalah pada daerah-daerah tidak banyak yang membudidayakan atau jarang sekali kita jumpai kelinci. Hal ini dapat dibuktikan dengan:

1. Hampir pada masing-masing rumah belum pernah membudidayakan.

2. Hanya pada masyarakat tertentu yang telah membudidayakan kelinci itu.

3. Jarang kita lihat yang membudidayakan binatang ini.

Jenis-jenis Kelinci di Indonesia

jenis kelinci
tamuk.edu

Jenis-jenis kelinci di sini adalah merupakan keanekaragaman kelinci yang ada, dan yang dapat hidup di wilayah kita. Jenis kelinci yang dapat hidup dan dapat dibudidayakan adalah jenis kelinci yang baik. Dalam kesempatan ini dibicarakan tentang macam-macam jenis binatang kelinci. Jika kita mengetahui tentang jenis kelinci dengan baik, maka kita tidak akan salah memilih jenis kelinci yang baik, bila nanti akan membudidayakan kelinci ini.

Kelinci yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Memiliki badan yang lebar besar.
2. Tahan dari berbagai penyakit.
3. Cepat berkembang biak.

Untuk dapat mengetahui jenis kelinci yang baik., kita perlu memperhatikan kelinci itu secara seksama, agar nantinya tidak keliru memilih macam jenis hewan itu dan nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebaliknya bila kita memilih kurang pas nantinya akan mengalami kerugian. Sebelum kita membudidayakan kelinci tentunya kita berharap untuk mendapatkan hasil yang baik. Harapan kerugian tentunya tidak ada di dalam benak pembudidaya.

Berikut  macam-macam atau jenis kelinci yang ada di Indonesia:

Kelinci American

kelinci american
www.adoptarabbit.com

Ciri-ciri dari jenis kelinci ini adalah sebagai berikut:

Rambutnya : Lembut dan halus

Warna rambut : Biru setangah keputih-putihan dan sebagian ada yang abu-abu.

Mata : Lebar

Mulut : Moncong setengah bunder

Berat : Kurang lebih beratnya 4 Kg hingga 5 Kg

Kelinci American Silver Fox

Kelinci American Silver Fox
emancipationacres.com

Jenis kelinci ini bisa juga hidupa di Indonesia. Berikut ciri-ciri kelinci American Silver Fox :

Rambutnya : Lembut dan halus

Warna rambut : Biru setangah putih

Mata :  Lebar

Telinga : Panjang tegak ke atas

Mulut : Lebar

Berat : Kurang lebih 5 Kg hingga 8 Kg

Kelinci Anggora

Kelinci jenis Anggora sering kita jumpai di Indonesia. Jenis kelinci ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Rambutnya : Indah lembut dan lebat

Warna rambut : Bermacam-macam ada yang putih, hitam, abu-abu dan lainnya.

Mata : Lebar

Mulut : Besar

Berat : Sekitar 6 Kg hingga 8 Kg

Kelinci  Blauw Winder

Kelinci Blauw Winder
www.bluecross.org.uk

Jenis kelinci Blauw Winder bisa hidup di Indonesia, dan kelinci ini memiliki ciri sebagai berikut:

Rambutnya : Indah dan lebat

Warna rambut : Putih kebiru-biruan

Mata : Lebar dan besar

Berat : Kurang lebih 6 Kg

Kelinci Vlaanse Reus

Kelinci jenis Vlaanse Reus mudah kita jumpai di Indonesia, sebab kelinci ini bisa hidup dengan mudah. Ciri-cirinya sebagai berikut:

Rambutnya : Lembut dan indah

Warna rambut : Beranekaragam, ada yang putih, abu-abu, hitam dan warna lainnya

Mata : Lebar besar kemerah-merahan

Berat : Kurang lebih 6 Kg hingga 8 Kg

Kelinci New Zealand

Kelinci New Zealand
pinterest.com

Jenis kelinci New Zealand bisa hidup di wilayah kita. Jenis kelinci ini relatif kecil dibandingkan dengan kelinci yang lainnya. Ciri-cirinya sebagai berikut:

Rambutnya : Lembut dan indah

Warna rambut : Bervariasi

Sifat : Mudah berkembang biak

Berat : Sekitar 2 Kg sampai 3 Kg saja

Sebenarnya masih banyak jenis-jenis kelinci yang ada di dunia selain dari jenis kelinci yang ada di atas, tapi jenis itu belum ada di daerah Indonesia. Hal ini disebabkan populasi jenis yang lain sudah pundah atau belum mengalami migrasi ke tempat kita. Sehingga keturunannya belum ada di wilayah Indonesia, atau belum ada orang yang membawanya masuk ke wilayah kita.

Berbagai macam jenis kelinci ini ada yang hidup bebas dan ada juga yang hidup sebagai binatang peliharaan. Yang hidup bebas biasanya hidup di hutan atau daerah semak-semak yang banyak rumput pada dataran tinggi. Perkembang biakan secara alami perkembangannya selalu menurun sebab akibat dari ulah manusia atau diburu oleh binatang pemakan daging (karnovora).

Manusia memburu binatang ini untuk dijadikan bahan makanan, sebab akam dagingnya yang enak. Daging kelinci bisa dibuat menjadi sate, gule, dan lainnya sesuai dengan selera kita. Usaha dalam melestarikan kelinci akan dapat meningkatkan kebutuhan akan daging, kita bisa membudidayakan dengan tepat dan cepat untuk meningkatkan produktivitas binatang tersebut.